Konten dari Pengguna

Review Film SIN – Salah ya Tetap Salah!

Skyegrid Media

Skyegrid Mediaverified-green

Gamer's Daily.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Skyegrid Media tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Review Film SIN – Salah ya Tetap Salah!

Review Film SIN – Salah ya Tetap Salah!
zoom-in-whitePerbesar

Saya sangat berharap, review film Sin ini mampu meredam ekspektasi – ekspektasi liar tentang makna sesungguhnya, dibalik alur cerita yang mengisahkan hal tabu bagi masyarakat kita.

 

“Seberapa kuat perasaan, kalau ditempatkan ditempat yang salah, akan tetap salah…”

 

  • Alur Cerita

 

Film “SIN” yang mengisahkan tentang percintaan anak SMA antara Ametta Rinjani (Mawar De Jongh) dan Raga (Bryan Domani) ini disutradarai oleh Herwin Novianto. Ceritanya sendiri diadaptasi dari novel karya Faradita terbitan tahun 2017, diplatform (Wattpad) dengan judul yang sama.

 

Pada awal cerita, Raga sama sekali tidak menyukai Metta, karena sifatnya yang cenderung angkuh dan dominan. Tambah lagi, dari sudut pandang Raga, Metta merupakan sosok lawan jenis yang terlalu banyak drama & berlebihan, sekedar untuk mendapat perhatian orang disekitarnya.

 

Hubungan percintaan Raga & Metta tidak semulus yang diharapkan, karena keluarga Raga menentang hubungan mereka. Hingga tanpa ada alasan yang Metta ketahui, Raga memutuskan hubungan dan menghilang. Hal ini Raga lakukan setelah ia mengetahui apa alasan orang tuanya menentang hubungan mereka, yakni karena adanya hubungan darah antara keduanya.

 

Baca juga: Review Film The Peanut Butter Falcon

 

  • Karakter

 

Sekalipun berdasarkan novel yang memang sudah terbentuk sifat dan tabiat karakter masing – masing, pem-visualan karakter baik tokoh utama maupun tokoh pendukung pada film ini dikemas dengan cukup baik.

 

Metta merupakan primadona di sekolah yang selalu merasa jikalau semua siswa lelaki ingin menjadi pacarnya. Wujud arogansi dan egois seorang remaja yang beranjak dewasa nampaknya terlalu mudah diperankan oleh Mawar, yang notabene masih dikisaran usia karakter aslinya.

 

Sedangkan Raga, merupakan sosok yang cenderung tertutup hingga membuatnya belum pernah merasakan jatuh cinta. Raga sendiri memilih untuk meluapkan emosi masa remajanya dengan menjalankan rutinitas sebagai pemain boxing.

 

  • Cast

 

Harus diakui, nama Mawar dan Bryan masih ampuh menjadi daya tarik untuk dijadikan ujung tombak mengangkat penjualan film ini, difase pre-tayang dan saat tiba waktu rilisnya. Tapi diluar kepopuleran kedua pemain utama ini, akting mereka dalam memerankan karakter dalam film memang layak diapresiasi. Tambah lagi, jam terbang sang sutradara yang mempu mengabadikan momen menjadi visual yang bagus di tiap adegan.

 

Selain nama Mawar dan Bryant, film ini me

 

  • Visual

 

Saya perhatikan, berbagai adegan dalam film ini sengaja dibuat dramatis untuk menambah bumbu visual yang menjadi andalan sebuah film yang diangkat dari novel. Dan hal ini cukup berhasil mebuat ceritanya lebih hidup dan menarik, sekalipun untuk penonton yang pernah membaca novel aslinya.

 

Tapi nampaknya, menurut saya proses pengambilan beberapa adegan hingga proses editingnya dikerjakan agak terburu – buru,- sisalkan momen saat tragedi Metta diculik. Tapi secara keseluruhan, kualitas visual film ini jauh lebih dewasa dari ceritanya.

 

  • Unique

 

Ditengah tingginya persepsi penonton dan khalayak umum tentang alur cerita film ini, sang produser nampaknya ingin menghadirkan sebuah sketsa hidup tentang cerita hubungan sedarah, yang mungkin sekali terjadi ditengah isu kemerosotan moral saat ini.

 

Pada akhirnya, memang tidak sepantasnya kita men-judge sesuatu yang kita belum tahu cerita sebenarnya,-begitupun harapan produser dan segenap jajaran tim produksi film Sin ini. Dan lewat review film Sin ini, saya berharap seluruh pembaca bisa menyikapi dengan mengedepankan positive-thinking.

 

Penasaran makna sebenarnya dibalik kisah film Sin ini? Cus langsung pesan tiketnya sekarang, biar tak lagi ada dusta di antara kita.. hehehe.. apaan sih

 

The post Review Film SIN – Salah ya Tetap Salah! appeared first on Skyegrid Media.