Bapas Purwokerto Lakukan Mitigasi Bencana Kebakaran Bersama Unit Damkar Banyumas

akun ini dikelola tim Humas Bapas Purwokerto Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bapas Kelas II Purwokerto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Purwokerto, Info_Pas-
Bapas Purwoerto melanjutkan kegiatan-kegiatan positif yang selalu diselenggarakan setiap hari Jumat. Setelah pada hari-hari Jumat sebelumnya selalu dilaksanakan senam, kerja bakti dan kegiatan penyegaran bersama, kali ini Bapas Purwokerto menggandeng Unit Pemadam Kebakaran Wilayah Kabupaten Banyumas untuk laksanakan mitigasi bencana kebakaran. Mengingat bahwa dalam setiap kondisi atau situasi selalu disertai dengan risiko eksternal seperti terjadi bencana, khususnya kebakaran maka dirasa perlu ada mitigasi dalam rangka tanggap bencana. Kegiatan kali ini dilakukan di aula dan halaman belakang Bapas Purwokerto pada hari Jumat (7/7) dimulai pukul 09.00 WIB selama kurang lebih 1,5 jam.
Dibuka oleh Kepala Bapas Purwokerto, Slamet Wiryono, dengan pesan bahwa antisipasi wajib selalu dilakukan dengan memunculkan mitigasi supaya ancaman terhadap bencana kebakaran bisa dihadapi dan tertanggulangi dengan baik. Perlunya kesiapan, kesigapan dan keahlian dalam menghadapi bencana yang setiap saat bisa terjadi.
"Jangan sampai kita punya alat, punya fasilitas namun kita tidak tahu cara menggunakannya apalagi tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi suatu kejadian kebakaran, baik skala kecil maupun skala besar, ungkap Slamet Wiryono membuka acara tersebut.
Mewakili Unit Petugas Pemadam Kebakaran, Bp. Ponco membuka sesi memperkenalkan diri dan tim serta cakupan tugas dan fungsi Unit Pemadam Kebakaran. Ada beberapa materi yang telah disampaikan oleh Bp. Ponco kepada seluruh pegawai Bapas Purwokerto yang hadir dalam pertemuan tersebut. Mulai dari pemaparan informasi terkait jenis-jenis penyebab terjadinya kebakaran, karakteristik kebakaran, dan juga bagaimana langkah penanganan yang tepat. Langkah-langkah pencegahan kebakaran juga dimulai dari persiapan, saat penanganan dan juga setelah penanganan pemadaman api. Lebih lanjut, Bp. Ponco juga menjelaskan jenis penyebab kebakaran dan sumber api dengan bentuk penanganan yang berbeda-beda sesuai karakteristiknya.
"Ada beberapa macam alat pemadam kebakaran dengan berbagai karakteristik serta kegunaannya untuk masing-masing jenis kebakaran yang terjadi. Setiap alat bisa berbeda-beda tergantung kegunaan dan juga bahan yang ada. Jangan sampai salah penggunaan dan membuat penanganan tidak berjalan baik", ungkap Bp. Ponco menjelaskan.
Setelah penyampaian materi dan petunjuk penggunaan alat serta mekanisme pemadaman api di dalam aula, Bp. Ponco mengajak seluruh pegawai Bapas Purwokerto untuk mempraktekkan langsung bagaimana memadamkan api dengan baik dan benar. Selain menggunakan alat pemadam khusus, beliau juga mencontohkan cara memadamkan api apabila tidak ada alat khusus. Salah satu contohnya dengan menggunakan karung bekas yang dibasahi dengan air diikuti dengan teknik-teknik khusus supaya dapat memadamkan dengan baik tanpa terkena percikan api. Beberapa pegawai termasuk juga Kepala Bapas Purwokerto antusias untuk mempraktekkan penggunaan alat pemadam khusus dan juga manual menggunakan kain basah. Di sela-sela acara, Bp. Ponco juga memuji alat yang dimiliki oleh Bapas Purwokerto yaitu fire block yang belum dimiliki oleh semua instansi di Kabupaten Banyumas. Hanya saja, Bp. Ponco menyoroti alat pemadam api ringan (APAR) yang salah satunya dalam kondisi tidak baik atau siap pakai.
"Perlu diingat, bahwa selain alat dan fasilitas pemadam api yang memadai juga perlu diingat teknik evakuasi dan juga titik kumpul yang tersedia untuk tanggap bencana", ucap Bp. Ponco mengakhiri acara.
(ADA/AHK/YR)
