Konten dari Pengguna

Bahasa Santun dalam Kehidupan Sekolah

Siti Firdatul Akmalia

Siti Firdatul Akmalia

Saya adalah seorang mahasiswa Universitas Pamulang

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Siti Firdatul Akmalia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan mengerjakan tugas bersama di taman Universitas Pamulang menjadi salah satu kesempatan bagi mahasiswa untuk melatih komunikasi dan penggunaan bahasa yang santun.
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan mengerjakan tugas bersama di taman Universitas Pamulang menjadi salah satu kesempatan bagi mahasiswa untuk melatih komunikasi dan penggunaan bahasa yang santun.

Pentingnya Bahasa Santun di Sekolah Dasar

Bahasa santun merupakan bagian penting dalam pendidikan siswa sekolah dasar. Penggunaan bahasa santun membantu anak menyampaikan pendapat, berkomunikasi dengan guru, serta menjalin hubungan yang baik dengan teman sebaya. Kebiasaan ini perlu diterapkan sejak dini agar siswa terbiasa menghargai orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Bahasa Santun dalam Kehidupan Sekolah

Di lingkungan sekolah dasar, bahasa santun dapat dilihat dari cara siswa berbicara kepada guru dan teman. Contohnya adalah mengucapkan salam, meminta izin sebelum melakukan sesuatu, serta menggunakan kata-kata yang baik ketika meminta bantuan. Kebiasaan sederhana tersebut dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman.

Namun, dalam kehidupan sehari-hari, masih dapat ditemukan siswa yang mengejek teman, berbicara dengan nada tinggi, atau memotong pembicaraan orang lain. Perilaku tersebut terkadang dianggap sebagai candaan. Padahal, perkataan yang kurang tepat dapat menimbulkan kesalahpahaman dan membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Oleh karena itu, bahasa santun di sekolah dasar perlu dibiasakan melalui kegiatan belajar dan interaksi sehari-hari. Guru dapat memberikan contoh komunikasi yang baik serta mengingatkan siswa dengan cara yang mendidik ketika mereka menggunakan kata-kata yang kurang sopan.

Peran Guru dan Orang Tua

Guru mempunyai peran penting dalam membiasakan penggunaan bahasa santun di sekolah. Ketika guru mendengarkan pendapat siswa, berbicara dengan tenang, dan memberikan teguran secara sopan, siswa dapat belajar melalui contoh nyata. Pembelajaran bahasa Indonesia juga dapat dimanfaatkan untuk melatih keterampilan berbicara dan menyampaikan pendapat dengan baik.

Selain guru, orang tua berperan dalam membentuk kebiasaan berbahasa anak di rumah. Anak cenderung meniru cara berbicara orang-orang di sekitarnya. Oleh sebab itu, penggunaan bahasa yang baik dalam keluarga dapat membantu anak menerapkan kebiasaan serupa ketika berinteraksi dengan teman dan guru.

Kerja sama antara sekolah dan keluarga diperlukan agar pembiasaan bahasa santun berlangsung secara konsisten. Anak tidak hanya perlu mengetahui kata-kata yang sopan, tetapi juga memahami kapan dan bagaimana kata-kata tersebut digunakan.

Pengaruh Lingkungan Pertemanan

Lingkungan pertemanan turut memengaruhi cara siswa berkomunikasi. Ketika bermain, siswa sering menggunakan berbagai ungkapan yang didengar dari teman atau lingkungan sekitar. Jika tidak dibimbing, kebiasaan mengejek atau menggunakan kata-kata kasar dapat dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

Pembiasaan bahasa santun dapat dilakukan dengan mengajarkan siswa menghargai perbedaan, tidak merendahkan teman, dan meminta maaf ketika melakukan kesalahan. Dengan demikian, siswa dapat memahami bahwa komunikasi yang baik bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang menjaga perasaan orang lain.

Membiasakan Bahasa Santun Sejak Dini

Menurut saya, membiasakan bahasa santun tidak cukup dilakukan melalui nasihat. Anak perlu mendapatkan contoh dan kesempatan untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Guru dan orang tua dapat memberikan apresiasi ketika anak berbicara dengan baik serta memberikan penjelasan ketika anak melakukan kesalahan.

Kebiasaan mengucapkan tolong, terima kasih, dan maaf merupakan langkah sederhana yang dapat diterapkan di rumah maupun di sekolah. Selain itu, siswa perlu dibiasakan mendengarkan orang lain sampai selesai sebelum memberikan tanggapan.

Pada akhirnya, bahasa santun di sekolah dasar merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter anak. Melalui bimbingan guru, dukungan keluarga, dan lingkungan pertemanan yang positif, siswa dapat belajar berkomunikasi dengan baik serta menghormati orang lain. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat terbawa hingga mereka dewasa dan hidup bermasyarakat.