Penyemaian Awal Hidroponik SDN Jelupang 01 Bersama Mahasiswa KKN 05 UIN Jakarta

Founder Scriptumluris.id
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Fahmi Fadi, SH tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jumat, 15 Agustus 2025, menjadi salah satu hari yang berkesan bagi SDN Jelupang 01. Seusai senam pagi yang rutin dilaksanakan setiap Jumat, tepat pukul sembilan, halaman depan sekolah kembali dipenuhi aktivitas. Kali ini, kegiatan yang berlangsung bukan pelajaran seperti biasa, melainkan praktik penyemaian awal hidroponik bersama tim KKN Abhikara 05 Tangerang Selatan. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal metode bercocok tanam modern tanpa menggunakan tanah.
Peserta kegiatan adalah siswa kelas 6C yang berjumlah enam belas orang. Mereka telah dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing terdiri dari empat siswa. Setiap kelompok mendapatkan pendampingan langsung dari dua mahasiswa KKN, sehingga proses bimbingan dapat berjalan lebih intensif dan terarah. Pembagian kelompok ini juga dimaksudkan agar setiap siswa memperoleh kesempatan yang sama untuk mempraktikkan penyemaian dari awal hingga selesai.
Tanaman yang digunakan pada penyemaian kali ini adalah pakcoy dan sawi, dua jenis sayuran yang populer dalam sistem hidroponik karena pertumbuhannya cepat dan perawatannya relatif sederhana. Benih-benih yang digunakan telah dipilih dengan cermat untuk memastikan daya tumbuhnya baik. Media tanam yang digunakan adalah rockwool, yang sebelumnya telah dipotong menjadi ukuran kecil agar mudah digunakan. Proses pembasahan rockwool dilakukan secara sederhana, yaitu dengan memanfaatkan keran cuci tangan yang berada di depan sekolah. Setiap kelompok membawa rockwool mereka ke keran tersebut, lalu membasahinya hingga lembap merata, memastikan media siap menerima benih.
Setelah media basah, tahap berikutnya adalah menempatkan benih. Benih pakcoy dan sawi dimasukkan secara hati-hati ke dalam lubang kecil di permukaan rockwool, satu lubang untuk satu biji, agar setiap tanaman memiliki ruang yang cukup untuk tumbuh. Proses ini memerlukan ketelitian agar benih berada di posisi yang tepat dan tidak terlalu dalam. Setiap kelompok bekerja dengan tertib di bawah arahan pendamping, sehingga semua langkah dilakukan sesuai prosedur yang benar.
Berbeda dengan metode penyemaian di beberapa tempat yang menggunakan penanda pada setiap media, kegiatan kali ini menggunakan cara yang lebih sederhana. Hasil penyemaian dari setiap kelompok diletakkan dalam baskom yang berbeda, sesuai kelompok masing-masing. Hal ini memudahkan pengelompokan dan meminimalkan risiko tercampurnya media semai antar kelompok. Setelah seluruh proses selesai, baskom-baskom tersebut dipindahkan ke tempat khusus yang telah disiapkan. Lokasi ini dipilih karena teduh dan tidak terkena cahaya matahari langsung, sehingga benih dapat berkecambah dengan optimal tanpa risiko kekeringan atau kerusakan akibat sinar berlebihan.
Kegiatan penyemaian ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis kepada siswa, tetapi juga menanamkan pemahaman bahwa pertumbuhan tanaman membutuhkan proses yang sabar dan teratur. Para siswa belajar bahwa keberhasilan bercocok tanam tidak hanya ditentukan oleh jenis tanaman, tetapi juga oleh perawatan yang cermat sejak tahap awal. Meski hasilnya belum terlihat pada hari itu, benih-benih yang telah disemai menyimpan potensi untuk tumbuh menjadi tanaman yang sehat dan siap dipindahkan ke sistem hidroponik yang lebih besar di kemudian hari.
Bagi KKN Abhikara 05, kegiatan ini merupakan bagian penting dari pengabdian kepada masyarakat. Dari media tanam sederhana di halaman depan sekolah, lahir sebuah pembelajaran yang menyentuh: bahwa inovasi pertanian dapat dimulai dari langkah-langkah kecil, dan bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Hari itu ditutup dengan suasana penuh semangat dan rasa bangga dari seluruh peserta, meninggalkan jejak pengalaman yang akan diingat oleh siswa maupun pendampingnya.
