Hobi Menulis Dapat Meningkatkan Kualitas Kebahasaan

Mahasiswi jurusan Akuntansi fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang
Tulisan dari Sofia Febri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Zaman sekarang, banyak orang yang menanggap remeh mengenai menulis di dalam buku harian dianggap tidak berguna. Padahal, bermula dari hal iseng yang berubah menjadi hobi. Hobi menulis tidak bisa dikatakan sebagai hobi yang dianggap remeh, karena mengarang juga memerlukan potensi dan kemauan keras, kesungguhan, dan giat berlatih dan belajar.
Mengarang bukan hanya sekedar mengarang, tetapi dapat meningkatkan kecerdasan otak. Menurut penelitian Thomas Armstrong, aktivitas menulis bisa dikategorikan pada dua kecerdasan yaitu, kecerdasan linguistik atau disebut Word Smart dan kecerdasan intrapersonal atau disebut self smart.
Kunci utama dalam menulis adalah konsisten. Kita kerap kali kesulitan dalam mengatur waktu untuk menulis, walaupun dalam satu hari kita membiasakan diri menulis 100-500 kata dapat meningkatkan konsistensi dan menjadi sebuah kebiasaan.
Tak jarang orang yang hobi menulis menjadikan itu sebagai mata pencarian, seperti menerbitkan tulisan di platform berbayar atau lebih tingginya lagi yaitu menerbitkan sebuah buku. Walaupun berawal dari sebuah hal iseng yang berubah menjadi hobi, tanpa sadar kita dapat meningkatkan kualitas kebahasaan dalam mengarang tersebut.
Dimulai dari kita menjadi peka terhadap kosa kata yang kita gunakan, sehingga mencari lebih banyak kosa kata yang dapat digunakan. Tak jarang orang yang hobi menulis juga hobi membaca guna memperbanyak kosa kata dalam diri.
Orang yang hobi menulis juga concern terhadap tanda baca sehingga membuat kita tanpa sadar mempelajarinya, seperti penggunaan tanda koma sebelum tanda kutip untuk membuat dialog langsung, membiasakan menggunakan titik di akhir kalimat, dan masih banyak lagi. Jika kita salah menggunakan tanda baca dapat mempengaruhi kalimat yang akan kita tulis bisa menjadi salah arti.
Mengarang juga memberikan banyak manfaat, seperti melatih sikap objektif yang ada dalam diri seseorang atau sesuatu, juga melatih berpikir kritis, aktif, dan kreatif. Bermula dari hobi, membuat diri kita tanpa sadar menguasai hal-hal seperti menguasai struktur kalimat, dapat memperluas kata per kata menjadi kalimat yang utuh, dapat menentukan pilihan kata yang baik dan menyusun ejaan sesuai PUEBI, serta mampu menyusun paragraf.
Maka, agar kemampuan mengarang dapat berkembang dan menjadi lebih baik, kita harus banyak membaca agar ide-ide baru terus bermunculan, serta terus berlatih agar kemampuan menulis selalu berkembang. Kita juga harus menggunakan hati ketika menulis, memosisikan diri kita di dalam tulisan tersebut.
Penulis yang berhasil adalah penulis yang mampu membawa emosi pembaca ke dalam tulisan tersebut. Baik itu emosi marah, sedih, kecewa, dan lain-lain.
