Konten dari Pengguna

Peran Guru Dalam Pembelajaran di Era Digital

Siti Nur Hikmah

Siti Nur Hikmah

mahasiswa universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Siti Nur Hikmah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

kegiatan pembelajaran berbasis digital, SMP Islam Terpadu Al-Qosimiyyah, Kecamatan Parung Bogor
zoom-in-whitePerbesar
kegiatan pembelajaran berbasis digital, SMP Islam Terpadu Al-Qosimiyyah, Kecamatan Parung Bogor

di era digital, perkembangan teknologi telah merubah cara hidup manusia, termasuk dalam dunia pendidikan. Guru memiliki peran yang lebih luas, tidak hanya sebagai sumber ilmu tetapi juga sebagai pembimbing yang mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Era ini menuntut guru untuk adaptif, inovatif, dan memiliki literasi digital agar mampu menjawab tantangan zaman.

Peran guru dalam pembelajaran di era digital

  1. fasilitator pembelajaran

Guru sebagai fasilator dapat mendapingi siswa dalam memanfatkan teknologi seperti internet, aplikasi pembelajaran, dan perangkat digital untuk mendapatkan ilmu secara efektif.

  1. pembimbing literasi digital

Guru sebagai pembimbing literasi digital dapat membimbing siswa dalam memilih informasi yang valid dan menghindari berita palsu atau hoaks. dan melatih siswa untuk memanfatkan teknologi secara bijak, sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

Guru juga dapat mengajarkan etika digital, seperti berkomunikasi secara sopan di dunia maya dan menghargai hak cipta.

  1. inovator dan motivator

Guru sebagai inovator dan motivator dapat memberikan motivasi kepada siswa agar tetap semangat belajar meskipun menggunakan metode daring.

Guru juga dapat menghadirkan inovasi, seperti gamifikasi atau pembelajaran berbasis proyek, untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan menantang.

kegiatan membuat Desain Kreatif Siklus Air dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, SMP Islam Terpadu Al-Qosimiyyah, kecamatan parung bogor

sebagai contoh, dalam pelajaran IPA guru dapat memberikan tugas kepada siswa untuk membuat desain kreatif mereka sendiri. Guru memberikan panduan dan umpan balik untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan kreativitas mereka. Guru sebagai motivator dapat memberikan dorongan positif terhadap hasil karya siswa dan memotivasi untuk terus mengembangkan potensi tersebut.

  1. penghubung antar generasi

Guru sebagai penghubung antar generasi dapat menjadi jembatan antara generasi siswa yang lahir di era digital (digital natives) dengan sistem pendidikan yang konvensional.

Guru juga dapat membantu siswa memahami bagaimana teknologi dapat digunakan secara produktif, bukan hanya untuk hiburan.

  1. pendidik nilai dan karakter

Guru tetap berperan menanamkan nilai-nilai moral, agama,dan etika dalam pembelajaran digital. Guru juga dapat membangun karakter siswa agar menjadi individu yang bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.

tantangan yang dihadapi guru

  1. kesenjangan digital

  • akses tidak merata: tidak semua siswa memiliki perangkat teknologi (komputer, smartphone) atau akses internet yang memadai, terutama di daerah pedesaan.

  • ketimbangan ekonomi: banyak keluarga tidak mampu menyediakan fasilitas belajar digital untuk anak-anak mereka.

solusi :

  • sekolah dan pemerintah perlu menyediakan infastruktur yang merata, seperti bantuan perangkat atau internet gratis bagi siswa kurang mampu.

  1. kurangnya kompetensi digital guru

  • tidak semua guru menguasai teknologi atau memahami cara menggunakan platform digital secara optimal untuk pembelajaran.

  • beberapa guru merasa kesulitan mengikuti perkembangan teknologi yang terus berubah

solusi:

  • mengadakan pelatihan dan workshop secara rutin untuk meningkatkan literasi digital guru.

  • memberikan panduan atau modul pembelajaran teknologi yang mudah dipahami.

  1. infrastruktur yang belum memadai

  • koneksi intenet lemah: banyak daerah, koneksi internet sering tidak stabil, sehingga mengganggu kelancaran pembelajaran daring.

  • keterbatasan perangkat: guru dan siswa kadang harus berbagi perangkat dengan anggota keluarga lain.

solusi:

  • menggunakan materi pembelajaran offline yang bisa diakses tanpa koneksi internet, seperti modul atau vidio yang diunduh terlebih dahulu.

  • pemerintah dan sekolah bekerja sama dengan penyedia layanan internet untuk memperbaiki aksesibilitas di wilayah terpencil.

  1. penyalahgunaan teknologi oleh siswa

  • beberapa siswa menggunakan perangkat digital untuk kegiatan yang tidak mendukung pembelajaran, seperti bermain game atau mengakses media sosial secara berlebihan.

  • siswa bisa terpapar konten negatif seperti hoaks, pornografi, atau cyberbuliyying.

solusi:

  • guru mengajarkan literasi digital untuk membimbing siswa menggunakan teknologi secara positif.

  • melibatkan orang tua dalam mengontrol penggunaan teknologi siswa di rumah.

tantangan dalam pembelajaran di era digital memerlukan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk guru, siswa, orang tua, dan pemerintah. dengan strategis yang tepat, tantangan ini dapat diatasi, sehingga pembelajaran di era digital menjadi lebih efektif dan inklusif.