Ini Kemampuan Sosial Emosional Anak 1-5 Tahun

SKATA adalah sebuah inisiatif digital yang mendukung pemerintah Indonesia dalam membangun keluarga melalui perencanaan yang lebih baik. SKATA lahir tahun 2015 melalui kerjasama antara Johns Hopkins CCP dan BKKBN.
Tulisan dari Skata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Melihat si kecil bisa bernyanyi ABC hingga Z kerap membuat orang tua bangga, apalagi jika bisa berhitung. Tapi, ketika anak mendadak tidak patuh, ngotot ingin melakukan dengan caranya sendiri, atau tidak mau berbagi, Anda mendadak pusing tujuh keliling. Masih bagus jika Anda tidak melabeli anak dengan kata nakal, cengeng, atau egois seperti yang terjadi pada orang tua yang tidak memahami fase perkembangan anak. Padahal, sederet perilaku yang dianggap tidak baik tersebut merupakan salah satu pencapaian dalam tahap perkembangan sosial emosional anak, lho!
Aspek emosi dan sosial ini tidak kalah penting dari tahap perkembangan fisik, kognitif, dan bahasa. Bahkan, sebuah riset yang dimuat dalam Psychology Today menunjukkan bahwa kecerdasan sosial emosional pada usia TK berpengaruh besar pada kesuksesan akademis, karier, dan kehidupan sosialnya kelak. Itulah mengapa orang tua harus tanggap terhadap tahap perkembangan sosial emosional anak sehingga bisa merespon dengan tepat. Berikut adalah sejumlah capaian aspek sosial emosional anak usia 1-5 tahun seperti yang tercantum dalam buku Keluarga Kita (Najelaa Shihab):
Usia 1 tahun
Memperhatikan orang dewasa dan menirunya saat bermain
Mampu mengambil dan menaruh barang saat dimintai tolong
Berperilaku baik pada orang lain namun tidak pada orang asing
Bisa bermain sendiri walau tidak lama
Senang dipeluk dan dibacakan cerita
Menunjukkan ekspresi marah atau menangis saat lapar dan lelah
Mengenali diri sendiri saat bercermin
Baca: Tahap Kemampuan Komunikasi Anak, Orang Tua Wajib Tahu
Usia 2 tahun
Ingin ikut melakukan aktivitas orang dewasa, seperti mencuci, menyapu
Mulai menunjukkan empati, seperti memeluk ibu yang sedang sedih
Mulai paham arti kata “jangan”
Mulai bisa menolak dengan kata “tidak”
Mengimitasi anak lain saat bermain meski masih bermain sendiri
Menawarkan untuk berbagi mainan, namun tetap mendominasi dan sulit berbagi dengan anak lain
Mulai berlatih memisahkan diri dan menunjukkan kebahagiaan saat bertemu lagi dengan pengasuh
Usia 3 tahun
Paham konsep berbagi namun tidak selalu bisa melakukannya
Suka bermain drama dan berbicara sendiri
Ramah dan senang tertawa
Mengamati anak lain bermain meski masih lebih menikmati bermain sendiri
Mulai bisa merasa takut terhadap ruang gelap, monster, mimpi buruk, atau api
Menunjukkan perhatian dan kasih sayang pada anak yang lebih kecil atau yang sedang sedih
Mulai menunjukkan emosi sederhana dengan tepat: aku marah, aku takut
Mempertahankan mainannya dengan agresif
Dapat duduk mendengar cerita selama 10 menit
Usia 4 tahun
Bersikeras melakukan rutinitas sendiri, tapi frustrasi ketika gagal
Perubahan mood secara tiba-tiba, seperti marah saat permintaan tak dipenuhi
Mulai lebih mudah beradaptasi
Mengekspresikan marah secara verbal daripada fisik, misal “Kita nggak temen lagi!”
Mulai berkomentar saat mengobservasi, misal “Kok bapak itu nggak pakai helm?”
Bias bekerja sama dalam kelompok, seperti saat bermain drama
Mulai belajar bersahabat, berinteraksi intens dengan teman pilihannya
Menikmati bicara sendiri, hubungan kuat dengan teman imajiner
Baca: Ini Cara Aman Ajak Anak ke Tempat Wisata saat AKB
Menunjukkan perhatian dan kasih sayang saat anak yang lebih kecil tersakiti
Kontrol diri lebih baik, misal belajar menahan marah dengan menarik napas
Menyepakati aturan beserta konsekuensinya dengan orang tua atau guru
Senang membuat lelucon dan membuat orang lain tertawa
Membina persahabatan dengan 1-2 teman dalam jangka waktu tertentu
Meminta tolong orang dewasa saat tidak bisa, namun menolak dengan baik saat ingin mencoba sendiri
Mengajukan banyak ide untuk bermain bersama
Dengan mengetahui tahap perkembangan sosial emosional anak di atas, Anda bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi capaian kemampuannya dengan bijak. Bantu anak mengenali emosinya dan meresponnya dengan cara yang benar. Beri anak ruang untuk mengembangkan kemampuan sosialnya.
