Konten dari Pengguna

Tips Magang agar Dilirik Perusahaan dan Berpeluang Jadi Karyawan Tetap

Ahmad Fahmi, SH

Ahmad Fahmi, SH

Corporate HRD and Founder of Scriptumluris.id

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ahmad Fahmi, SH tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: https://gemini.google.com/d2c70b53-caa4-419a-9f66-643d067269fa
zoom-in-whitePerbesar
Foto: https://gemini.google.com/d2c70b53-caa4-419a-9f66-643d067269fa

Program magang sering dianggap sebagai langkah awal untuk mengenal dunia kerja. Bagi sebagian mahasiswa dan fresh graduate, magang merupakan langkah awal mencari pengalaman dan berharap menjadi peluang untuk mendapatkan pekerjaan tetap setelah lulus.

Tidak sedikit perusahaan yang akhirnya merekrut anak magang menjadi karyawan tetap karena dinilai sudah memahami budaya kerja dan mampu menunjukkan performa yang baik selama program berlangsung. Karena itu cara seseorang menjalani masa magang sering kali ikut menentukan peluang kariernya di masa depan.

Tepat Waktu Jadi Penilaian Dasar

Salah satu hal paling sederhana tetapi sering diperhatikan perusahaan adalah soal kedisiplinan waktu. Datang tepat waktu menunjukkan bahwa seseorang memiliki tanggung jawab dan menghargai pekerjaan.

Hal ini tidak hanya berlaku saat datang ke kantor atau meeting, tetapi juga dalam menyelesaikan tugas. Anak magang yang sering terlambat mengumpulkan pekerjaan biasanya akan dinilai kurang profesional. Konsisten tepat waktu dapat memberikan kesan bahwa seseorang siap bekerja secara profesional meskipun statusnya masih magang.

Tunjukan Inisiatif Saat Bekerja

Perusahaan biasanya lebih menyukai anak magang yang aktif dibanding hanya menunggu perintah. Sikap inisiatif menunjukkan bahwa seseorang memiliki keinginan belajar dan berkembang.

Misalnya:

  1. Berani bertanya saat belum memahami pekerjaan.

  2. Mencari tugas tambahan setelah pekerjaan selesai.

  3. Membantu tim tanpa harus diminta terus-menerus.

  4. Mempelajari sistem kerja perusahaan secara mandiri.

Perlu dipahami, inisiatif juga perlu dilakukan dengan bijak. Jangan sampai terlalu memaksakan diri atau mengambil keputusan diluar kapasitas tanpa arahan atasan.

Bangun Relasi yang Baik di Lingkungan Kerja

Magang juga menjadi kesempatan membangun networking profesional. Relasi yang baik dengan atasan, mentor, maupun rekan kerja bisa membuka peluang karier di masa depan.

Anak magang yang mudah bekerja sama dan memiliki komunikasi baik biasanya lebih mudah diingat oleh perusahaan. Bahkan dalam beberapa kasus, rekomendasi dari atasan magang bisa membantu saat proses rekrutmen kerja nantinya, tetapi penting juga untuk tetap menjaga profesionalitas dan tidak terkesan “cari muka” secara berlebihan.

Berani Menerima Tantangan

Perusahaan sering melihat bagaimana seseorang menghadapi tantangan baru. Ketika diberikan tugas tambahan atau tanggung jawab tertentu, cobalah melihatnya sebagai kesempatan belajar.

Jika mampu menyelesaikannya dengan baik, perusahaan biasanya akan melihat bahwa anak magang memiliki potensi lebih besar dibanding hanya menjalankan tugas dasar saja.

Penting juga memahami batas kemampuan diri. Jangan sampai semua pekerjaan diterima tanpa mempertimbangkan kapasitas dan manfaatnya terhadap proses belajar.

Terbuka terhadap Kritik dan Masukan

Selama magang, kritik dan evaluasi adalah hal yang wajar. Perusahaan biasanya ingin melihat bagaimana seseorang menerima masukan dan memperbaiki diri.

Sikap defensif atau sulit menerima kritik sering kali menjadi penilaian negatif dalam lingkungan kerja, tetapi anak magang yang mau belajar dan terbuka terhadap evaluasi biasanya dianggap memiliki potensi berkembang lebih baik.

Soft Skill Sama Pentingnya dengan Hard Skill

Banyak orang fokus pada kemampuan teknis saat magang, padahal soft skill juga menjadi penilaian penting bagi perusahaan.

Beberapa soft skill yang sering diperhatikan antara lain:

  1. Komunikasi.

  2. Kerja sama tim.

  3. Tanggung jawab.

  4. Manajemen waktu.

  5. Kemampuan beradaptasi.

Tidak sedikit perusahaan lebih memilih kandidat dengan sikap kerja yang baik meskipun masih perlu belajar secara teknis.

Sampaikan Keinginan untuk Bergabung Secara Permanen

Menjelang akhir masa magang, tidak ada salahnya menyampaikan keinginan untuk bergabung sebagai karyawan tetap apabila memang tertarik bekerja di perusahaan tersebut.

Penyampaian ini tentu harus dilakukan secara profesional, bukan terkesan menuntut atau meminta perlakuan khusus. Tujuannya hanya menunjukkan bahwa kandidat memang serius ingin berkembang bersama perusahaan.

Dalam beberapa kasus, perusahaan memang sudah mempertimbangkan anak magang tertentu untuk direkrut karena performanya dinilai baik selama program berlangsung.

Pastikan Perusahaannya Juga Cocok

Menjadi karyawan tetap memang terdengar menarik, tetapi penting juga mempertimbangkan apakah perusahaan tersebut benar-benar sesuai untuk jangka panjang.

Foto: https://gemini.google.com/d786f102-9241-46c2-9dae-8b18513fc0a0

Beberapa hal yang perlu diperhatikan misalnya:

  1. Peluang pengembangan karier.

  2. Sistem kerja perusahaan.

  3. Benefit dan hak karyawan.

  4. Budaya kerja.

  5. Work-life balance.

Karena lingkungan kerja yang sehat juga berpengaruh terhadap kenyamanan dan perkembangan karier seseorang.

Kesimpulannya, peluang anak magang diangkat menjadi karyawan tetap ditentukan oleh kemampuan teknis, sikap kerja, kedisiplinan, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan perusahaan. Karena itu masa magang sebaiknya dimanfaatkan untuk menunjukkan kualitas diri secara profesional.