Siap-siap Diblokir Jika Mengirim Pesan Cinta di LinkedIn

kumparanSTYLEverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Salah gunakan media sosial, profil bisa diblokir. (Foto: Thinkstok)
zoom-in-whitePerbesar
Salah gunakan media sosial, profil bisa diblokir. (Foto: Thinkstok)

Banyak hal yang bisa dilakukan di media sosial, termasuk mengirimkan pesan cinta kepada seseorang yang bahkan belum dikenal. 

Adalah Charlotte Proudman yang secara terang-terangan membagi ceritanya perihal pesan genit bernada menggoda yang ia terima di LinkedIn pribadinya dari seorang pengacara senior. Banyak yang berpendapat jika hal yang Proudman beberkan ini adalah hal yang benar dan memang harus dipublikasikan.

Media sosial LinkedIn adalah media sosial yang menampilkan profil seseorang lengkap dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaannya saat ini. LinkedIn memang terbilang jarang bahkan tidak pernah digunakan untuk bertukar pesan apalagi pesan cinta layaknya Facebook, Twitter, atau Instagram. 

Namun, apa yang terjadi pada Proudman membuktikan bahwa orang bebas melakukan hal apapun di media sosial manapun tanpa mengetahui peraturan media sosial tersebut. Sebagian orang menganggap mengirim sebuah pesan cinta di LinkedIn adalah tindakan yang di luar akal pikiran karena dianggap sebagai bentuk perlakuan yang tidak pantas. Hal ini menyiratkan bahwa pria tidak serius dalam mengambil hati wanita.

Berdasarkan Wired, saat ini hubungan antara pekerjaan, waktu lenggang dan media sosial semakin tak kondusif hingga membuat LinkedIn dijadikan sebagai alat untuk mengirim pesan cinta. Kebanyakan orang menganggap bahwa jika dilakukan di media sosial lain seperti  Facebook, Twitter dan Instagram masih dapat diterima karena sudah banyak hal serupa yang terjadi pada media sosial tersebut. Padahal media sosial khusus untuk mencari pasangan atau saling bertukar pesan bernada 'menggoda' telah disediakan, yakni aplikasi kencan online seperti Tinder dan OKCupid.

Para wanita ingin agar hal ini tidak terjadi lagi karena mereka hanya ingin LinkedIn mereka dijadikan sebagai alat menyimpan CV untuk mencari pekerjaan. Editor Metro Lifestyle, Holly Royce juga menuturkan bahwa ia sangat membenci seseorang yang menggodanya melalui LinkedIn. 

"LinkedIn adalah media sosial profesional, jadi saya memperkenalkan diri saya secara profesional. Ketika seseorang mulai menggoda saya di LinkedIn tandanya ia menganggap profesionalitas saya hanyalah lelucon", ujar Royce.

Seorang perempuan yang menaruh profil lengkapnya di LinkedIn maka ia tidak perlu utnuk dipuja dan ia juga tidak bertujuan untuk mencari pasangan. Mereka hanya ingin mengembangkan karier mereka. 

Pihak LinkedIn pun langsung menanggapi hal ini dengan mengatakan bahwa mereka siap untuk memblokir orang-orang yang salah dalam menggunakan LinkedIn. 

"Dunia online tidak memiliki kekurangan tempat untuk orang yang mencari cinta. Banyak media sosial yang telah menyediakannya dan LinkedIn tidak termasuk dari media sosial tersebut. LinkedIn adalah jaringan profesional dan kami tidak bisa menerima perlakukan seseorang yang dengan sengaja mengirim pesan romantis yang tidak selayaknya atau komunikasi yang tidak pantas. Kami mendorong orang-orang yang mengalami perlakuan tersebut untuk melaporkan dan memblokir apa pun yang melanggar pedoman profesional kami," tegas pihak LinkedIn seperti dilansir Metro.

Sebaiknya kalian lebih pintar dalam menggunakan media sosial. Gunakan media sosial sebagaimana mestinya tanpa melanggar aturan dari media sosial tersebut.