Lebih Dari Sekedar Magang: Pengalaman Berharga dari Magang Riset di BRIN

Mahasiswa Aktif Program Studi Matematika Universitas Pamulang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sopilah Juwita Alpiani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

“Mengapa hasilnya seperti ini?” (tanya pembimbing sambil menunjuk peta).
Pertanyaan yang terde
ngar sederhana dari pembimbing, namun saya tidak bisa langsung menjawabnya. Padahal, beberapa menit sebelum bimbingan, saya merasa percaya diri bahwa data sudah selesai diolah dan peta Zona Potensi Penangkapan Ikan Pelagis (ZPPIP) yang saya buat sudah siap dan rapi, tinggal menunggu persetujuan. Ternyata, saya salah. Pembimbing tidak hanya menilai kemampuan teknis saja; beliau menuntut saya untuk memahami hasil analisis yang disajikan dalam bentuk peta.
Momen tersebut terjadi ketika saya mengikuti Program Magang Riset di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Kelompok Riset Matematika Biologi dan Dinamika Lingkungan. Pengalaman inilah yang membuat saya sadar bahwa penelitian tidak berakhir pada penyajian hasil analisis saja. Namun, kemampuan menginterpretasikan hasil analisis sangat dibutuhkan dalam penelitian.
Sebagai mahasiswa Program Studi Matematika Universitas Pamulang, dunia penelitian kelautan dan perikanan, terutama pengolahan data satelit, merupakan hal baru bagi saya. Istilah-istilah seperti thermal front, suhu permukaan laut, dan citra satelit NOAA-20 VIIRS terdengar asing dan cukup sulit untuk bisa langsung memahaminya.
Minggu pertama bimbingan saya lebih banyak bertanya daripada memberikan jawaban. Setelah bimbingan, sering kali saya membuka kembali jurnal atau referensi yang disarankan pembimbing untuk memahami penerapan matematika dalam bidang oseanografi, belajar menggunakan tools ArcGIS untuk pengolahan data, hingga memahami bagaimana data suhu permukaan laut dapat dimanfaatkan dalam penelitian perikanan.
Pengalaman magang di BRIN juga mengubah sudut pandang saya terhadap matematika. Di bangku kuliah, matematika sering kali identik dengan rumus dan perhitungan. Di dunia riset, saya melihat bagaimana konsep-konsep tersebut digunakan untuk mengolah data, mendukung analisis, dan menginterpretasikan data hingga pengambilan keputusan.
Selain itu, Magang di BRIN juga mengajarkan banyak hal baru yang tidak dapat diperoleh di bangku kuliah. Ketika ada revisi, saya tidak menganggapnya sebagai kegagalan. Saya juga belajar bekerja dalam lingkungan yang mempertemukan berbagai disiplin ilmu.
Kini, masa magang tinggal menghitung hari. Ketika mengingat kembali hari pertama mengikuti program ini, saya tersenyum melihat perbedaan cara berpikir yang saya miliki sekarang. Saya memang belum menjadi peneliti. Masih banyak hal yang harus saya pelajari. Namun, saya tidak lagi merasa takut ketika dihadapkan pada bidang yang sebelumnya terasa asing.
Bagi saya, itulah pelajaran paling berharga dari Magang Riset di BRIN. Program ini bukan sekadar memberi pengalaman magang atau menambah keterampilan teknis. Lebih dari itu, pengalaman ini mengajarkan bahwa ilmu tidak berhenti pada apa yang dipelajari di ruang kuliah. Ilmu akan terus berkembang ketika kita berani bertanya, bersedia menerima masukan, dan tidak lelah mencari jawaban di balik setiap hasil yang diperoleh.
Beberapa hari lagi program ini akan berakhir. Saya akan kembali ke bangku kuliah dengan membawa lebih dari sekadar laporan penelitian. Saya membawa cara berpikir yang baru: bahwa dalam riset, menemukan jawaban memang penting, tetapi memahami alasan di balik jawaban itu jauh lebih berarti.
