Hubungan Antara Emosi dan Kesehatan Fisik

Mahasiswa Universitas Brawijaya Jurusan Psikologi
Tulisan dari Sri Sulfi Afriani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Emosi dan kesehatan fisik merupakan dua dimensi manusia yang tak terpisahkan. Pikiran dan tubuh saling terhubung, membentuk suatu jembatan kompleks yang mengintegrasikan respons emosional dengan kesehatan fisik. Seiring dengan kemajuan dalam bidang neurosains, kita semakin memahami betapa eratnya kaitan antara emosi dan kesejahteraan fisik, membuka cakrawala baru dalam perawatan holistik manusia.
Nah pastinya kita semua sudah tidak asing lagi kan dengan namanya emosi? Kita sebagai manusia sudah pasti mempunyai emosi.Emosi adalah reaksi tubuh terhadap situasi tertentu,akibat adanya persepsi terhadap situasi, sifat dan intensitas emosi biasanya berkaitan erat dengan aktivitas kognitif manusia atau berpikir,emosi muncul dengan kondisi atau mood yang berbeda,emosi bisa muncul saat kita merasa senang,sedih,kecewa,stres,cemas,takut,marah dan masih banyak lagi.
Pada dasarnya, emosi menggambarkan perasaan manusia dalam berbagai situasi. Sebenarnya tidak ada emosi yang baik atau buruk karena emosi adalah reaksi manusia terhadap berbagai keadaan di dunia nyata. Atkinson (1983) membahas emosi dalam beberapa buku psikologi, ada dua jenis yaitu emosi menyenangkan dan emosi tidak menyenangkan.
Tapi kalian semua tau tidak kalau emosi itu berasal dari sistem otak kita yang menjadi jembatan antara pikiran dan tubuh dan emosi juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik kita loh?pastinya ada dari kita yang masih belum mengetahui jadi ayo kita bahas bersama.
Peran Otak dalam Pengolahan Emosi
Otak memainkan peran penting dalam memproses emosi. Salah satu bagian otak yang terlibat dalam pengaturan emosi adalah amigdala. Amigdala merupakan bagian dari sistem limbik yang berperan dalam perantaraan berbagai aspek dalam emosi dan memori, serta perilaku sosial, mengenali emosi di wajah, menilai kepercayaan memberikan sinyal untuk memobilisasi sistem respons tubuh, yang dikenal sebagai respons "fight or flight". Selain itu, amigdala memberikan makna positif dan negatif pada suatu momen, berubah menjadi kenangan indah atau traumatis. Amigdala berfungsi membantu seseorang untuk belajar dari pengalaman masa lalu dan mempengaruhi pengambilan keputusan berdasarkan penghargaan di masa yang akan datang.
Selain amigdala,dalam sistem limbik ada juga hipotalamus dan hippocampus juga terlibat dalam mengatur perasaan dan emosi seperti kebahagiaan, kesedihan, dan rasa kecemasan. Otak bagian ini dapat memperoleh sinyal listrik dan kimiawi yang bisa mempengaruhi kondisi psikologis dan emosional seseorang.
Emosi melibatkan beberapa tahapan yang saling terkait. Tahapan tersebut meliputi elicitors (dorongan dalam transmisi emosi yang berupa suatu peristiwa), state (perubahan fisiologis yang didapat setelah rangsangan selesai di proses dalam pusat sistem saraf), dan ekspresi (perubahan yang terjadi pada daerah yang dapat diamati, seperti wajah, suara, atau tindakan dari seseorang).
Dengan demikian, otak memiliki peran penting dalam pengolahan emosi, melalui berbagai bagian otak seperti amigdala,hipotalamus dan hippocampus bagian dari sistem limbik.Proses terjadinya emosi juga melibatkan interaksi kompleks antara berbagai bagian otak yang saling terkait.
