Mengenal Lebih Dekat Wakil Ketua DPD PSI Kota Medan Sahat M Hariandja
Tulisan dari Cerita Sumatera Utara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Matanya terlihat memerah ketika bicara tentang Intoleransi yang kini marak terjadi di Indonesia hari-hari ini. Tangannya terlihat geram membahas korupsi yang kian hari kian menyiksa rakyat. Kupingnya terlihat panas kala bicara kemiskinan dan ketidakadilan belum juga menemukan penyelesaian serius.
“Tidak ada pilihan lain kecuali masuk ke dunia politik, bekerja untuk rakyat dan berbuat untuk masyarakat yang lebih luas. Politik itu merupakan alat mensejahterakan rakyat, bukan sekadar tujuan berkuasa” kata Sahat M Hariandja.

Sahat M Hariandja, merupakan politisi muda yang kini bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Bergabungnya Sahat M Hariandja ke Partai anak muda yang ketua umumnya Grace Natalie dan Sekjennya Raja Juli Antoni ini adalah wujud nyata totalnya dia berpolitik. Alasan utamanya adalah persamaan visi-misi dan memandang politik yang lebih luas untuk keragaman dan kebajikan. Lebih lanjut, Sahat M Hariandja dipercaya sebagai wakil ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Medan.
Sahat M Hariandja lahir di Kota Pematang Siantar, pada 25 Mei 1982, yang kerap di sapa Bang Andja sejak awal ingin total di dunia politik sejak melihat PSI sebagai partai yang jauh dari dosa masa lalu. Setelah sebelumnya Ia sempat ragu akan politik, sejak melihat PSI dia punya keyakinan kuat partai ini adalah partai masa depan dengan trilogi perjuangan; Menebar Kebajikan, Merawat Keragaman dan Mengukuhkan Solidaritas.
Baginya tidak ada kompromi terhadap tindakan kejahatan yang melukai hati rakyat sebab Indonesia merupakan negara demokrasi yang kekuasaannya ada di tangan rakyat, apalagi sampai menyengsarakan rakyat dan membuat rakyat kehilangan jati diri, itu harus di lawan. Jati diri bangsa Indonesia adalah Solidaritas bernama Gotong Royong. Untuk itu Bang Andja selalu punya tekat membangun kembali jiwa solidaritas dan keberagaman di Indonesia khususnya kota Medan.
Lebih lanjut, Bang Andja saat ini sedang dalam proses menyelesaikan Tesisnya S2nya di Magister Manajemen Properti dan Penilaian di Universitas Sumatera Utara (MMPP USU).
Saat ditanya mengenai dukungan dari keluarga Bang Andja bilang, dirinya mendapat dukungan 100% berpolitik dari Istri dan ketiga anak-anaknya. Baginya support dari keluarga adalah hal yang utama untuk masuk kedunia politik. Namun, dengan ketulusan dan keiklasan serta tujuan yang sangat bagus dirinya mendapatkan dukungan penuh dari keluarga yang juga akan memajukan masyarakat.
"Politik itu cita-citanya Mulia"
Pemuda yang juga pengagum Soekarno yang sejak muda suah masuk kedalam dunia politik. Lebih lanjut Bang Andja mengatakan, Ia sangat terinspirasi dengan kata-kata Soekarno yang mengatakan;
“Seribu orang tua bermimpi, satu pemuda mengubah dunia”

Artinya, masuknya dirinya bersama puluhan ribu bahkan ratusan ribu anak muda di PSI membuat dirinya semakin yakin bahwa apa yang dikatakan Soekarno untuk Indonesia yang lebih baik lagi bisa segera terwujud. Sebab, baginya ini sebuah kehormatan bisa berjuang bersama-sama anak-anak muda se-nusantara.

Bang Andja juga merupakan aktivis sosial dan banyak bergabung dengan komunitas-komunitas di Kota Medan. Misalnya komunitas anak muda untuk slah satu brand Sepeda Motor, Komunitas penggemar klub sepakbola Inggris, Chelsea dan beberapa komunitas lainnya yang sifatnya non-profit tapi sosial.
Karena baginya, anak-anak muda harus menebarkan kebajikan dan kebaikan. Anak-anak muda harus petarung dan tidak pragmatis. Jangan dipandang bahwa anak-anak muda hanya untuk ugal-ugalan, tapi disitulah generasi sekarang harus merubah paradigma anak-anak muda harus berguna untuk nusa dan bangsa. Generasi Millenial bermasyrakat dan bergaul, Bang Andja aktiv pula di Media Sosial yang membuatnya cukup populer dikalangan pemuda kota Medan.
Lebih lanjut, dia mengajak pula untuk anak-anak muda kota Medan untuk bergabung di dunia Politik bersama PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA (PSI).


