Konten Media Partner

Diterjang Puting Beliung Panggung Festival Banyu Urip Roboh

Suara Banyuurip

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Diterjang Puting Beliung Panggung Festival Banyu Urip Roboh
zoom-in-whitePerbesar

ROBOH : Panggung bekas perhelatan Festival Banyu Urip 2018 roboh diterjang puting beliung.

Bojonegoro – Angin puting beliung menerjang wilayah Desa Gayam,Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (18/11/2018) sore. Bencana itu terjadi setelah Festival Banyu Urip 2018 selesi digelar.

Puting beliung datang saat wilayah Desa Gayam diguyur hujan disertai angin kencang. Lokasi bekas perhelatan Festival Banyu Urip porak poranda. Tenda serta panggung rubuh. 

Menurut Agus Hafidh, warga setempat, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 15.30 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa.

"Saat itu di lokasi sedang tidak ada orang," kata Agus,  sapaan akrabnya,kepada 

Sebelum pelaksanaan Festival Banyuurip digelar, panitia sempat mengerahkan tujuh orang pawang hujan berpengalaman dari lokal. Tujuannya untuk menghalau hujan.

Hasilnya, selama pelaksanaan Festival Banyu Urip, hujan hanya turun pada Sabtu malam (17/11/2018) menjelang dini Minggu dini hari. Saat berlangsungnya pentas hiburan. 

Ketua Panitia Festival Banyu Urip 2018, Eko Cahyono, mengatakan makna diterjunkan tujuh pawang hujan ini memiliki filosofi dalam adat Jawa.

"Pitu, dikandung maksud pitulungan dari Allah supaya Festival Banyu Urip tahun ini sukses," ujar Eko. (ams