Konten dari Pengguna

Mengenal 3 Tipe Manajer dan Faktor Kunci di Balik Etika Bisnis Perusahaan

Siti Nadia

Siti Nadia

Mahasiswa manajemen universitas Pamulang

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Siti Nadia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia industri yang kompetitif, keuntungan finansial sering kali dijadikan tolok ukur utama keberhasilan. Namun, apakah mengejar profit harus mengorbankan integritas?

Memahami etika bisnis bukan sekadar formalitas akademik, melainkan fondasi penting agar perusahaan dapat bertahan dalam jangka panjang. Dalam praktiknya, terdapat beberapa tipe manajer saat menyikapi etika, serta faktor-faktor kunci yang memengaruhi iklim moral di dalam organisasi.

3 Tipe Manajer dalam Menyikapi Etika Bisnis

foto: Unsplash

Gaya kepemimpinan dan perspektif seorang manajer berpengaruh besar terhadap keputusan bisnis yang diambil. Secara umum, tipe manajer terbagi menjadi:

1. Immoral Management (Manajemen Tidak Bermoral) Tingkatan terendah dalam penerapan etika bisnis. Manajer tipe ini secara sadar mengabaikan prinsip-prinsip moral dan etika dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Mereka cenderung memanfaatkan kelemahan masyarakat demi keuntungan pribadi atau kelompok, bahkan menganggap hukum sebagai penghalang dalam mencapai tujuan mereka.

2. Unintentional Amoral Management (Manajemen Amoral Tidak Disengaja) Manajer tipe ini sebenarnya memiliki pemahaman tentang etika, tetapi kurang peka atau lalai terhadap dampak keputusan bisnisnya bagi pihak lain (stakeholders). Meski mungkin berniat baik, mereka berfokus pada kepatuhan aturan hukum saja tanpa memikirkan aspek moral dari tindakan mereka.

3. Intentional Amoral Management (Manajemen Amoral Disengaja) Tipe ini memahami norma etika yang berlaku, tetapi secara sadar memilih untuk melanggarnya berdasarkan pertimbangan bisnis, seperti mengejar efisiensi. Mereka memiliki pandangan bahwa etika hanya berlaku untuk kehidupan pribadi dan berada di luar ranah dunia bisnis.

Empat Pilar Fondasi Etika Bisnis Penerapan etika dalam perusahaan dipengaruhi oleh pilar-pilar dasar yang membentuk cara pandang individu maupun kelompok:

  • Agama: Menjadi sumber prinsip moral dan etika utama yang memberikan panduan hidup serta aturan berinteraksi.

  • Filosofi: Kajian tentang kebijaksanaan dan pandangan hidup yang memengaruhi perilaku serta sikap seseorang berdasarkan pembelajaran dan pengalaman

  • Budaya: Sistem nilai dan cara hidup yang diwariskan antar-generasi, yang memengaruhi pola komunikasi serta interaksi sosial dan bisnis.

Hukum: Aturan yang dibuat untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan, melindungi hak asasi manusia, serta mengatur interaksi perdagangan. Aristoteles pernah mengungkapkan bahwa "Sebuah kekuasaan hukum akan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan undang-undang yang menindas dan mendominasi."

Faktor Kunci Penentu Etika Perusahaan Selain pilar dasar di atas, terdapat faktor eksternal dan internal yang sangat menentukan keberhasilan penerapan etika di tempat kerja:

  • Kepemimpinan (Leadership): Pemimpin berfungsi untuk membimbing, memengaruhi, dan memotivasi anggota demi pencapaian tujuan bersama secara beretika.

  • Strategi dan Performa: Perusahaan yang sehat mampu menyelaraskan target finansial dengan standar etika secara transparan.

  • Karakter Individu: Sifat pribadi, motivasi, kemampuan beradaptasi, serta perspektif unik tiap individu memengaruhi keputusan etis yang diambil.

  • Budaya Organisasi: Keyakinan dan norma bersama yang menjadi panduan perilaku seluruh anggota perusahaan serta menentukan citra organisasi di mata masyarakat.

Keberhasilan bisnis sejati tidak hanya diukur dari angka laporan keuangan, melainkan dari bagaimana bisnis tersebut dijalankan secara beretika. Dengan pimpinan yang tepat dan budaya organisasi yang sehat, perusahaan dapat tumbuh secara berkelanjutan.