Instagram, Media Komunikasi Politik Masa Kini

SOFIA KASIH KINANTHI
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia
Konten dari Pengguna
22 Desember 2020 20:27 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari SOFIA KASIH KINANTHI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Fitur dalam Instagram
zoom-in-whitePerbesar
Fitur dalam Instagram
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Penggunaan Instagram sebagai media promosi sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, baik untuk pemasaran produk, jasa, ataupun iklan politik. Iklan politik di Instagram memanfaatkan fitur yang tersedia, seperti fitur advertisement yang bisa menjangkau orang dengan menentukan kriteria tertentu atau bahkan fitur Instagram story. Dalam kesempatan kali ini penulis akan membahas pemanfaatan Instagram sebagai media komunikasi politik.
ADVERTISEMENT
Apa sebenarnya Instagram dan mengapa Instagram bisa menjadi media komunikasi politik masa kini? Instagram sendiri merupakan platform sosial media untuk berbagi foto yang berbasis user-generated content. Dimana konten yang beredar dalam Instagram merupakan hasil kontribusi para penggunanya untuk dibagikan kepada pengguna lainnya. Instagram sendiri resmi dirilis pada tanggal 6 Oktober 2010 untuk versi IOS, dua tahun kemudian tepatnya pada tanggal 3 April 2020 Instagram resmi dirilis untuk versi Android. Penggunaan Instagram sebagai sosial media yang berbasis user-generated content, menjadikannya platform yang bisa dimanfaatkan untuk menyesuaikan kepentingan penggunanya.
Dalam kesempatan kali ini, penulis akan membahas tentang penggunaan Instagram sebagai media komunikasi politik. Komunikasi politik sendiri merupakan segala bentuk komunikasi untuk menyampaikan pesan politik, dalam bentuk kebijakan-kebijakan, aturan, maupun pesan lainnya kepada massa. untuk mencapai tujuan tertentu (Muhammad & Aminudin, 2019). Pesan politik yang disampaikan bisa dalam bentuk artikel, anekdot, komik ,hingga karikatur.
ADVERTISEMENT
Pemanfaatan Instagram sebagai media komunikasi politik merupakan hal yang cerdik, karena pengguna internet di Indonesia yang mencapai angka 196,7 juta jiwa (Survei APJII, 9 November 2020). Pada pemilihan presiden tahun 2019 pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin memanfaatkan Instagram sebagai media kampanyenya. Dalam akun Instagram @jokowi, Jokowi mengunggah komik digital dengan judul berani mencoba, yang berisikan Jokowi dengan seorang anak kecil yang sedang menyusun balok, namun runtuh baloknya, kemudian Jokowi membantu anak kecil tersebut untuk membangun baloknya kembali.
Tidak hanya memanfaatkannya dalam satu kesempatan, Presiden Indonesia ke-7 ini melanjutkan penggunaan media sosial Instagram untuk berkomunikasi dengan warganya. Konten yang digunakan Jokowi untuk menyampaikan pesan politiknya dalam bentuk komik dan karikatur. Contoh pemanfaatan Instagram yang terbaru, yaitu ketika masa Pilkada serentak 2020, Jokowi mengajak rakyatnya untuk menggunakan hak pilihnya. Komik digital yang diunggah pada 9 Desember 2020 Jokowi menyampaikan protokol kesehatan yang harus ditaati oleh rakyat ketika sedang ke TPU.
ADVERTISEMENT
Media sosial Instagram juga dimanfaatkan oleh ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR-RI, Fadli Zon. Fadli Zon memilih Instagram sebagai salah satu media untuk kampanye pemilihan anggota DPR tahun 2019. Dengan mengunggah poster video ke akun instagramnya yang berisikan nomor urut dan juga partai yang diwakili oleh Fadli Zon, dalam video yang diunggah di akun @fadlizon tersebut, juga terdapat pesan video dari Prabowo sebagai bagian dari kampanyenya. Setelah terpilih sebagai bagian dari DPR-RI, Fadli Zon masih memanfaatkan Instagram sebagai media untuk melaksanakan komunikasi politik. Fadli Zon menggunakan Instagram untuk menyuarakan pandangannya terhadap isu-isu politik dan juga membagikan informasi terkait isu politik terkini.
Dengan terus bertambahnya pengguna sosial media Instagram, fungsi dari platform tersebut juga semakin bertambah menyesuaikan tujuan penggunanya. Begitu juga dengan komunikasi politik, dengan majunya teknologi dan hadirnya platform Instagram membuka peluang sebagai media baru untuk komunikasi politik. Baik komunikasi politik dalam bentuk kampanye, membagikan isu politik terkini, atau bahkan menyuarakan pendapat terkait isu terkini. Penggunaan Instagram sebagai komunikasi politik juga tidak lepas dari proses pembentukan citra para aktor politik, karena dengan Instagram sebagai media berbasis user-generated content maka para aktor politik bisa membangun citra yang diinginkan. Kelebihan Instagram yang berbasis user-generated content juga memudahkan aktor politik untuk menunjukan posisi mereka dalam politik.
ADVERTISEMENT
Sofia Kasih Kinanthi, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia.