Konten dari Pengguna

Benarkah Anak yang Terbiasa Membersihkan Rumah Lebih Sukses Saat Dewasa?

Stefanny Angelina Hendi

Stefanny Angelina Hendi

Siswi SMA Citra Berkat yang ingin memenuhi tugas dan memiliki pengalaman dalam menulis artikel

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Stefanny Angelina Hendi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang anak yang sedang menyapu lantai dirumah melambangkan tanggung jawab dan kebiasaan sejak dini. Sumber: Open AI
zoom-in-whitePerbesar
Seorang anak yang sedang menyapu lantai dirumah melambangkan tanggung jawab dan kebiasaan sejak dini. Sumber: Open AI

Saat sedang scroll media sosial, saya menemukan sebuah postingan menarik yang membahas sebuah studi: anak yang terbiasa membersihkan rumah cenderung lebih sukses saat dewasa. Pernyataan ini memicu rasa ingin tahu saya, dan setelah menelusuri lebih lanjut, ternyata ada penelitian yang mengklaim pernyataan tersebut.

Studi Harvard Selama 75 Tahun

Sebuah penelitian panjang yang dilakukan oleh Universitas Harvard selama 75 tahun menyimpulkan bahwa anak-anak yang terlibat dalam pekerjaan rumah tangga memiliki peluang lebih besar untuk meraih kesuksesan di masa dewasa.

Mengutip dari CNBC Indonesia, para peneliti harvard menanyai hampir 10.000 anak usia sekolah dasar tentang membantu pekerjaan rumah. Anak yang diberi tugas di taman kanak-kanak menunjukkan keunggulan ketika mereka mencapai kelas tiga. Ketika mereka dibandingkan dengan anak-anak yang jarang membantu di rumah, studi tersebut menemukan, anak yang mengerjakan tugas rumah tangga mendapat skor lebih tinggi dalam kemampuan akademis dan hubungan dengan teman sebaya.

Para ahli berpendapat bahwa dengan melakukan tugas-tugas rumah, anak-anak mengembangkan etos kerja yang kuat sejak dini. Mereka belajar tentang tanggung jawab, disiplin, dan pentingnya kontribusi dalam lingkungan keluarga. Nilai-nilai ini kemudian terbawa hingga mereka memasuki dunia kerja dan kehidupan dewasa.

Baca juga: Mau Punya Anak Sukses? Ahli Harvard Bilang Ajarkan Kebiasaan Ini

Manfaat Lain dari Melibatkan Anak dalam Pekerjaan Rumah

Selain membentuk etos kerja, melibatkan anak dalam tugas rumah tangga juga memiliki manfaat lain:

  • Keterampilan Manajemen Waktu: Anak akan belajar mengatur waktu antara bermain,belajar, dan membantu pekerjaan rumah. Misalnya, seorang anak yang memiliki jadwal menyapu setiap sore harus memastikan tugasnya selesai terlebih dahulu sebelum bermain. Dengan kebiasaan ini, mereka akan lebih disiplin dalam mengelola waktu dan tidak mudah untuk menunda pekerjaan.

  • Kerja Sama Tim: Mereka akan memahami pentingnya bekerja sama dengan anggota keluarga. Mereka belajar bahwa menjaga kebersihan rumah bukan hanya tanggung jawab satu orang, tetapi tanggung jawab bersama. Misalnya, ketika ada tugas membersihkan kamar, anak-anak bisa berbagi peran, satu menyapu, satu lagi mengelap meja dan sebagainya. Pengalaman ini akan membentuk keterampilan dalam diri anak yang akan berguna di masa depan.

  • Kemandirian: Anak yang terbiasa menyelesaikan tugas rumah tanpa bergantung pada orang tua akan bertumbuh menjadi individu yang lebih mandiri. Mereka belajar untuk mengatasi tugas kecil tanpa perlu diawasi terus-menerus. Contohnya dengan anak yang terbiasa untuk menyiapkan bekal makan sendiri sebelum berangkat sekolah akan lebih siap untuk menghadapi tantangan tanpa mengandalkan orang lain. Di masa depan, mereka mampu untuk menyelesaikan tugas tanpa menunggu instruksi dari atasan.

Kesimpulan

Keterampilan ini tidak hanya membantu anak dalam kehidupan sehari-hari tetapi juga menjadi fondasi yang kuat bagi kesuksesan mereka di masa depan.

Melibatkan anak dalam pekerjaan rumah tangga bukan hanya membantu meringankan beban orang tua, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjadi individu yang sukses dan bertanggung jawab di masa depan. Jadi, tidak apa-apa jika mulai melibatkan anak-anak dalam tugas-tugas rumah tangga sejak dini untuk membentuk karakter individu yang baik pada masa depan anak.