Konten dari Pengguna

Pertanian Indonesia Menciptakan Ekosistem Kolaborasi Apik Antar Sektor

Sofia S Dewi

Sofia S Dewi

Fashion Designer - PR Passion - Marketing & Communication Manager - Blogger

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sofia S Dewi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lahir dan besar di salah satu kampung di Berbah, sudut timur Yogyakarta, membuatku sangat familiar dengan yang namanya kebun dan sawah. Sejak kecil sudah sering ikut almarhumah simbah ke sawah untuk urus pengairan juga memetik kangkung yang menjalar di sela-sela pematang sawah. Bahkan aku sering banget ketiduran di tikar beralaskan rerumputan hijau yang empuk dari siang sampai sore hari. Bahkan ketika ada upacara 'methik' untuk mengawali panen, selalu gak pernah absen bahkan ketika pulang sekolah jalan kaki lihat ada upacara di sawah aku langsung belok untuk ikutan masih lengkap dengan seragam, hihihi, duh kenangan masa kecil yang kukangeni banget saat ini!

hamparan sawah di belakang rumahku di Yogyakarta, sampai detik ini masih mempertahankan punya sawah dan tidak membangun rumah di atasnya.
zoom-in-whitePerbesar
hamparan sawah di belakang rumahku di Yogyakarta, sampai detik ini masih mempertahankan punya sawah dan tidak membangun rumah di atasnya.

Melihat bagaimana kehidupan di kampung lalu saat kecil sering lihat tayangan bumper salah satu televisi swasta yang memperlihatkan hijaunya tanah Indonesia disertai seseorang yang tertawa lepas dengan menunjukkan jempolnya, tentu kamu masih ingat kan? Gambaran kesuburan Indonesia sangat terlihat di sana. Lain dulu lain sekarang, kalau dulu banyak lihat di TV saja, sekarang udah bisa melihat langsung untuk jalan-jalan ke beberapa daerah menikmati hijaunya Indonesia ..

Indonesia Penghasil Utama Produk Pertanian Tropis

Sudah jadi rahasia umum kalau Indonesia itu Zamrud Khatulistiwa. Bahkan sudah terkenal ke seluruh dunia sejak jaman dahulu kala karenanya ada para penjajah yang tergoda untuk mengambil hasil bumi berupa rempah-rempah dan hasil pertanian lainnya. No wonder ya, karena Indonesia dikenal sebagai penghasil utama produk pertanian tropis. Beberapa produk hasil tani yang penting di Indonesia adalah beras, kakao, karet alam, minyak sawit, teh, singkong dan rempah-rempah tropis.

Strategi Peningkatan Ekspor Pertanian Indonesia

Kamu pasti udah pada update semua ya bagaimana pemerintah selalu berusaha meningkatkan hasil komoditi pertanian Indonesia supaya bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri dan mendorong ekspor hasil bumi? Iyes! Salah satu strateginya adalah dengan mentransformasi pertanian tradisonal menjadi pertanian modern dengan bantuan para ahli. Selain tentunya mendorong masyarakat agar semakin banyak generasi muda yang terjun ke bidang pertanian.

Sudah dengar juga kan tentang bagaimana kabupaten Merauke mampu berpestasi mengekspor 12 ton beras ke Papua New Guenia? Yup! Itu terjadi di bulan Maret 2019 lalu! Karena memang ada banyak komoditi ekspor non migas di tanah Papua terutama pertanian! Sudah waktunya daerah tersebut dioptimalkan untuk subur dan makmur untuk kesejahteraan bersama!

Tidak mau kalah dengan Merauke, Kalimantan juga mulai membalap bersama Barantan (Badan Karantina Pertanian) untuk melepas ekspor komoditi olahan kayu dari Samarinda, lho! Tentunya ini menjadi primadona ekspor karena tingginya demand dunia. Siapa yang tidak kenal kayu dari Indonesia? Tidak perlu pergi menjemput ke sini, sudah bisa ditemukan di tempat mereka masing-masing dengan adanya ekspor ini. India, China dan Myanmar menyambut baik kedatangan olahan kayu Samarinda ini ke pangkuan mereka.

