Konten dari Pengguna

Model-model Plot dalam Pementasan Drama

Sri Hayani

Sri Hayani

Mahasiswi Sastra Indonesia, Universitas Pamulang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sri Hayani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://pixabay.com/vectors/drama-comedy-and-tragedy-theater-312318/
zoom-in-whitePerbesar
https://pixabay.com/vectors/drama-comedy-and-tragedy-theater-312318/

Drama berasal dari Kata "draomai" adalah bahasa Yunani untuk "melakukan", "menerapkan", "bertindak", dan kata kerja lainnya. Perilaku dramatis mengacu pada bagaimana karakter dalam dialog menggambarkan kehidupan. Menurut KBBI, drama adalah cerita atau cerita yang disusun khusus untuk pementasan teater dan mengandung konflik atau emosi.

Menurut Syahid (2008:27), dalam (Solihat, 2017), drama didefinisikan dengan konflik, menekankan wacana, gerak, dan tindakan, diproduksi secara khas, dan membutuhkan ruang, waktu, dan penonton. Drama termasuk dalam kategori karya sastra yang menggabungkan tuturan, aksi, dan kisah hidup, seperti yang ditunjukkan oleh definisi di atas.

Menurut KBBI, pementasan adalah perbuatan, prosedur, atau proses pementasan. Pertunjukan adalah kegiatan apresiasi seni yang berusaha menampilkan karya seni sebagaimana diciptakan dan diapresiasi oleh masyarakat.

Jadi, pementasan drama adalah kegiatan yang menampilkan sebuah drama yang plotnya merinci kehidupan para tokohnya. Bertujuan untuk berupaya menghargai karya sastra, khususnya teater.

Sekitar 2.300 tahun yang lalu, pertunjukan drama pertama kali dipentaskan di Yunani. Pertunjukan Yunani relatif mudah. Tanpa atap, dibangun panggung berbentuk setengah lingkaran dengan tempat duduk melengkung.

Dalam naskah drama disusun oleh beberapa unsur pembangun drama yakni tema, tokoh/penokohan, plot/alur, dan dialog. Pada pembahasan kali ini penulis hanya membahas plot (alur). Dalam pementasan drama plot memiliki peran penting, karena plot adalah bagaimana cerita diceritakan dalam buku, drama, dan bentuk media lainnya. Definisi lain plot adalah sebagai urutan peristiwa yang disusun secara kronologis yang terjadi di seluruh narasi. Plot cerita menetapkan bagaimana berbagai peristiwa harus terkait satu sama lain. Pertimbangkan bagaimana satu insiden terhubung dengan yang lain, dan bagaimana karakter yang digambarkan dan memainkan peran penting dalam narasi semuanya terhubung ke waktu tertentu.

Alur yang biasa kita ketahui yaitu alur maju, alur mundur, dan alur campuran. Namun, penulis akan mengenalkan model-model plot dalam pementasan drama pada zaman Yunani. Namun, demikian model-model plot ini masih digunakan dalam pementasan drama masa kini.

  1. Red herring (pengalih perhatian): misalnya pada sebuah naskah drama menggunakan banyak tokoh dan pembaca bingung siapa tokoh utamanya dan akhir ceritanya seperti apa? Maka model plot ini digunakan untuk mengalihkan perhatian dalam sebuah cerita pada saat pementasan. Bertujuan agar penonton tidak sadar akan suatu hal dibalik cerita tersebut.

  2. Deus ex machina: model plot yang terkenal pada masanya, dan sering digunakan. Model plot ini berkaitan antara manusia dengan Tuhan, model plot ini juga biasanya ditampilkan di akhir cerita atau dapat dikatakan sebagai penutup cerita. Misalnya, dalam sebuah adegan tokoh mengalami tragedi yang mengancam hidupnya dan pada saat itu “turun Tuhan yang akan menyelamatkan tokoh tersebut.”

  3. Chekhov's gun: misalnya dalam sebuah pementasan dalam cerita akan disuguhi atau diperlihatkan alat/senjata, di mana senjata tersebut bisa dipakai oleh sang tokoh sebagai akhir cerita.

  4. Love triangle (cinta segitiga): model plot yang satu ini adalah plot yang biasa digunakan dalam drama yang bertema percintaan, sahabat yang mencintai sahabatnya sendiri, yang di mana dalam ceritanya akan ada tokoh yang mengalami cinta segitiga.

  5. Macguffin: model plot ini biasanya digunakan pada drama komedi dan berkaitan dengan plot twist. Karena adanya plot twist ini akan ada alur yang tidak terduga atau mungkin kejutan.

Itulah model-model plot dalam pementasan drama yang perlu dikembangkan pada masa kini. Karena akan bermanfaat dalam pengembangan drama.