Jangan Gunakan Satu CV untuk Semua Lamaran Kerja, Sesuaikan dengan Posisi

Founder Scriptumluris.id
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Fahmi Fadi, SH tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sudah mengirim lamaran ke banyak perusahaan, tetapi belum juga mendapatkan panggilan? Kondisi seperti ini cukup sering dialami pencari kerja, terutama ketika sedang aktif mencari pekerjaan dan mengirim lamaran ke berbagai posisi.
Mengirim banyak lamaran memang dapat memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan, tetapi ada satu hal yang sering terlupakan, yaitu CV yang digunakan untuk setiap posisi sebaiknya tidak selalu sama.
Bukan berarti CV harus dibuat dari awal setiap kali melamar. Pengalaman, pendidikan, dan kemampuan yang dimiliki tentu tetap sama. Yang perlu disesuaikan adalah cara menyusun dan menonjolkan informasi tersebut agar relevan dengan posisi yang dituju.
Satu CV untuk Semua Posisi Belum Tentu Efektif
Misalnya seseorang memiliki latar belakang hukum, pengalaman administrasi, organisasi, kepenulisan, dan beberapa kemampuan lain. Dengan pengalaman tersebut, ia mungkin bisa melamar posisi Legal Staff, HR, Administration, Compliance, atau Content Writer, tetapi kebutuhan masing-masing posisi tentu berbeda.
Untuk posisi Legal Staff, perusahaan mungkin lebih membutuhkan kemampuan legal research, analisis peraturan, penyusunan dokumen hukum, dan pemahaman hukum acara. Sementara untuk posisi HR, pengalaman administrasi, pengelolaan data, komunikasi, dan pemahaman mengenai ketenagakerjaan mungkin lebih relevan.
Jika semua pengalaman tersebut dimasukkan ke dalam satu CV dengan porsi yang sama, CV justru bisa terlihat terlalu umum. Perusahaan akhirnya kesulitan melihat alasan mengapa kandidat tersebut cocok untuk posisi yang sedang dibuka.
CV Perlu Menyesuaikan Posisi yang Dilamar
Yang dilakukan adalah memilih pengalaman yang paling relevan dan menempatkannya sebagai informasi yang lebih menonjol. Misalnya seseorang pernah bekerja sebagai staf administrasi sekolah. Ketika melamar posisi administrasi, pengalaman tersebut bisa ditonjolkan melalui pekerjaan seperti pengelolaan dokumen, pengolahan data, surat-menyurat, dan pembuatan laporan.
Ketika orang yang sama melamar posisi Legal Staff, pengalaman tersebut mungkin bukan bagian paling utama. Pengalaman riset hukum, pendidikan hukum, organisasi yang berkaitan dengan hukum, atau pengalaman magang di bidang hukum dapat ditempatkan lebih menonjol. Pengalamannya tetap sama, cara menyajikannya yang berbeda.
Lihat Kembali Job Description
Salah satu cara paling sederhana untuk menyesuaikan CV adalah membaca job description sebelum melamar. Perhatikan pekerjaan apa yang akan dilakukan, kemampuan apa yang dicari, serta persyaratan apa yang disebutkan perusahaan. Misalnya lowongan meminta kandidat memiliki kemampuan legal research, legal drafting, contract review, dan regulatory analysis.
Jika kandidat memiliki pengalaman yang berkaitan dengan hal tersebut, informasi tersebut sebaiknya terlihat jelas dalam CV. Jika bagian paling atas CV justru dipenuhi pengalaman yang tidak berkaitan dengan pekerjaan tersebut, recruiter mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan informasi yang relevan.
Penyesuaian seperti ini juga berkaitan dengan sistem penyaringan CV yang digunakan sebagian perusahaan. Banyak perusahaan menggunakan Applicant Tracking System (ATS) untuk membantu mengelola dan menyaring lamaran berdasarkan informasi tertentu dalam CV. Penggunaan istilah yang relevan dengan lowongan dapat membantu informasi yang sesuai lebih mudah ditemukan dalam proses seleksi.
Bukan Harus Memiliki Banyak CV yang Berbeda
Cukup buat beberapa versi berdasarkan kelompok posisi yang sering dituju. Misalnya:
CV Legal untuk Legal Staff, Legal Researcher, Regulatory Affairs, atau Compliance.
CV HR untuk Human Resources, Recruitment, atau People Operations.
CV Administration untuk Staff Admin, Operations, atau General Affairs.
CV Content untuk Content Writer, Copywriter, atau pekerjaan yang berkaitan dengan kepenulisan.
Dengan cara tersebut, satu pengalaman dapat digunakan untuk berbagai lamaran tanpa membuat CV terlihat terlalu umum.
Jangan Memasukkan Semua Pengalaman Sekaligus
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memasukkan seluruh pengalaman ke dalam CV karena merasa semuanya harus diketahui recruiter. CV bukan daftar seluruh aktivitas yang pernah dilakukan seseorang. CV seharusnya membantu recruiter melihat pengalaman dan kemampuan yang paling relevan dengan posisi yang sedang dibuka.
Jika seseorang pernah mengikuti banyak organisasi, memiliki berbagai pengalaman kerja, mengikuti pelatihan, dan mempunyai banyak kemampuan, tidak semuanya harus mendapatkan porsi yang sama.
Pengalaman yang paling relevan dapat dibuat lebih menonjol, sementara pengalaman yang kurang berkaitan dapat diringkas. Dengan begitu, recruiter tidak perlu mencari-cari sendiri bagian mana yang berhubungan dengan posisi tersebut.
Melamar Banyak Posisi Tetap Boleh
Mengirim banyak lamaran bukan sesuatu yang salah. Bahkan pencari kerja memang dapat meningkatkan peluang dengan melamar ke berbagai perusahaan dan posisi yang sesuai dengan kualifikasinya, tetapi strategi tersebut sebaiknya diikuti dengan kualitas setiap lamaran.
Jangan sampai seseorang mengirim 50 lamaran menggunakan CV yang sama persis untuk posisi Legal Staff, Marketing, HR, Admin, dan Customer Service, lalu berharap setiap recruiter melihat kecocokan yang sama.
Setiap posisi memiliki kebutuhan berbeda. Semakin banyak jenis posisi yang dilamar, semakin penting pula untuk menyesuaikan CV berdasarkan kelompok pekerjaan tersebut.
Banyak Melamar Harus Diikuti Strategi
Mencari pekerjaan memang membutuhkan usaha dan konsistensi. Mengirim lamaran ke banyak perusahaan dapat menjadi salah satu strategi untuk memperbesar peluang, tetapi jumlah lamaran bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.
Jika sudah melamar ke banyak posisi tetapi hampir tidak pernah mendapatkan panggilan, mungkin saatnya mengevaluasi kembali CV yang digunakan.
Lihat apakah isi CV sudah menunjukkan kemampuan yang dicari dalam lowongan. Periksa kembali apakah pengalaman paling relevan sudah ditempatkan di bagian yang mudah ditemukan. Pastikan juga istilah yang digunakan sesuai dengan pekerjaan yang dituju.
Kesimpulannya, bukan sebanyak apa lamaran yang dikirim, tetapi juga seberapa relevan CV yang dibawa ke setiap posisi. Melamar ke banyak perusahaan boleh saja, tetapi jangan sampai karena ingin mengejar jumlah lamaran, kita justru menggunakan satu CV yang terlalu umum untuk semua posisi pekerjaan.