Irian sudah, Kalimantan sudah, bagaimana dengan Sumatera? Oh, jangan sedih .. Kelapa Sawit juga menjadi primadona di Sumatera untuk dilepas ke Ukrania, Jordania, Brazil juga benua Asia, Eropa dan Afrika!

Bangga ya, Indonesia diprediksi akan semakin jaya dengan kesuburan tanahnya. Memang benar sih, kenali diri sendiri dulu, SWOT apa saja supaya bisa maju dengan gagah berani ke pasar global. Kini dengan mengasah semakin tajam komoditi pertanian di tanah tropis, perekonomian Indonesia akan semakin kuat dan mampu berhadapan dengan dunia.

Pertanian Yang Maju Memicu Pariwisata Berbasis Komunitas

Pertanian Indonesia juga tidak hanya hebat di ekspor namun juga hebat dalam mendukung perkembangan bisnis berbasis komunitas di daerah masing-masing. Pernah dengar istilah desa wisata? Yup! Sudah mulai menjamur di seluruh wilayah Indonesia!

Bisnis berbasis komunitas ini menjadikan masyarakat memiliki penghasilan tambahan melalui kegiatan sehari-hari yang dilakukannya karena bisa menjadi atraksi yang menarik bagi turis domestik maupun manca negara. Lihatlah hamparan terasering padi di ubud dan toraja .. Wisata kebun teh di dataran tinggi Jawa Tengah dan Jawa Barat .. Juga perkebunan kopi di area Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Beberapa wisata pertanian yang bisa kamu nikmati diantaranya :

1. Kebun Teh Ndoro Dongker di Jawa Tengah

2. Terasering dan Treking di Ubud, Bali

3. Terasering dan Treking di Batutumonga, Toraja Utara

4. Kebun Kopi di Bajawa

Menikmati indahnya kebun teh sambil menyantap menu khas Kebun Teh Ndoro Dongker di Jawa Tengah.

Batutumonga Toraja Utara

Kolaborasi Apik Dari Berbagai Pihak

Masih ingat dengan film Filosofi Kopi ? Yang akhirnya bisa menghasilkan sebuah Coffee Shop yang digandrungi kawula muda dan bisa mengangkat kopi lokal dan membawa efek memberi rejeki bagi para petani kopi daerah.

Kopi Toraja dan Bajawa yang tidak kalah sedap yang diterima dengan baik oleh masyarakat Eropa. Membuat semakin banyak petani kopi yang berjibaku untuk menghasilkan kopi terbaik yang layak ekspor karena mampu memberikan penghasilan yang lebih baik guna menopang masa depan anak cucu mereka kelak.

Turun dari wisata kopi disambut senyum sumringah nenek nenek ini .. oh .. so sweet!

Belum termasuk kondisi alam yang sangat instagramable yang akhirnya menarik wisatawan untuk datang. Sebutlah kebun-kebun teh dan kopi juga hamparan sawah yang selalu ramai dijadikan objek foto banyak orang. Lalu mereka juga akan mencicipinya untuk melepas dahaga dan memanjakan lidah dan perut dengan rasa organik dari setiap hasil kebun tersebut.

Tak hanya itu, kini semakin banyak boutique hotel yang menyandingkan hamparan sawah ke dalam lingkungannya sebagai salah satu faktor penarik tamunya, sebagai contoh Omah Tembi di Yogyakarta dan Hati Padi Cottage di Bali.

Sawah yang mengelilingi Hati Padi Cottage ini tidak kalah menarik untuk dijadikan background foto meski saat musim tanam.

Sarapan di Omah Tembi jadi makin adem dengan hamparan sawah di depannya bukan?

Jogging session saat menginap di Omah Tembi jadi bikin liburan makin hot!

Well ..

Kreatif dan optimis juga peka pada peluang usaha yakin bisa menjadikan Indonesia jadi jauh lebih sejahtera dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kembali ke alam namun tetap menyesuaikan diri dengan masa kekinian akan menjadi kolaborasi yang baik antara pertanian tradisional dan modern, juga pola marketing modern yang merangkul lebih banyak pihak untuk terlibat. Yakin! Indonesia #BeraniEkspor ! Yakin! #142KarantinaMelayani akan bisa membawa pertanian Indonesia take off dan berjaya di ranah ekspor dunia!