Emosi dapat mempengaruhi kesehatan fisik
Kesehatan fisik adalah keadaan di mana semua bagian tubuh manusia berfungsi dengan baik.. Tapi emosi dapat mempengaruhi kesehatan fisik seseorang, Kondisi emosional yang buruk dapat menurunkan sistem imunitas tubuh, membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit. Selain itu, kondisi emosional yang buruk juga dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dan mendorong seseorang untuk mengambil keputusan yang berdampak buruk bagi kesehatan, seperti memilih makanan yang tidak sehat saat stres.
Di sisi lain, emosi positif, seperti kebahagiaan, dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat. Ketika seseorang merasakan bahagia, saraf dalam tubuh akan membuat tubuh menjadi sehat dan lebih tenang sehingga emosi bahagia dapat meningkatkan kesehatan.
Selain itu, gangguan emosi seperti rasa sedih, marah, cemas, malu, atau bersalah juga dapat berdampak negatif bagi kesehatan fisik seseorang. Suka marah atau ketegangan emosi dapat mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan fisik, seperti tukak lambung, migrain, pusing karena tegang, dan hipertensi.Oleh karena itu, menjaga kesehatan fisik dan kesehatan emosional secara seimbang sangat penting untuk mencapai kesejahteraan secara menyeluruh.kondisi emosional seseorang dapat mempengaruhi kesehatan fisiknya. Emosi positif dapat meningkatkan kesehatan fisik, sementara emosi negatif dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik seseorang.
Hubungan antara Emosi dan Sistem Kekebalan Tubuh
Emosi dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang, Penelitian menunjukkan bahwa seringnya paparan emosi negatif dapat berdampak pada fungsi sistem kekebalan tubuh. Saat kondisi emosi seseorang memburuk, hal ini dapat mengenai orang sekitar dan juga mempengaruhi kesehatan tubuh. Sistem saraf dan endokrin terlibat dalam terbentunya emosi,dapat berpengaruh dalam mengubah reaksi kekebalan dan menciptakan antigen. Emosi yang buruk juga dapat meningkatkan adrenalin darah, yang berdampak pada timbulnya penyakit.
Menstabilkan emosi begitu penting untuk menjaga daya tahan tubuh,kita dapat memulainya dengan mengekspresikan perasaan dengan sewajarnya tidak berlebihan, berfokus pada hal yang positif dan menghindari hal yang negatif. Selain itu, perasaan dicintai dan didukung sangat berpengaruh. Jadi, cobalah untuk menjadi pribadi yang terbuka dan jujur terhadap perasaan sendiri. Hal terpenting adalah merasa nyaman, menerima, dan mencintai diri kita sendiri. Berkunjung ketempat yang tenang jauh dari keramaian dapat menstabilkan emosi dan membuat emosi yang negatif menjadi emosi positif.
Referensi:
Setiawan, S. (2023, November 28). GURUPENDIDIKAN.COM. Retrieved from “Emosi” Pengertian Menurut Para Ahli & Bentuk ( Positif – Negatif ): https://www.gurupendidikan.co.id/pengertianemosi/#:~:text=%E2%80%9CEmosi%E2%80%9D%20Pengertian%20Menurut%20Para%20Ahli%20%26%20Bentuk%20%28,Emosi%20...%207%20Fungsi%20Emosi%20dalam%20Kehidupan%20
BNN, H. (2023,Oktober 29). Badan Narkotika Nasional Sulawesi Selatan . Retrieved from KONDISI EMOSIONAL SANGAT MEMPENGARUHI KONDISI FISIK, HINDARI STRESS: https://sulsel.bnn.go.id/kondisi-emosional-sangat-mempengaruhi-kondisi-fisik-hindari-stress/
HM, E. M. (2023). Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang. MENGELOLA KECERDASAN EMOSI, 1-16.
Prawitasari, J. E. (2023). BULETIN PSIKOLOGI. KECERDASAN EMOSI, 1-11.
Psikologi UMP. (2023, November 28). Retrieved from Mari Mengenal Emosi: https://psikologi.ump.ac.id/mari-mengenal-emosi/
