Konten dari Pengguna

Analisis Operasional: Melihat Kebutuhan Pelatihan dari Pekerjaan

Sri Fatmawati

Sri Fatmawati

Mahasiswa Universitas Pamulang Program Studi Manajemen

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sri Fatmawati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi analisis kebutuhan pelatihan melalui analisis operasional untuk mengidentifikasi kompetensi, standar kerja, kinerja, dan kebutuhan pelatihan karyawan. Sumber : Generate By AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi analisis kebutuhan pelatihan melalui analisis operasional untuk mengidentifikasi kompetensi, standar kerja, kinerja, dan kebutuhan pelatihan karyawan. Sumber : Generate By AI

Analisis operasional merupakan bagian dari analisis kebutuhan pelatihan yang digunakan untuk mengetahui kompetensi apa saja yang dibutuhkan dalam menjalankan suatu pekerjaan. Fokusnya bukan hanya pada siapa yang membutuhkan pelatihan, tetapi juga pada pekerjaan apa yang harus dilakukan dan kemampuan apa yang diperlukan agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sesuai standar.

Dalam analisis operasional, perusahaan perlu melihat tugas dan tanggung jawab setiap jabatan, standar kinerja, prosedur kerja, serta pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki karyawan. Dari sini perusahaan dapat mengetahui apakah terdapat kesenjangan antara tuntutan pekerjaan dengan kemampuan karyawan.

Misalnya, pada perusahaan konveksi terdapat pekerjaan operator mesin jahit. Operator tidak hanya dituntut mampu menjalankan mesin, tetapi juga harus memahami cara penggunaan mesin, menjaga ketepatan jahitan, mengikuti standar kualitas, dan menyelesaikan target produksi. Apabila hasil evaluasi menunjukkan masih banyak kesalahan jahitan karena karyawan belum menguasai teknik tertentu, maka perusahaan dapat mempertimbangkan pelatihan yang sesuai.

Analisis operasional juga perlu memperhatikan perubahan yang terjadi dalam pekerjaan. Ketika perusahaan menggunakan mesin baru, menerapkan standar kualitas baru, atau mengubah prosedur produksi, kemampuan karyawan perlu disesuaikan dengan tuntutan tersebut. Dengan demikian, pelatihan dapat membantu karyawan beradaptasi terhadap perubahan pekerjaan.

Selain itu, perusahaan perlu menentukan kompetensi mana yang benar-benar membutuhkan pelatihan. Tidak semua masalah dalam pekerjaan dapat diselesaikan melalui pelatihan. Jika masalah disebabkan oleh mesin yang rusak, fasilitas yang kurang, beban kerja yang tidak seimbang, atau prosedur yang tidak jelas, maka penyelesaiannya bukan sekadar memberikan pelatihan.

Oleh karena itu, analisis operasional membantu perusahaan agar tidak asal memberikan pelatihan. Perusahaan dapat menentukan materi yang benar-benar dibutuhkan, metode pelatihan yang sesuai, serta hasil yang ingin dicapai. Dengan analisis yang tepat, pelatihan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan karyawan sekaligus mendukung pencapaian tujuan operasional perusahaan.