Entertainment
·
19 Oktober 2020 9:57

Fans Iwan Fals Wajib Tahu Ini!

Konten ini diproduksi oleh Soundfren
Fans Iwan Fals Wajib Tahu Ini! (12512)
Legenda musik satu ini emang nggak pernah lepas kiprahnya dari masa ke masa. Mulai jadi pengamen hingga menjadi musisi besar tanah air. Apa lagu Iwan Fals favoritmu, Fren?
ADVERTISEMENT
  • Kebiasaan ‘ngamen’ di tempat hajatan. Berawal ketika anak muda (13 Tahun) yang tinggal di daerah Bandung itu mengulik alat musik gitar di pelataran rumahnya. Tanpa disadari, kebiasaan itu berbuah hasil positif menjadi hobi yang menguntungkan. Sehingga, pada suatu ketika Iwan Fals muda mempunyai bakat dalam mengemas lagu. Dengan prinsip anak kolong yang mengalir kehidupan sederhana itulah pertama kali tercipta lagu-lagu dengan lirik yang bisa menghibur teman-temanya. Kemudian tak lama berselang, kebiasaan inilah yang membuat dirinya memberanikan diri untuk bernyanyi atau mengamen di tempat umum seperti hajatan, kawinan, dan sunatan. Alhasil, berkat suara dan petikan gitarnya yang selaras itu membuatnya semakin berani melangkah ke industri rekaman.
  • Jual motor untuk rekaman. Selanjutnya dalam beberapa waktu berselang, keahliannya membuahkan perhatian salah satu produser musik. Bersama Bambang Bule (produser dari Jakarta), dia menawari Iwan Fals muda untuk mengadu nasib di Jakarta, setelah mendengar kualitas suara Iwan Fals dari Radio 8EH milik ITB. Setelah memberanikan diri bertandang ke Jakarta, pelantun “Sarjana Muda” ini juga menjual sepeda motor miliknya untuk membiayai master rekaman albumnya. Dari sinilah, karyanya mulai dilirik oleh label rekaman profesional pertama kalinya.
ADVERTISEMENT
  • Rekaman di studio. Musica Studio dengan bangga mengajak Iwan Fals untuk merampungkan album “Sarjana Muda” dengan serius. Berbekal label ternama, Willy Soemantri membantu proyek musik yang cukup sukses dan banyak diminati penggemar yang sekarang dikenal dengan panggilan Oi.
  • Mengikuti festival musik. Kualitas musik yang menyentuh hampir semua kalangan itu, terbukti ‘manjur’ saat mengikuti festival lagu ‘humor’ yang diselenggarakan Lembaga Humor Indonesia. Setelah sang almarhum Arwah Setiawan merekam lagu-lagu humor, Iwan Fals bersama Pepeng, Krisna, dan Nana Krip melanjutkan ke industri rekaman. Meski tak sesukses karya lainnya, setidaknya mereka juara harapan Lomba Musik Humor (1979). Berselang satu tahun (1980), Iwan Fals melanjutkan penampilannya dalam ajang Festival Music Country. Alhasil, keseriusannya itu berbuntut hasil Juara 1 Festival Music Country. Dari kejuaraan inilah, perjalanan musik miliknya terus meningkat dari tahun ke tahun sampai saat ini.
ADVERTISEMENT
  • Konser yang dilarang. Bagi semua pelaku industri hiburan terutama musik, bukan tanpa hambatan. Banyak problematika yang hadir dalam perjalanan karir seseorang musisi maupun band. Apalagi, musisi tersebut sering ‘menyentil’ lingkungan pemerintahan yang kurang perhatian terhadap rakyat. Selama Orde Baru, ada beberapa jadwal konser Iwan Fals yang dilarang atau dibatalkan dengan alasan keamanan. Hal ini karena ‘saking’ kritis, demonstratif dan membangkitkan perlawanan yang massif melalui lagu-lagunya tersebut.
  • Menjadi bintang film “Kantata Takwa”. Setelah bermukim dalam “Kantata Takwa” bersama musisi senior yang digawangi oleh WS. Rendra, Setiawan Djody, Donny Fatah, Jocky Suryo Prayogo, Inisisri, dan Sawung Djabo, Iwan Fals pernah bergabung dengan “Swami” dan membuat hits fenomenal seperti “Bento” dan “Bongkar”. Bersama “Kantata Takwa”, bukan hanya rekor dari ranah musik saja yang diperoleh. Eros Djarot dan Gator Prakosa, berhasil memproduksi sebuah film berjudul sama dan memecahkan rekor produksi terlama di Indonesia. Dimana kurun waktu selama 17 Tahun (1991-2008), film tersebut dibintangi oleh Iwan Fals dan teman-temanya.
ADVERTISEMENT
  • Karya dari sebuah keluarga. Dalam pernikahannya, ada beberapa hikmah dari kisah keluarga kecil yang satu ini untuk kita pelajari. Iwan Fals menikah dengan Rosana atau Mbak Yos. Dari pernikahannya tersebut, kemudian dikaruniai tiga orang anak yaitu Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae dan Raya Rambu Rabbani. Ketiga anak dengan nama yang kedengarannya unik, ternyata menyimpan ekspektasi agar menjadi petunjuk bagi dirinya masing-masing dan orang di sekitarnya.
  • Rekor konser skala internasional. Setelah perjalanan panjang selama lebih dari 3 dekade di industri musik Tanah Air, rekor konser yang paling ‘pecah’ saat Konser Suara Untuk Negeri. Dimana konser menakjubkan tersebut bekerja sama langsung dengan stasiun televisi. Dengan informasi yang meluas di seluruh penjuru Tanah Air, masyarakat secara langsung berpartisipasi ke konser yang diadakan di 4 kota besar di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Medan. Sehingga, konser tersebut menjadi ajang pembuktian kepada dunia dengan memecahkan rekor Guinness Book of World Record berskala internasional.
ADVERTISEMENT
Terbilang keras juga ya perjalanan bermusik seorang Iwan Fals, Fren. Buat kamu yang mah tahu fakta-fakta seputar musisi idola bisa cek di aplikasi Soundfren. Karena Soundfren akan selalu memenuhi kebutuhan bermusik kamu termasuk dengan menambah wawasanmu, Fren.