Bangun Pola Pikir Positif, Bapas Purwokerto Gelar Bimbingan Kepribadian

akun ini dikelola tim Humas Bapas Purwokerto Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bapas Kelas II Purwokerto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyumas – Sebagai upaya mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial bagi klien pemasyarakatan, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Purwokerto melaksanakan kegiatan Bimbingan Kepribadian dengan tema “Membangun Pola Pikir Bertumbuh Sebagai Modal Utama Menjadi Manusia Tangguh dan Produktif”, pada Rabu (22/10/2025) bertempat di Griya Abhipraya Mandiri, Kota Lama Banyumas.
Kegiatan ini dihadiri oleh Pejabat Struktural, Pembimbing Kemasyarakatan (PK), Jabatan Fungsional Umum (JFU), klien Bapas Purwokerto, serta mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto yang turut mendukung jalannya kegiatan. Hadir sebagai narasumber yaitu Sudjarwo Wongso dan Waidi, MBA.Ed, CPC, keduanya merupakan dosen dari Universitas Terbuka (UT) Purwokerto yang berpengalaman di bidang pengembangan diri dan pendidikan karakter.
Dalam penyampaian materinya, Sudjarwo Wongso menekankan bahwa keberhasilan seseorang dalam kehidupan sosial dan profesional sangat ditentukan oleh cara berpikirnya. “Membangun pola pikir bertumbuh sangat penting untuk menjadi manusia tangguh dan produktif. Dengan memiliki pola pikir yang tepat, kita dapat menghadapi tantangan dan mencapai tujuan dengan lebih efektif,” ujarnya.
Sementara itu, Waidi, MBA.Ed, CPC, menjelaskan bahwa pola pikir bertumbuh tidak hanya berkaitan dengan kemampuan belajar, tetapi juga dengan kemauan untuk terus memperbaiki diri. “Pola pikir bertumbuh membantu seseorang untuk keluar dari zona nyaman, menghadapi kegagalan dengan bijak, dan melihat setiap tantangan sebagai peluang untuk berkembang. Inilah fondasi penting agar individu dapat meningkatkan kualitas diri serta berkontribusi positif di masyarakat,” jelasnya.
Kepala Bapas Kelas II Purwokerto, Bluri Wijaksono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan bimbingan kepribadian merupakan bagian integral dari tugas dan fungsi Bapas dalam memberikan pembimbingan, pengawasan, dan pendampingan kepada klien agar mampu beradaptasi kembali di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menanamkan semangat perubahan positif bagi klien. Pola pikir bertumbuh menjadi dasar penting agar mereka mampu mandiri, produktif, serta berkontribusi secara nyata di lingkungan sosial. Bapas Purwokerto berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pembinaan yang konstruktif dan humanis,” tutur Bluri.
Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan merumuskan langkah-langkah konkret dalam membangun pola pikir bertumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Melalui dialog terbuka, para klien diharapkan mampu memahami pentingnya perubahan pola pikir sebagai modal dasar untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan bermartabat.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Bapas Kelas II Purwokerto berharap seluruh klien dapat meningkatkan motivasi diri, menumbuhkan rasa percaya diri, serta mengembangkan potensi yang dimiliki agar mampu melaksanakan reintegrasi sosial dengan optimal. Selain itu, kegiatan semacam ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara petugas pemasyarakatan, klien, dan pihak akademisi dalam upaya bersama membangun manusia yang tangguh, produktif, dan berdaya saing. (DEB)
