Fresh Graduate dan Perusahaan Pialang: Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Melamar

Corporate HRD and Founder Scriptumluris.id
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ahmad Fahmi, SH tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mencari pekerjaan pertama setelah lulus kuliah bukanlah hal yang mudah. Di tengah persaingan yang semakin ketat, banyak fresh graduate berlomba-lomba mengirimkan CV ke berbagai perusahaan dengan harapan segera mendapatkan pekerjaan. Sayangnya kondisi ini juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang menawarkan lowongan kerja dengan informasi yang tidak sepenuhnya transparan.
Selama ini banyak orang sudah mengenal modus perusahaan MLM yang sering menyamarkan aktivitas bisnisnya sebagai pekerjaan kantoran, tetapi ada satu jebakan lain yang juga kerap menyasar para pencari kerja pemula, yaitu perusahaan pialang atau broker yang menawarkan posisi kerja dengan deskripsi yang berbeda dari pekerjaan sebenarnya.
Tidak semua perusahaan pialang bermasalah, banyak perusahaan pialang yang legal dan beroperasi sesuai ketentuan, tetapi sebagian oknum memanfaatkan ketidaktahuan pelamar dengan menawarkan lowongan yang terlihat menjanjikan, padahal pekerjaan utamanya adalah mencari nasabah untuk berinvestasi pada instrumen berisiko tinggi seperti forex atau perdagangan berjangka.
Akibatnya, banyak fresh graduate yang datang dengan harapan memperoleh pekerjaan administratif atau posisi manajemen, tetapi justru diarahkan menjadi pencari klien dengan sistem komisi.
Modus yang Sering Digunakan
Salah satu cara yang paling umum dilakukan adalah menyamarkan nama jabatan. Di berbagai situs pencarian kerja, perusahaan semacam ini sering memasang posisi dengan nama yang terdengar profesional seperti Business Consultant, Client Relations Officer, Management Trainee, Marketing Executive, Financial Consultant, dan masih banyak lainnya.
Bagi pelamar yang baru lulus, nama-nama jabatan tersebut tentu terdengar menarik. Apalagi jika deskripsi pekerjaannya dibuat umum dan tidak menjelaskan secara rinci tugas sehari-hari yang akan dijalankan.
Proses seleksinya sering kali terkesan terlalu mudah. Banyak pelamar mengaku langsung mendapatkan panggilan wawancara hanya beberapa jam setelah mengirimkan lamaran. Tidak sedikit pula yang merasa diterima tanpa proses seleksi yang ketat.
Secara logika, perusahaan yang benar-benar membutuhkan tenaga profesional biasanya memiliki proses rekrutmen yang lebih terstruktur, mulai dari seleksi administrasi, tes kemampuan, hingga wawancara yang mendalam sesuai kebutuhan posisi.
Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah komunikasi yang terlalu agresif. Pelamar sering kali dihubungi berkali-kali melalui telepon atau WhatsApp dan didorong untuk segera hadir dalam sesi wawancara tanpa diberi waktu yang cukup untuk mencari informasi mengenai perusahaan tersebut.
Ketika Datang ke Kantor
Banyak pelamar baru mulai menyadari kejanggalan setelah menghadiri wawancara atau pelatihan awal.
Alih-alih mendapatkan penjelasan mengenai tugas administratif, manajemen, atau operasional perusahaan, mereka justru diperkenalkan pada teknik telemarketing, cara menelepon calon nasabah, serta strategi menawarkan produk investasi kepada orang lain.
Dalam beberapa kasus, pelatihan yang diberikan hampir seluruhnya berfokus pada cara mencari klien baru. Pelamar juga diminta membuat daftar kontak pribadi yang dapat dihubungi untuk ditawari investasi.
Pada tahap ini, pekerjaan yang dijanjikan sebelumnya sering kali berubah. Fokus utama bukan lagi menjalankan fungsi kantor, melainkan mengejar target mendapatkan investor baru.
Masalah lain yang sering muncul adalah sistem penghasilan. Banyak perusahaan menawarkan potensi pendapatan yang sangat besar, tetapi tidak menjelaskan secara terbuka bahwa sebagian besar penghasilan berasal dari komisi. Bahkan banyak yang tidak memberikan gaji pokok sama sekali atau memberikan nominal yang sangat kecil dibandingkan standar upah minimum.
Bagi fresh graduate yang membutuhkan penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kondisi ini tentu dapat menjadi masalah serius.
Mengapa Fresh Graduate Rentan Menjadi Korban?
Fresh graduate umumnya memiliki pengalaman kerja yang masih terbatas. Banyak di antara mereka yang belum memahami pola rekrutmen perusahaan maupun istilah-istilah yang digunakan dalam dunia kerja.
Tekanan untuk segera mendapatkan pekerjaan sering membuat seseorang mengabaikan tanda-tanda peringatan yang sebenarnya sudah terlihat sejak awal.
Janji penghasilan tinggi, lingkungan kerja profesional, serta kantor yang berada di gedung perkantoran megah sering kali menjadi faktor yang membuat pelamar merasa yakin tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Secara profesionalnya, tampilan kantor yang mewah tidak selalu mencerminkan kualitas atau transparansi perusahaan.
Cara Menghindari Jebakan
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan riset sebelum menghadiri wawancara. Cari informasi mengenai perusahaan melalui media sosial profesional, forum diskusi, maupun pengalaman pelamar lain yang pernah mengikuti proses rekrutmen di tempat tersebut.
Perhatikan juga ulasan yang muncul di internet. Jika banyak orang menceritakan pengalaman serupa terkait kewajiban mencari nasabah atau sistem komisi yang tidak dijelaskan sejak awal, hal tersebut patut menjadi bahan pertimbangan.
Selanjutnya, periksa legalitas perusahaan. Jika perusahaan bergerak di bidang perdagangan berjangka atau pialang, pastikan mereka memiliki izin yang sesuai dan terdaftar pada lembaga pengawas yang berwenang.
Pelamar juga perlu mencermati deskripsi pekerjaan secara detail. Jangan ragu bertanya mengenai tugas harian, sistem penggajian, target kerja, serta jalur karier yang ditawarkan. Perusahaan yang profesional biasanya akan menjawab pertanyaan tersebut secara terbuka.
Hal yang tidak kalah penting adalah menolak segala bentuk permintaan pembayaran. Perusahaan yang sah tidak akan meminta uang pendaftaran, biaya pelatihan, uang administrasi, ataupun deposit tertentu sebagai syarat diterima bekerja.
Jangan Asal Tergiur
Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, sikap kritis menjadi salah satu modal penting bagi fresh graduate. Tidak semua lowongan yang terlihat menarik benar-benar sesuai dengan ekspektasi yang ditawarkan.
Sebelum menerima panggilan wawancara, luangkan waktu untuk memeriksa profil perusahaan, memahami model bisnisnya, dan memastikan bahwa posisi yang dilamar memang sesuai dengan tujuan karier yang diinginkan.
Mendapatkan pekerjaan pertama memang penting, tetapi terjebak dalam pekerjaan yang tidak sesuai dengan informasi awal justru dapat menghabiskan waktu, tenaga, dan harapan. Karena itu, selain mewaspadai MLM, para fresh graduate juga perlu lebih berhati-hati terhadap berbagai modus perusahaan pialang berkedok lowongan kerja yang masih sering ditemukan hingga saat ini.
