Putar Otak di Reuni Peterpan: Kaki di Kepala, Kepala di Kaki

Mechanical Engineer - ATMI Surakarta Alumni - Currently Work at Nojorono Kudus Group
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Steven Jonathan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belakangan, publik tiba-tiba dikejutkan dengan santernya kabar Peterpan akan reuni. Makin kencang lagi saat akun media sosial yang baru mereka buat menggunggah foto profil dengan menggunakan logo Peterpan warna biru, khas era formasi 6 personel awal. Publik berspekulasi, akankah para founding father kembali satu panggung?
Ada sekiranya satu minggu lebih mereka berdiam diri, hanya merilis satu video teaser penuh tanda tanya, seakan membiarkan teori-teori liar berterbangan di masyarakat. Apakah reuni dalam format 6 personel awal atau 4 personel akhir? Kalau dalam format formasi awal, akankah David (additional player Peterpan & personel Noah) diajak? Apakah Uki yang sudah hijrah bermusik bakal ikut? Apakah perang dingin Ariel-Andika sudah selesai? Bagaimana nasib Noah kalau Peterpan kembali?
Satu per satu pertanyaan akhirnya terjawab secara tersirat pada awalnya. Sempat beredar cuplikan video meeting antara 4 eks personel Peterpan -Lukman, Reza, Indra, dan Andika- dengan pihak promotor konser, mengisyaratkan Indra dan Andika yang dikeluarkan pada 2006 silam akan kembali ke kursi mereka di Peterpan. Lukman dan Reza sebagai 2 dari 4 personel dalam formasi terakhir Peterpan juga hampir pasti jadi bagian dalam reuni ini. Tapi bagaimana Uki, dan tentunya si ujung tombak, Ariel?
Tak lama berselang, Uki pun ambil sikap atas ramainya kabar ini. Uki yang sebelumnya meninggalkan Noah untuk memantapkan diri pada kehidupan spiritualnya, menggunggah sebuah postingan di akun Instagram pribadinya. Sebuah gambar tulisan dengan bunyi, "The Only Come Back I'll Be Going Back to -For Sure- is to My Rabb", lalu diakhiri dengan sebuah tagar #nevergoingback pada caption. Unggahan ini seakan memberi jawaban akan ramainya rasa penasaran publik dengan pertanyaan akankah ia kembali bermusik. Ia tak akan ambil bagian.
Ada yang menarik dari postingan Uki tersebut. Pada kolom komentar, dijumpai sebuah komentar dari akun @benyo311 yang dikenal sebagai akun dari salah satu petinggi label Musica Studios, tempat dulunya Peterpan bernaung, dan manajer Noah saat ini, Benny B. Kartikahadi atau dikenal dengan Benyo. Ia menuliskan komentar "respect!" seakan mendukung keputusan Uki untuk tidak bergabung kembali dengan Peterpan, dan dibalas Uki dengan "Kerjaan benyo ya ni?" disertai dengan emoticon tertawa. Percakapan ini malah menambah lagi rasa penasaran publik dengan hajat ini.
Benyo yang biasanya dikenal getol dalam mengabarkan event yang akan digelar oleh labelnya, kali ini diam, tak bersuara. Pun juga begitu akun sosial media dari Musica Studios, tidak terlihat ada pergerakan yang berarti, tidak seperti saat mereka mempromosikan rilis ulang album spektakuler "Bintang di Surga" dalam edisi piringan hitam. Publik mulai mencium ada yang tidak beres dengan reuni ini, benarkah label tidak mendukung kembalinya Peterpan? Dan sampai hari ini, Musica Studios pun tidak memberi pernyataan apakah mereka merestui acara ini atau tidak.
Tinggal satu pertanyaan besar yang tersisa, akankah Ariel bergabung? Sang frontman sempat terlihat di publik pada beberapa kesempatan saat khalayak mempertanyakan kehadirannya di Peterpan, tak memberikan satupun jawaban dari mulutnya tentang keterlibatannya. Ia malah sepertinya lebih berfokus pada kegiatan organisasi VISI dalam kampanye perang dingin dengan kubu Ahmad Dhani soal royalti performing rights.
Setelah lama membiarkan public bertanya-tanya, Peterpan akhirnya bergerak. Lewat sosial medianya, mereka mengumumkan akan segera merilis secara resmi siapa personel yang terlibat dalam proyek ini. Keesokan harinya, mereka melempar sebuah video ke publik. Benar saja, terlihat hanya 4 personel dalam video ini, Lukman, Reza, Indra, dan Andika. Minus Uki dan Ariel. Lagi-lagi publik dihadapkan dengan pertanyaan besar lainnya, siapa yang mengisi posisi vokalis?
