Stop People Pleaser: Belajar Mengutamakan Diri Sendiri

Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Ekonomi Syariah
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Elsea Ramadhani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah nggak sih, kamu sebenarnya nggak mau melakukan sesuatu, tetapi tetap mengiyakan karena takut mengecewakan orang lain? Atau kamu merasa nggak enak ketika menolak permintaan teman, sampai akhirnya mengorbankan waktu dan kepentingan diri sendiri?
Istilah tersebut sering disebut sebagai People Pleaser. Apa sih People Pleaser itu?
People pleaser adalah sebutan bagi seseorang yang cenderung berusaha menyenangkan orang lain, bahkan ketika hal tersebut membuat dirinya sendiri merasa terbebani. Mereka sering kali lebih memikirkan perasaan orang lain daripada kebutuhan sendiri karena takut dianggap egois, tidak peduli, atau tidak baik.
Sebenarnya, peduli terhadap orang lain bukanlah sesuatu yang salah. Namun, kita juga perlu memahami bahwa menyenangkan semua orang bukanlah tanggung jawab kita.
Salah satu alasan seseorang menjadi people pleaser adalah rasa takut mengecewakan orang lain. Mereka merasa harus selalu tersedia ketika dibutuhkan, meskipun sedang lelah atau memiliki urusan sendiri.
Misalnya, ketika teman meminta bantuan, kita langsung mengiyakan karena takut dianggap tidak peduli. Padahal, saat itu kita juga sedang memiliki tugas atau masalah yang perlu diselesaikan.
Jika terus dilakukan, kebiasaan ini bisa membuat kita mengabaikan kebutuhan diri sendiri. Kita perlu memahami bahwa menolak suatu permintaan tidak selalu berarti kita tidak menyayangi atau menghargai orang tersebut.
Ketika Kebaikan Justru Membuat Orang Lain Seenaknya ;
Salah satu hal yang paling melelahkan dari menjadi people pleaser adalah ketika orang lain mulai menganggap kita akan selalu mengerti keadaan mereka.
Ketika mereka membutuhkan bantuan, kita berusaha meluangkan waktu. Ketika mereka melakukan kesalahan, kita mencoba memahami alasannya. Bahkan, ketika perlakuan mereka membuat kita kecewa, kita masih mencari alasan untuk memaklumi mereka.
Namun, karena kita jarang menunjukkan keberatan, mereka mungkin nggak menyadari bahwa tindakan mereka sebenarnya membuat kita nggak nyaman. Dalam beberapa situasi, ada juga orang yang sengaja memanfaatkan sikap kita yang selalu mengalah.
Lama-lama, kita merasa harus terus mengerti orang lain, sementara perasaan sendiri justru diabaikan. Kita mulai bertanya-tanya, kenapa kita selalu berusaha menjaga perasaan mereka, tetapi mereka nggak melakukan hal yang sama kepada kita?
Dari sini, kita perlu memahami satu hal: bersikap baik bukan berarti membiarkan orang lain memperlakukan kita sesuka hati.
Lalu, Gimana Cara Berhenti Menjadi People Pleaser?
1. Belajar mengatakan tidak tanpa merasa harus menjelaskan semuanya.
2. Berhenti merasa bertanggung jawab atas semua perasaan orang lain.
3. Jangan selalu mengalah hanya demi menjaga hubungan.
4. Mulai menetapkan batasan.
5. Terima bahwa nggak semua orang akan menyukai perubahanmu.
Kamu Juga Berhak Diperlakukan dengan Baik.
Berhenti menjadi people pleaser bukan berarti kita harus berubah menjadi orang yang cuek atau berhenti membantu orang lain. Kita tetap bisa menjadi orang yang baik tanpa harus selalu mengorbankan diri sendiri.
Karena menjadi orang baik itu penting, tetapi belajar menghargai diri sendiri juga sama pentingnya
