Perbedaan Adalah Kekayaan

Seorang Mahasiswa semester 1 jurusan Jurnalistik Universitas Multimedia Nusantara yang ingin mendalami ilmu dalam dunia Jurnalistik.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sopater Daniel Satritama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tahukah Anda bahwa negara kita Indonesia adalah negara yang kaya?
Mengapa bisa dikatakan kaya?
Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau dan dihuni oleh sekitar 255 juta penduduk yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan penduduk terbanyak nomor empat.
Dengan jumlah penduduk sebanyak itu, pastinya banyak keanekaragaman budaya, etnis, dan agama dalam negara ini. Artinya, bangsa Indonesia merupakan bangsa majemuk yang terdiri dari banyak berbagai suku bangsa, agama, dan bahasa.
Dari konsep bangsa Indonesia merupakan bangsa majemuk tersebut, pada akhirnya mengajarkan kita untuk menjunjung tinggi makna toleransi.
Toleransi dalam pendidikan di Indonesia dimaknai sebagai 'sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnik, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya' (Pusat Kurikulum Kemendiknas, 2010).
Untuk mencapai sebuah toleransi, bangsa kita memiliki sebuah pegangan yang kuat, yaitu “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda, tetapi tetap satu.
Walaupun Indonesia telah memiliki pegangan yang kuat, hal itu belum cukup untuk mengatasi masalah kaum mayoritas dan minoritas.
Dalam masyarakat yang beragam, kita perlu untuk memahami tentang relasi kuasa. Relasi kuasa yang tidak setara inilah yang dapat memunculkan kelompok mayoritas dan minoritas.
Untuk mengatasi masalah keberagaman dan ketimpangan relasi kuasa, ada lima tahap menurut Walzer (1999) dan Frost (2017), yaitu sebagai berikut.
1. Toleransi
Tahap yang pertama adalah toleransi. Toleransi adalah hal yang harus ditekankan dalam konteks kelompok mayoritas dan minoritas.
Toleransi bersifat tidak terbatas, bukan hanya berkaitan dengan identitas agama dan etnis, melainkan juga mencakup berbagai subjek keberagaman seperti jenis kelamin, kemampuan fisik, dan ideologi. Dalam toleransi biasanya ada unsur ketidaksukaan terhadap suatu hal, dan merasa diri yang paling benar.
Orang yang tidak memiliki rasa toleransi akan berusaha untuk melenyapkan hal yang tidak disukainya. Namun orang yang memiliki rasa toleransi tentunya akan membiarkan perbedaan tersebut dan menghargainya. Inilah mengapa saya katakan bahwa toleransi itu penting dan perlu ditekankan, yaitu karena toleransi dapat mencegah terjadinya kekerasan dalam merespons konflik.
2. Ketidakacuhan
Tahap selanjutnya adalah ketidakacuhan. Ketidakacuhan adalah kondisi ketika seseorang tidak memedulikan perbedaan yang ada di sekitarnya. Ia tidak merasa terganggu dan tidak ingin membahasnya.
3. Mengakui dan Menghargai
Tahap selanjutnya adalah mengakui dan menghargai perbedaan yang dimiliki tiap-tiap individu. Orang yang berada di tahap ini mengetahui bahwa setiap orang memiliki perbedaan dan ia mengetahui bahwa setiap orang memiliki hak untuk mempertahankan budayanya, agamanya, dan lain-lain.
4. Mengakui, Menghargai, dan Mempelajari
Tahap yang berikutnya tidak hanya mengakui dan menghargai perbedaan, tetapi juga mempelajari perbedaan tersebut. Orang yang ada di tahap ini memiliki sifat yang terbuka dan memiliki rasa antusias yang tinggi karena mempelajari perbedaan merupakan hal yang penting agar dapat mengerti satu sama lain tanpa memandang perbedaan.
5. Pluralisme
Tahap yang kelima atau yang terakhir, yaitu pluralisme. Dalam tahap ini, seseorang tidak hanya menganggap orang yang berbeda sebagai temannya, tetapi akan memiliki sikap kerelaan untuk membela dan memperjuangkan perbedaan yang dimilikinya.
Orang yang berada di tahap ini seharusnya sudah mengerti arti dari perbedaan. Perbedaan merupakan salah satu kekayaan bangsa Indonesia.
Itulah lima tahap yang perlu dimiliki oleh kita agar kita dapat mengerti arti dari keberagaman dan relasi kuasa. Perbedaan dalam suatu bangsa bukanlah sebuah kekurangan, melainkan kekayaan yang dimiliki oleh bangsa tersebut.
Mari ubah pola pikir kita agar kita bisa menjadi sebuah individu yang dapat menghargai sebuah perbedaan karena perbedaan adalah suatu keniscayaan dalam hidup yang perlu dijaga dan dirayakan.
