Pentingnya Mindset Pendidikan Anak dalam Islam
Tulisan dari Sri Widiyastuti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
BOGOR, 9 Agustus 2026 — SMKIT Insan Toda kembali menguatkan sinergi antara sekolah dan keluarga melalui kegiatan Kelas Parenting bertema “Mindset Pendidikan Anak dalam Islam” yang dilaksanakan pada Ahad, 9 Agustus 2026, di Masjid Insan Toda School, Jalan Raya Ciomas, Bogor.

Kegiatan yang diselenggarakan bersama oleh SD Adab Qurani Insan Toda dan SMKIT Insan Toda ini diikuti orang tua/wali murid dan peserta umum. Kegiatan menghadirkan Ibu Euis Sufi Jatiningsih sebagai narasumber.
Kelas parenting ini diselenggarakan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya membangun mindset pendidikan anak yang berlandaskan perspektif Islam, terutama dalam memahami anak sebagai amanah Allah SWT yang harus dijaga, didampingi, dan dikembangkan sesuai dengan fitrahnya.
Pendidikan Anak Dimulai dari Keluarga
Dalam materi yang disampaikan, peserta diajak memahami bahwa pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Kualitas pendidikan anak dipengaruhi oleh keterkaitan tiga unsur utama, yaitu orang tua, anak, dan lingkungan.
Orang tua memiliki peran utama dalam pendidikan, sementara anak merupakan individu yang memiliki fitrah dan potensi yang perlu dijaga serta dikembangkan. Di sisi lain, lingkungan yang meliputi sekolah, keluarga besar, masyarakat, pergaulan, media, dan berbagai lingkungan lainnya turut memberikan pengaruh terhadap tumbuh kembang anak.
Ketiga unsur tersebut perlu berjalan bersama dalam proses pendidikan anak.
Materi juga menekankan pentingnya dasar mindset orang tua dalam menjalankan pengasuhan. Setiap interaksi dalam keluarga perlu dibangun di atas dasar ketakwaan agar kasih sayang yang diberikan kepada anak tidak hanya bersifat emosional, tetapi juga memiliki landasan nilai dan tujuan yang kuat.
Orang tua juga diajak melihat anak secara utuh sebagai amanah, ujian, perhiasan sekaligus individu yang memiliki potensi yang harus dijaga dan dikembangkan.
Menjaga dan Mengembangkan Fitrah Anak
Salah satu pembahasan penting dalam kelas parenting ini adalah mengenai fitrah anak.
Anak memiliki berbagai fitrah yang perlu dijaga, dipupuk, dan dikembangkan. Di antaranya adalah fitrah keimanan, fitrah perkembangan dan pertumbuhan, fitrah fisik, fitrah berpikir dan bernalar, fitrah estetika dan bahasa, serta fitrah individu dan sosial.
Fitrah keimanan, misalnya, perlu ditumbuhkan dan dijaga melalui keteladanan serta pembiasaan yang baik dalam keluarga. Sementara itu, fitrah fisik perlu didukung dengan memberikan ruang yang cukup bagi anak untuk bergerak dan bereksplorasi.
Anak juga perlu mendapatkan kesempatan untuk berpikir, mengamati, dan bernalar atas apa yang dilihatnya, bukan sekadar diberikan jawaban. Demikian pula dengan fitrah estetika dan bahasa yang dapat dikembangkan melalui pengalaman anak terhadap sesuatu yang baik, rapi, indah, dan menyenangkan.
Sementara itu, sebagai individu sekaligus makhluk sosial, anak membutuhkan ruang untuk berkembang sebagai dirinya sendiri sekaligus mendapatkan kesempatan berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan.
Menjadi Orang Tua yang Berilmu dan Hadir Secara Emosional
Dalam sesi mengenai profil orang tua yang baik menurut Al-Qur’an, peserta diajak melihat beberapa karakter penting yang perlu dimiliki orang tua.
Pertama, orang tua perlu berilmu agar mampu menjalankan amanah pengasuhan dengan baik. Kedua, menjadi orang tua yang meninggalkan pengalaman positif dan dikenang anak karena kebaikannya.
Orang tua juga perlu mendampingi anak tanpa kenal lelah, terus mengarahkan dan mendampingi dengan penuh kesabaran, serta menghadirkan keteladanan sebagaimana dicontohkan dalam keluarga para nabi, seperti Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, dan keluarga Imran.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah pentingnya membangun bonding atau kedekatan emosional dengan anak. Kedekatan tersebut akan membantu membangun hubungan yang mendalam antara anak dan orang tua.
Dalam berinteraksi dengan anak, orang tua juga perlu mengembangkan karakter lembut, pemaaf, memohonkan ampun kepada Allah, serta membangun komunikasi dan musyawarah sebagaimana nilai yang terkandung dalam QS. Ali Imran ayat 159.
Keteladanan Orang Tua dalam Membentuk Anak Saleh
Sesi tanya jawab menjadi salah satu bagian yang menarik dalam kegiatan parenting. Salah satu pertanyaan yang dibahas adalah mengenai ikhtiar orang tua agar anak menjadi anak yang saleh.
Ditekankan bahwa kesalehan anak berkaitan erat dengan nilai-nilai Al-Qur’an, salat, keimanan, amar ma’ruf nahi munkar, bermujahadah, doa, serta keyakinan bahwa keterlibatan Allah SWT dalam proses pendidikan anak merupakan hal yang nyata.
Orang tua juga diingatkan untuk memperbanyak salat dan doa untuk anak, sekaligus memberikan teladan melalui perilaku orang tua sendiri.
Dengan demikian, pendidikan anak tidak cukup hanya melalui nasihat. Anak membutuhkan contoh nyata yang dapat dilihat dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Membiasakan Salat Sejak Dini dengan Pendekatan yang Tepat
Pembahasan lain yang mendapatkan perhatian adalah mengenai cara mengajarkan salat kepada anak dalam Islam.
Pembiasaan dapat dimulai sejak bayi melalui keteladanan dan lingkungan yang mendukung. Ketika anak mulai memasuki usia sekitar tiga tahun, orang tua dapat mulai mengenalkan berbagai konsep dasar yang berkaitan dengan tubuh dan lingkungan di sekitarnya.
Pada usia 3–5 tahun, ketika anak mulai mampu mengingat secara sengaja, pembiasaan dapat diarahkan secara lebih terstruktur dan bertahap.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan agama kepada anak perlu dilakukan melalui proses pembiasaan, keteladanan, pendampingan, dan komunikasi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Membangun Visi Keluarga untuk Berkumpul di Surga
Salah satu gagasan utama yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah pentingnya keluarga memiliki visi bersama untuk berkumpul di surga.
Keluarga tidak hanya diarahkan untuk mengejar keberhasilan duniawi, tetapi juga membangun kehidupan keluarga yang berorientasi pada ketakwaan dan keselamatan akhirat. Pendidikan anak menjadi bagian dari ikhtiar keluarga untuk mewujudkan visi tersebut.
Karena itu, orang tua, anak, dan lingkungan perlu berjalan secara sinergis. Sekolah memberikan pendidikan dan pendampingan, sementara keluarga menjadi lingkungan utama yang memberikan keteladanan dan penguatan nilai-nilai kehidupan.
Melalui kegiatan Kelas Parenting ini, SMKIT Insan Toda berharap terbangun kesamaan visi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, sehingga pendidikan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama setelah seluruh materi dan sesi tanya jawab selesai. Kelas parenting ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan SMKIT Insan Toda dalam membangun sinergi sekolah dan keluarga untuk melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, memiliki karakter kuat, serta tumbuh sesuai dengan fitrahnya. (Dessy)