Keesokan harinya Peterpan kembali menggungah sebuah pengumuman. Kali ini mereka mengumumkan siapa yang mengisi posisi ujung tombak, dan yak, bukan nama Ariel yang mereka umumkan hari itu untuk berada di posisi paling depan. Sebagai gantinya, tak tanggung-tanggung, 4 nama sekaligus mereka umumkan mengisi posisi Ariel. Ada Marcello "Ello" Tahitoe, frontman Dewa 19 yang pimpinannya sekarang sedikit berselisih paham dengan Ariel. Lalu ada Fiersa Besari, Tiara Andini, dan satu nama baru yang datang dari tempat antah berantah, Alex Teh.
Tak sedikit suara-suara sumbang penuh kekecewaan terdengar setelah pengumuman tersebut. Banyak yang mengatakan "kalau bukan Ariel, ya bukan Peterpan." Bahkan ada yang menyayangkan Reza yang kembali ke Peterpan tanpa Ariel. Ia di cap seperti menelan ludah sendiri, mengingat ia pernah mengeluarkan sebuah statement dalam film otobiografi Noah, "Kalau Noah ataupun Peterpan, itu vokalisnya harus Ariel, kalau bukan Ariel, mending bubar!" ungkap Reza pada 2013 silam.
Ungkapan "Kalau bukan Ariel, ya bukan Peterpan/Noah", memang benar adanya. Mengingat hampir semua lagu Peterpan dan Noah adalah karya dan gubahan Ariel, terutama dalam 3 album awal, dimana ia 100% berperan dalam pembuatan lirik maupun musik pada setiap lagu. Ia seakan mencurahkan seluruh cerita hidupnya ke dalam lagu-lagu Peterpan dan Noah. Mungkin, ada sebagian dari dirinya yang ia cacah ke dalam setiap kata yang ia abadikan dalam nada, membuat setiap lagu Peterpan dan Noah itu 'Ariel banget,' hingga rasanya semua lagu Peterpan/Noah akan terdengar janggal jika dinyanyikan oleh orang lain.
Banyak yang menyayangkan reuni Peterpan harus terjadi tanpa hadirnya seluruh personel lengkap. Bahkan nama sebesar Adib Hidayat, seorang kritikus musik kondang pun tak luput mempertanyakan keputusan reuni ini di sosial media X. "Cuma berempat ini"reuni" Peterpan?" cuitan yang terkesan seperti 'sedikit' mengutarakan kekecewaan atas line up reuni ini.
Ada banyak opini liar lainnya yang terucap menanggapi hal ini. Salah satunya adalah reuni Peterpan ini terjadi sebagai ajang 'balas dendam' dua punggawa Peterpan -Indra dan Andika- yang sempat harus keluar pada 2006 karena konflik internal. Hiatusnya Noah dilihat sebagai momentum untuk duo tersebut mengambil alih tahta Peterpan dari Noah, seakan mau menunjukkan "ini loh Peterpan yang asli." Ada pula yang berspekulasi bahwa reuni ini di inisiasi oleh Andika. Teori ini muncul setelah nama Peterpan yang telah ditanggalkan oleh Ariel cs yang lalu berganti kulit menjadi Noah, kini tak bertuan. Maka nama Peterpan pun bisa kembali dipakai oleh si pencetusnya, Andika.
Di tengah riuhnya spekulasi dan teori liar yang beredar, ada satu hal yang tak luput dari perhatian. "Kenapa Lukman mau ikutan?" Banyak yang mengatakan ada konflik yang sebenarnya terjadi di tubuh Noah yang menyebabkan mereka hiatus, dan Lukman memutuskan untuk bergabung kembali dengan Peterpan. Namun hal ini dengan cepat terpatahkan dengan fakta beberapa waktu lalu 3 personel Noah terlihat bersama dalam sesi rekaman album baru di Swedia. Mungkin alasan yang paling masuk akal ya Lukman butuh pemasukan. Rasanya mengandalkan royalti saja selama masa hiatus Noah tidaklah cukup untuk bertahan hidup, apalagi hiatus sudah memasuki tahun kedua dan belum ada tanda untuk kembali sejauh ini. Apapun yang terjadi, dapur harus tetap ngebul, bos!
