Sustainable Fashion: Bisnis Baju Bekas Wujudkan SDGs Lewat Thrift Flip

Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Sebelas Maret
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sovira Hikari Luna Shinkoo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tren sustainable fashion semakin menguat di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda. Salah satu manifestasinya adalah dari praktik thrift flip atau mengubah pakaian bekas menjadi produk fesyen baru. Thrift flip ini bukan hanya tren fesyen semata, namun tren ini juga dapat mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam hal konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Masalah Industri Fesyen

Menurut data dari United Nations Environment Programme (UNEP) industri fesyen sendiri menyumbang dan berkontribusi sekitar 10% emisi gas rumah kaca secara global, dimana ini disebabkan oleh rantai produksi yang panjang dari pembuatan hingga pemasaran. Selain itu industri fesyen juga penyumbang polusi air terbesar. Dimana untuk membuat sepasang celana jeans denim, membutuhkan 10.000 liter air untuk menumbuhkan satu kilo kapas untuk membuat sepasang celana jeans tersebut.
Di Indonesia sendiri, limbah tekstil mencapai 3,9 juta ton per tahunnya dengan hanya 12% yang berhasil didaur ulang. Melalui thrift flip ini masyarakat dapat berperan aktif dalam mengurangi dampak negatif industri fesyen terhadap lingkungan dan juga dapat dijadikan sebagai peluang bisnis baru bagi anak muda di Indonesia.
Thrift Flip: Kreativitas dalam Fesyen Berkelanjutan
Thrift flip atau thirft flipping merupakan proses mendaur ulang barang dan menambah nilai pada barang tersebut, barang yang dimaksud dapat berlaku apa saja. Seperti contohnya pakaian, furnitur, barang elektronik, dan sebagainya. Sedangkan dalam konteks pakaian, penambahan nilai dapat dilakukan dengan teknik menjahit ulang, memotong, atau menambahkan aksesoris. Pakaian lama akan disulap menjadi produk fesyen baru mengikuti tren yang sedang berlangsung. Fenomena ini tidak hanya mengurangi limbah tekstil, tetapi juga membuka peluang bisnis bagi pelaku usaha kreatif.
Perwujudan SDGs Melalui Thrift Flip
Praktik thrift flip sejalan dengan beberapa poin dalam SDGs, diantaranya adalah SDG poin 12 yaitu Responsible Consumtion and Production atau Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Dengan memanfaatkan pakaian bekas, thrift flip mengurangi kebutuhan akan produksi pakaian baru. Berbeda dengan fast fashion, dimana baju akan diproduksi dan dijual secara cepat, murah, dan selalu mengikuti tren yang silih berganti. Thrift flip mengurangi timbulan sampah melalui pencegahan produksi pakaian baru, daur ulang, dan penggunaan kembali.
Selain itu, praktik thrift flip secara tidak langsung juga sejalan dengan SDG poin 13 yaitu Climate Action atau Penanganan Perubahan Iklim. Mengurangi produksi pakaian baru juga berarti menurunkan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan selama proses produksi, sehingga praktik ini dapat setidaknya memberikan dampak yang positif bagi lingkungan.
Ada tantangannya?
Meskipun memiliki banyak manfaat, thrift flip juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah isu kesehatan dan kebersihan pakaian bekas. Selain itu, maraknya impor pakaian bekas ilegal dapat mengganggu industri tekstil lokal. Pemerintah Indonesia juga telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan No. 40 Tahun 2022 yang melarang impor pakaian bekas untuk melindungi industri dalam negeri.
Untuk mengatasi tantangan ini, beberapa pelaku usaha menerapkan konsep sustainable thrift shop. Misalnya, LamaLama Indonesia di Sidoarjo Jawa Timur yang berfokus pada pengelolaan pakaian bekas secara berkelanjutan dengan memastikan kualitas dan kebersihan produk sebelum dijual.
Thrift flip bukan sekadar tren fesyen, tetapi juga gerakan sosial yang mendukung gaya hidup berkelanjutan. Dengan mengubah pakaian bekas menjadi produk baru yang bernilai, tidak hanya mengurangi limbah tekstil, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian SDGs. Melalui kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah, thrift flip dapat menjadi solusi inovatif dalam menghadapi tantangan industri fesyen saat ini.
