Konten dari Pengguna

Tidur dalam Posisi Duduk: Amankah bagi Kesehatan?

Sitinazwa nk

Sitinazwa nk

Pharmacy Major,State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sitinazwa nk tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah Anda terbangun dengan leher kaku setelah tidak sengaja tidur dalam posisi duduk di kursi kantor atau saat perjalanan jauh di pesawat?

Fenomena ini adalah pemandangan umum dalam mobilitas masyarakat modern. Namun, di balik kepraktisannya, muncul pertanyaan mendasar: apakah tidur dalam posisi duduk sebenarnya aman bagi kesehatan tubuh kita?

Ilustrasi seorang wanita tertidur dalam posisi duduk. Foto: Gemini AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang wanita tertidur dalam posisi duduk. Foto: Gemini AI

Mengapa Kita Sering Tidur dalam Posisi Duduk?

Bagi sebagian orang, tidur dalam posisi duduk bukan sekadar ketidaksengajaan. Dalam dunia medis, posisi ini sering direkomendasikan untuk pengidap kondisi tertentu, seperti:

  • GERD (Asam Lambung): Posisi tegak memanfaatkan gravitasi untuk menjaga asam lambung tetap di perut dan tidak naik ke kerongkongan.

  • Sleep Apnea & Mendengkur: Tidur telentang sering kali membuat lidah jatuh ke belakang dan menyumbat jalan napas. Posisi duduk atau semi-tegak dapat membantu menjaga saluran napas tetap terbuka.

  • Pasca-Operasi: Pasien tertentu disarankan tidur bersandar untuk mengurangi pembengkakan atau nyeri pada area dada dan perut.

Selain kondisi medis, kebiasaan tidur dalam posisi duduk juga kerap terjadi karena kelelahan saat bepergian atau rutinitas kerja yang padat

Risiko di Balik Kenyamanan Sesaat

Meskipun bermanfaat bagi kondisi medis tertentu, tidur dalam posisi duduk secara terus-menerus memiliki konsekuensi biologis yang tidak bisa disepelekan:

1. Risiko Deep Vein Thrombosis (DVT)

Risiko paling serius dari tidur duduk dalam waktu lama (seperti di pesawat atau bus) adalah DVT. Kondisi ini terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di pembuluh darah dalam, biasanya di kaki. Jika gumpalan ini lepas dan mengalir ke paru-paru, hal itu bisa menyebabkan emboli paru yang fatal.

2. Kualitas Tidur yang Dangkal

Saat kita memasuki fase tidur REM (Rapid Eye Movement), otot-otot tubuh mengalami atonia atau kelumpuhan sementara. Dalam posisi duduk, otot leher tidak mampu menopang kepala saat relaksasi total ini terjadi. Akibatnya, kepala akan sering "terjatuh" dan membuat Anda terbangun secara mendadak, sehingga siklus tidur menjadi terfragmentasi.

3. Masalah Muskuloskeletal

Tulang belakang manusia dirancang untuk beristirahat dalam posisi netral. Tidur duduk tanpa penyangga pinggang (lumbar) yang baik memberikan tekanan berlebih pada diskus intervertebralis, yang berujung pada nyeri punggung bawah dan ketegangan otot leher kronis.

Tips Meminimalisir Dampak Negatif

Jika terpaksa tidur dalam posisi duduk, lakukan langkah berikut:

  • Gunakan Bantal Leher yang menopang 360 derajat agar kepala tidak miring ekstrem.

  • Penyangga Punggung Bawah: letakkan bantal kecil di lekukan punggung untuk menjaga kurva alami tulang belakang.

  • Sudut Kemiringan Optimal: miringkan sandaran kursi sekitar 40โ€“45 derajat untuk mengurangi tekanan dan mencegah refluks asam lambung.

  • Gerakkan Kaki secara berkala saat perjalanan jauh untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah penggumpalan.