Konten dari Pengguna

Tetap Santai Menghadapi Writer's Block

Syifa Maulida Hajiri

Syifa Maulida Hajiri

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Syifa Maulida Hajiri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjadi mahasiswa yang seringkali mendapatkan berbagai tugas dalam bentuk kepenulisan menjadi pengalaman yang cukup menantang. Apalagi ketika tiba-tiba dalam kondisi tugas yang menumpuk, saya justru tidak dapat menulis apa-apa. Tulis satu kata, hapus. Tulis dua kata, klik tombol delete. Salah satu tantangan terbesar ini biasa disebut writer's block, keadaan di mana seseorang, yang biasanya seorang penulis, justru tidak bisa menulis.

Ilustrasi Buku. Foto: KumparanNews
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Buku. Foto: KumparanNews

Tips Menghadapi Writer's Block

1. Berhenti Sejenak

Berdasarkan pengalaman selama menjadi mahasiswa, kedatangan writer's block cenderung menambah tekanan dan stres dalam diri. Kita tidak bisa memaksakan diri untuk melanjutkan aktivitas menulis karena ide dan inspirasi tidak kunjung datang. Tugas jadi tidak kunjung selesai. Saat itu mungkin menjadi waktu yang tepat untuk berhenti sejenak. Kita perlu beranjak dari depan peranti tulis menulis. Kemudian, melakukan aktivitas lainnya baik dalam jangka waktu yang singkat ataupun cukup lama. Listen to your body. Nantinya, kita akan tahu kapan siap untuk menulis lagi.

2. Pergi ke Luar Ruangan

Ketika terlalu suntuk, beranjak sebentar ke luar ruangan dapat membantu memperbaiki mood. Setidaknya, itulah yang saya rasakan. Ketika tidak bisa menulis, saya pergi sebentar berkeliling mengendarai motor. Terkadang sambil mencari sedikit jajanan ini itu. Angin sepoi-sepoi yang mengenai tubuh saat berkendara cukup segar dan membantu saya untuk mengisi ulang energi. Tidak perlu mengendarai motor, terkadang hanya perlu ke teras rumah dan melihat keadaan sekitar juga sudah membantu keluar dari kesuntukan.

3. Berinteraksi dengan Orang Lain

Terkadang saya rasa menulis adalah kegiatan yang lonely. Meskipun menulis bersama orang lain juga bisa dilakukan. Namun, sebagian besar waktu menulis saya habiskan sendirian. Tujuannya untuk lebih berkonsentrasi. Ketika saya sudah kehabisan ide dan kata-kata untuk ditulis, melakukan interaksi dengan orang lain dapat menjadi selingan yang menyegarkan pikiran kembali. Siapa tahu, dalam interaksi itu terdapat diskusi yang dapat memberikan sedikit ide yang dapat dituangkan dalam tulisan kita.

4. Mencari Hiburan

Hiburan bisa datang dalam bentuk apa saja. Untuk saya sendiri, berselancar di media sosial, menonton film ataupun video YouTube di handphone adalah hiburan yang saya konsumsi dengan intensitas tinggi. Konsumsi hiburan tidak hanya sekadar menjadi selingan untuk menaikkan mood kembali. Dengan hiburan, kita bisa mendapatkan bonus berupa inspirasi baru untuk melanjutkan tulisan kita.