Kebingungan mencuat mengenai motivasi utama reuni Peterpan. Pada akun Instagram-nya, mereka mengusung sebuah tagline, "Dulu pernah menemani, kini hadir kembali." Sejatinya ini benar-benar membingungkan, bukannya Peterpan tak pernah hilang, tapi bertransformasi saja dengan nama baru sebagai Noah? Lagu mereka sama, personelnya juga masih sama, hanya bertambah satu personel baru dan beberapa additional player yang membantu. Tak kalah membingungkan lagi saat mereka mengumumkan 4 nama yang mengisi posisi vokalis, yang dalam rilis resminya mengatakan bahwa lagu-lagu Peterpan akan dibawakan dengan warna yang baru. Sebentar, bukannya ini juga sudah dilakukan Noah melalui proyek master ulang lagu-lagu Peterpan lewat tetralogi album Second Chance?
Terlepas dari kebingungan itu, resiko membangkitkan lagi nama Peterpan sebagai band tentunya sangat besar, apalagi dengan kondisi kembali tanpa Ariel dan Uki. Ariel tak perlu ditanya lagi sebesar apa kontribusinya terhadap Peterpan maupun Noah, ia hadir bukan hanya sebagai frontman saja, melainkan sebagai magnet pemikat dalam diri Peterpan atau Noah. Daya tariknya sejauh ini tak pudar sedikitpun, terbukti, selama masa hiatus Noah, ia sempat beberapa kali hadir sebagai supporting artist dalam proyek konser tunggal sesama rekan musisinya seperti Gigi, Rossa, Melly Goeslaw, dan Erwin Gutawa. Kehadirannya sebagai tamu utama tak lagi diragukan, bahkan oleh para seniornya sekalipun. Peran Uki pun tak dapat disepelekan dalam Peterpan maupun Noah. Kalau Ariel dikenal sebagai pimpinan dalam divisi kreatif, sebaliknya, Uki kondang dikenal sebagai pimpinan dalam hal teknikalnya. Bisa dibilang Uki adalah Brian Eno-nya Peterpan atau Noah, ia adalah otak dibalik proses pendewasaan Noah dalam bermusik. Bahkan sepeninggal Uki, Noah yang selama ini dikenal sebagai salah satu band dengan produksi terbaik pun terasa agak pincang.
Kembali tanpa dua pilar utamanya tentu bukanlah hal mudah. Yang mereka pertaruhkan bukan hanya sekedar nama baik keempat personel sekarang, melainkan ada legacy gemilang Peterpan dari masa lalu yang terus membayangi sebagai sebuah band top tier yang tiap albumnya selalu diganjar dengan penghargaan multi-platinum. Apalagi pada awal kemunculannya, mereka dianggap sebagai fenomena industri musik yang kala itu sukses menumbangkan dominasi sejumlah band raksasa seperti Dewa, Sheila on 7, Padi, dan Jamrud. Mampukah mereka kembali ke titik tersebut?
Tentu publik berharap semua ini terjadi setelah melalui pertimbangan matang. Masyarakat, terutama Sahabat Peterpan punya harapan bahwa proyek ini bukan hanya sekedar proyek easy money untuk meraup untung bagi para personelnya dengan memainkan emosi nostalgia publik yang dieksekusi ecek-ecek lalu menimbulkan kecewa di belakang. Konsumen berhak dipuaskan melalui penampilan yang spektakuler dan tak terlupakan saat sang legenda yang pernah menemani hari-hari mereka di masa lampau kembali beraksi di panggung.
Kini mereka harus kerja ekstra memutar otak untuk mengatasi absennya dua pilar utamanya dengan segala sumber daya yang ada. Seakan memenuhi nubuat yang disabdakan Ariel dalam lagu Di Atas Normal, "Kaki di kepala, kepala di kaki."
Beban sangat berat jelas kini sedang dipikul oleh Peterpan. Ekspektasi khalayak tak main-main, belum lagi mereka harus berjibaku dengan sentimen negatif yang timbul setelah Ariel memutuskan untuk absen. Sekali lagi, panggung pertama pada penghujung Agustus nanti di kota kelahiran mereka, Bandung, akan menjadi seperti vonis akhir bagi Peterpan dan seluruh warisannya. Tak berlebihan mengatakan bahwa nasib mereka ditentukan malam itu. Apakah magis mereka masih seperti yang dulu atau hanya kembali sebagai figuran sekali lewat?
