Pencarian populer
PUBLISHER STORY
5 Agustus 2018 11:29 WIB
..
..

Harga Gas Indonesia Lebih Kompetitif Dibanding Singapura

SuaraBanyuurip.com -

TUMPUAN PEMERINTAH : Produksi Gas JTB yang berada di Bojonegoro sebagian telah dijual ke PLN.

Jakarta - Harga gas di Indonesia lebih kompetitif dibanding Malaysia atau Singapura. Harga gas dalam negeri di hulu di bawah USD6,5/MMBTU, sedangkan ekspor gas ke Singapura dengan harga index minyak yang dihitung setara dengan USD 10/MMBTU.

"Jadi dapat dikatakan harga gas kita cukup kompetitif apabila dibandingkan dengan harga gas di negara lain," kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar di lansir dari situs resmi Kementerian ESDM, Jumat (3/8/2018).

Isu harga gas yang tinggi, menurut Arcandra, dikarenakan infrastruktur yang belum terbangun dengan baik yang berdampak kepada biaya transportasi.

"Isunya adalah hargas gas yang tinggi. Itu dikarenakan infrastruktur kita memang belum sepenuhnya terbangun dengan baik, yang berdampak kepada biaya transportasi," ujarnya.

Pemerintah telah membuat kebijakan harga gas untuk melindungi kepentingan konsumen dan badan usaha sesuai dengan pemanfaatannya. Harga untuk gas rumah tangga dan transportasi diatur oleh Pemerintah dengan satu skema harga.

"Sedangkan harga gas untuk produksi hulu umumnya dikaitkan dengan harga minyak," tandas Arcandra.

Di samping itu Pemerintah juga telah mengatur harga gas untuk industri strategis melalui Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 40 Tahun 2016 tentang Harga Gas Bumi untuk Industri Tertentu.

"Harga gas itu untuk industri strategis, seperti pupuk, petrokimia, dan industri baja diatur di bawah Permen," lanjutnya.

Untuk harga gas pembangkit, tambah Arcandra, juga diatur oleh Pemerintah melalui Permen ESDM No 45 tahun 2017 di mana harga gas diatur sebesar 8 persen dari harga minyak mentah Indonesia jika pembangkit berada di mulut tambang.

"Di samping itu, apabila gas harus didistribusikan ke pembangkit, maka harganya harus sama atau lebih rendah dari 14,5% dari ICP. Ini ditentukan mengingat harga gas PLN secara keseluruhan dan juga tarif listrik yang akan dihasilkan dari pembangkit listrik," imbuh Arcandra.

Untuk harga gas industri hulu ditetapkan oleh Menteri ESDM, sementara untuk industri midstream dan industri hilir diatur melalui Permen ESDM Nomor 58 tahun 2017 tentang Harga Jual Gas Bumi Melalui Pipa pada Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi.

Untuk memastikan minat pelanggan gas bumi di sektor industri, Pemerintah telah menyiapkan struktur biaya midstream dan downstream yang akan membatasi margin bisnis gas bumi. Batas ini harus ditetapkan karena distribusi dan perdagangan gas hanya akan dilakukan oleh satu Badan Usaha. Peraturan Menteri ESDM Nomor 58/2017 dibuat untuk menjamin tujuan tercapai.

Pemerintah telah menetapkan IRR maksimum untuk pipa gas alam sebesar 11% dan margin niaga sebesar 7% dari harga gas hulu. Untuk Harga gas hilir terdiri dari harga hulu ditambah biaya infrastruktur dan biaya niaga.

"Pemerintah juga akan memastikan bahwa biaya infrastruktur tidak dibesar-besarkan. Kami percaya bahwa skema penetapan harga baru ini akan membuat harga gas lebih terjangkau dan kompetitif," pungkasnya.

Untuk diketahui, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terdapat lapangan gas yang menjadi andalan pemerintah yakni Lapangan Gas Unitisasi Jambaran - Tiung Biru (JTB). Diprediksi produksi gasnya bisa mencapai sekitar 315 milion standard cubic feet per day (MMSCFD). Dari jumlah itu, 172 mmscfd atau sekitar 54 persen telah diperjualbelikan kepada PLN untuk kepentingan pengadaan listrik negara.(red)

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Baca Lainnya
Produksi gas industri diprediksi naik 5 persen di tahun ini
JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin)  memprediksi produksi gas industri pada 2018 ini akan naik lima persen dibanding 2017 kemarin.Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan proyeksi dibuat dengan mempertimbangkan perkembangan kegiatan industri sektor manufaktur.Tahun ini Kemenperin  memproyeksikan industri manufaktur yang selama ini tergolong lahap gas terus meningkat. Peningkatan aktivitas tersebut akan dilihat oleh produsen gas industri untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka."Tidak dipungkiri kelancaran produksi industri akan menjadi penggerak itu semua supaya pasokan gas industri bisa berkelanjutan," kata Airlangga di Jakarta, Minggu (9/7/2018).Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan produksi gas industri saat ini tercatat 2,4 miliar meter kubik per tahun.Produksi tersebut akan terus meningkat seiring upaya ekspansi yang dilakukan industri pengguna gas industri, salah satunya petrokimia.Maklum saja Kemenperin saat ini memang tengah berupaya mendorong masuknya investasi industri petrokimia sebagai bagian dari sektor hulu yang menyediakan bahan baku untuk beragam manufaktur hilir, seperti industri plastik, tekstil, cat, kosmetik dan farmasi.Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) Arief Harsono berharap pemerintah bisa memberikan dukungan kepada industri gas industri untuk meningkatkan produksinya.Dukungan dia minta diberikan pada iklim investasi pengembangan produksi gas industri. Arief mengatakan bahwa serapan gas industri anggota AGII oleh industri saat ini mencapai 80 % dari total produksi nasional.Tahun depan jumlah tersebut akan meningkat jadi 90% . "Nah kalau sudah meningkat, produsen gas perlu berinvestasi lagi untuk menambah pabrik baru dan kapasitas produksi. Investasi tersebut butuh waktu 2 sampai dengan tiga tahun," pungkasnya.kbc11
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: