Konten dari Pengguna

Cara Membuat Image Backup Windows 10 dan Memulihkannya

Skyegrid Media

Skyegrid Mediaverified-green

Gamer's Daily.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Skyegrid Media tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana sih cara kita untuk memulihkan hard drive internal atau SSD disaat Windows tidak bisa di-boot? Biasanya kita bisa sih menginstal ulang windows, tetapi setelah kita install ulang, kita juga harus meng-install semua program yang kita punya sebelumnya. Dan tentunya, mengkonfigurasi ulang satu persatu. Namun, jika kita memiliki image backup kita bisa memulihkan windows dan mengkonfigurasnya hanya dengan beberapa menit.

 

Buat kamu yang bingung karena belum pernah membuat image backup windows 10, atau bahkan yang mohon maaf, menggunakan Windows versi pak Tani, mungkin tips berikut bisa sedikit memberi pencerahan.

 

Beda image Back Up dan File Back Up

 

 

 

Image Backup menyalin semua yang ada di drive kita sampai pada partisi dan boot sector. Ini adalah satu – satunya cara yang benar untuk mem-backup windows installation. Sedangkan File Backup hanya mem-backup copy-an dari dokumen, photo, spreadsheet, dan lain – lain. Di lain pihak file backup juga sangat penting, dimana saat kita sudah menginstall kembali windows, kita tidak akan mungkin untuk mereposisi, photo, atau dokumen – dokumen penting lainnya satu persatu.

 

Sebagai perbandingan, Image backup sangat menghemat waktu disaat kita terjadi hal yang tidak diinginkan pada sistem operasi komputer kita, yang memaksa kita harus menempuh jalan instal ulang sistem operasi, driver dan aplikasi pendukung. Itu mengapa, sangat diisarankan kita melakukan backup image, tiga atau empat kali dalam setahun, serta menyimpannya di hard drive eksternal.

 

Berikut langkah yang seharusnya paling mudah untuk Membuat Image Backup pada Windows 10.

 

 

  1. Sambungkan eksternal hard drive kita yang kosong, yang memiliki daya tampung sebesar semua yang ada di internal drive kita. Dan pastikan juga windows bisa mengakses eksternal hard disk tersebut.
  2. Lalu pergi ke control panel -> System and Security -> backup and restore. Abaikan saja jika kamu menemukan label “Windows 7”
  3. Pilih Create System Image, dan pada tampilan layar berikutnya, pastikan kamu memilih eksternal hard disk yang pastinya punya free space besar sesuai rekomendasi yang tampil. Kamu juga menyimoan dalam keping DVD. Untuk keping DVD, siapkan beberapa keping sesuai estimasi besarnya image Windows 10 kamu.
  4. Selanjutnya tekan next setelah memastikan ulang bahwa kamu sudah memilih drive C dan drive lain dimana sistem operasi Windows 10 terinstal. Tekan tombol Start untuk memulai proses Proses backup.

 

Umumnya akan memakan waktu ber jam – jam, tergantung spesifikasi komputer atau laptop kamu. Terutama sekali spesifiaksi storage utama dan media eksternal tujuan. Sambil menunggu, kamu masih tetap bisa menggunakan komputer untuk melakukan pekerjaan lain.

 

Baca juga: Tips Bersihkan Keyboard PC yang Benar

 

Namun ada baiknya, selama proses backup tidak melakukan update file sistem atau menginstal aplikasi baru. Ada kemungkinan komputer akan terasa lambat. Itu wajar. Sebab, proses duplikasi akan memakan banyak kapasitas memori utama (RAM).

 

Ketika proses backup sudah selesai, akan muncul notifikasi apakah kita ingin membuat System Repair Disk, atau tidak. Jika  PC kamu memiliki optical drive, sebaiknya buat sekeping System Repair disk. Atau, bisa juga membuat recovery drive dengan menggunakan media flash drive. 

 

 

Caranya, klik Start dan ketik recovery drive. Klik Next dan silakan tunggu sistem selesai melakukan scanning. Ikuti petunjuk selanjutnya.Cara Restore Backup

 

 

Jika windows anda masih bisa booting (masuk ke Windows), kamu bisa gunakan metode Recovery. Klik Start -> Settings -> Update & Security, lalu pilih Recovery pada panel kiri lalu pilih Restart.

 

Tapi jika windows tidak bisa booting, bisa gunakan System Repair Disc, yang sebelumnya kamu buat. Caranya, masukkan disc ke dalam optical drive dan boot PC kalian. Saat diminta untuk menekan tombol apapun, tekan tombol apa saja, lalu pilih Bahasa.

 

Atau jika sebelumnya kamu sudah membuat recovery drive, silakan masukkan recovery flash drive pada USB port. Jika PC melewatkan flash drive dan mencoba mem-boot windows, re-boot dan masuk ke layer pengaturan bios (biasanya F2 atau Delete, pilih boot atau urutan boot, dan pilih Flash Drive yang kamu tancapkan tadi. Setelah kalian berhasil mem-boot flash drive, pilih Bahasa. Setelah semua recovery selesai pilih troubleshoot lalu system image recovery dan ikuti petunjuk.

 

Nah, itu tadi beberapa cara membuat image backup windows 10. Sebaiknya kamu memiliki salah satunya, sebagai tindakan preventif jika dikemudian hari terjasi sesuatu pada Windows 10 kamu.

The post Cara Membuat Image Backup Windows 10 dan Memulihkannya appeared first on Skyegrid Media.