Konten dari Pengguna

7 Hal Penting dalam Membangun Rumah Modern Ramah Lingkungan

SolarKita

SolarKita

SolarKita is a Smart Energy company.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari SolarKita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

7 Hal Penting dalam Membangun Rumah Modern Ramah Lingkungan
zoom-in-whitePerbesar

Belakangan ini, rumah ramah lingkungan atau eco house sedang ramai dibicarakan, terlebih jika mengingat isu-isu lingkungan seperti pemanasan global. Rumah dengan konsep yang ramah lingkungan dianggap sebagai solusi untuk menekan dampak pemanasan global.

Anggapan tersebut didasari oleh manfaat rumah ramah lingkungan itu sendiri. Eco house menerapkan efisiensi energi sehingga emisi karbon yang dihasilkan lebih sedikit. Selain itu, eco house juga menggunakan material bangunan yang ramah lingkungan sehingga aman bagi kesehatan penghuninya.

Tertarik dengan konsep eco house ini? Mari simak ulasan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membangun rumah modern ramah lingkungan berikut ini.

Pemilihan lokasi pembangunan

Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah lokasi. Pastikan lokasi pembangunan rumah memang sesuai dengan konsep ramah lingkungan. Hindari lahan di bantaran sungai atau daerah resapan air. Membangun hunian di atas lahan seperti ini hanya akan membuat siklus daur air terganggu dan mengakibatkan banjir.

Ada baiknya juga Anda menghindari area yang dekat dengan tempat pembuangan sampah karena rentan bahaya pencemaran air tanah. Pilih lokasi yang memang diperuntukkan untuk hunian. Jangan pernah mendirikan rumah ramah lingkungan di lokasi terlarang seperti kawasan hutan lindung atau kawasan industri.

Pembangunan dengan material ramah lingkungan

Selanjutnya, material. Material yang digunakan untuk membangun eco house tentu bersifat ramah lingkungan. Tidak perlu khawatir, saat ini sudah ada banyak sekali pilihan material yang eco-friendly.

Pilihlah material alami yang tidak mengalami proses pengolahan panjang. Misalnya, batu bata, batu alam, dan kayu. Hindari produk-produk yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan. Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan ashcrete sebagai semen yang tidak mengandung bahan berbahaya.

Pertukaran udara yang baik

Rumah ramah lingkungan juga harus memiliki sirkulasi udara yang baik. Dengan begitu, para penghuni di dalamnya tidak akan merasa sesak. Sirkulasi udara yang baik juga akan membuat rumah terasa lebih sejuk.

Agar rumah memiliki sirkulasi udara yang baik, Anda harus memperhitungkan posisi ventilasi dan jendela dengan cermat. Usahakan tiap ruang di dalam rumah memiliki jendela atau ventilasi. Ada baiknya juga jika Anda mengurangi penggunaan sekat ruangan agar aliran udara tetap lancar.

Pengelolaan sampah dan drainase yang efisien

Salah satu hal yang sering luput dalam pembangunan rumah ramah lingkungan adalah pengelolaan sampah. Padahal, tujuan utama dari eco house adalah menghasilkan sedikit mungkin emisi karbon.

Menekan produksi emisi karbon di rumah bisa dilakukan dengan pengelolaan sampah yang tepat. Pilah sampah Anda, setidaknya bagi menjadi dua bagian: organik dan anorganik.

Begitu pula dengan sistem drainase. Sebelum limbah air dibuang, tampung dalam sumur resapan terlebih dulu. Dalam sumur tersebut, Anda bisa membuat filter untuk memurnikan air. Nah, hasil penyaringan nantinya bisa digunakan menyiram tanaman.

Pemanfaatan energi terbarukan

Ciri utama dari rumah ramah lingkungan adalah penggunaan sumber daya listrik dari energi terbarukan. Sebab, energi terbarukan tidak melalui proses pengolahan yang membahayakan lingkungan.

Saat ini, ada beberapa jenis energi terbarukan. Namun, untuk instalasi listrik di rumah, Anda bisa mempertimbangkan panel surya. Mengapa panel surya? Dibandingkan dengan energi terbarukan jenis lain, instalasi panel surya lebih cocok untuk hunian karena tidak makan banyak tempat.

Ketersediaan area terbuka hijau

Berikutnya, jangan lupa untuk menyisakan sedikit area di rumah sebagai area terbuka hijau. Mengapa demikian?

Selain indah dan sedap dipandang mata, area terbuka hijau di rumah juga bisa menjadi area resapan (biopori). Anda juga bisa mengisi area ini dengan tanaman yang mampu menyerap CO2 dengan baik seperti lili paris dan sirih gading.

Penerapan sistem smart home yang efektif menghemat energi

Dalam mewujudkan rumah modern yang ramah lingkungan, Anda bisa memanfaatkan teknologi. Sekarang ini, sudah banyak peralatan rumah tangga yang menggunakan sistem smart home sehingga lebih hemat energi.

Misalnya, Anda bisa menggunakan smart light. Dengan sistem pencahayaan smart light ini, waktu hidup dan padam lampu dapat diatur secara otomatis. Tidak akan lagi ada kasus lampu menyala sepanjang malam karena lupa dimatikan. Hasilnya, penggunaan listrik pun makin hemat.

Bagaimana, tertarik untuk membangun rumah ramah lingkungan sendiri? Jangan lupa untuk memperhatikan hal-hal di atas, ya. Anda juga bisa mulai dengan memanfaatkan energi terbarukan seperti panel surya.

Panel surya memanfaatkan sinar matahari sebagai pembangkit listrik sehingga lebih ramah lingkungan. Mulai wujudkan rumah ramah lingkungan Anda dengan panel surya dari SolarKita sekarang juga. Klik di sini untuk konsultasi mengenai pemasangan panel surya!