Hewan Kurban di Tuban Bebas Penyakit Berbahaya
SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

HEWAN KURBAN SEHAT : Tim Diskanak Tuban memeriksa hewan kurban Sapi dan Kambing.
Tuban- Selama empat hari terakhir pemeriksaan, Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, belum menemukan hewan kurban yang mengidap penyakit berbahaya. Saat diperiksa satu per satu oleh petugas, ratusan hewan kurban di beberapa lapak kondisinya sehat dan terawat.
"Setiap tahun jelang hari raya kurban kita lakukan pemeriksaan," ujar Kabid Kesehatan Hewan Diskanak Tuban, Basoeki Tjahjono, kepada suarabanyuurip.com, disela-sela memeriksa hewan di Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban, Senin (20/8/2018).
Basoeki sapaan akrabnya, menjelaskan, pemeriksaan hewan telah dimulai sejak tanggal 16 Agustus kemarin. Ada empat tempat yang menjadi sasaran petugas, mulai lapak hewan di Desa Tegalbang, Kecamatan Palang, Kelurahan Gedongombo, Desa Prunggahan Wetan dan Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding. Di empat titik ini, ada sekira 50 ekor sapi dan 100 ekor kambing diperiksa.
Untuk hari kedua pemeriksaan, dimulai dari lapak di Kelurahan Perbon, dilanjutkan ke Desa Sugiharjo, Kecamatan Tuban, Desa Kowang, Kecamatan Semanding, Desa Senori, dan Sumber, Kecamatan Merakurak atau sekitar Lapangan Gas Sumber yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi (PHE).
"Besok habis sholat dhuhur kita juga ke Masjid dan Musholla yang mau memotong hewan," terang pria ramah ini.
Tak cukup disitu, nantinya saat hari H (Idul Adha) tim Diskanak juga akan lakukan pemeriksaan. Baik sebelum dan sesudah pemotongan hewan. Upaya ini untuk mengetahui kondisi daging hewan setelah dipotong.
Selama pemeriksaan, petugas memastikan kelayakan tempat penampungannya, pasokan pakan hewan, mukosa mata dan mulut hewan, kesehatannya, serta keseimbangan atau kelayakan hewan.
"Kalau hewan jantan harus semua organnya," tambahnya.
Alasan tidak adanya penyakit membahayakan, karena tahun ini tidak ada ternak yang didatangkan dari luar Tuban. Pengepul mencari ternak di lokal Tuban sendiri, sehingga kesehatan terjamin.
Disamping itu, dari sisi pemeliharaan para peternak juga sudah berpengalaman. Ketika hewan ternaknya lemah, ataupun tidak lahap makan pasti langsung memanggil mantri hewan.
"Hewan sehat atau sakit mudah diketahui, cukup dilihat dari fisiknya sudah cukup," imbuhnya.
Ketua pelaksana penyedia hewan kurban Nurul Hayat di Kelurahan Perbon, Mohammad As’ad, memastikan, ratusan hewan kurban dilapaknya sehat dan terawat dengan baik. Pernah ada yang sakit, itupun langsung dikembalikan ke peternak untuk dirawat.
"Kita jamin kesehatan hewan kurban," sambungnya.
As’ad mengaku, mulai membuka lapak sejak H-7. Usaha ini telah dilakoninya dalam lima tahun terakhir. Tahun ini pihaknya menyediakan 130 ekor kambing, dan tujuh ekor sapi. Untuk harga satu ekor kambing dibandrol Rp2,2 juta sampai Rp4,5 juta. Sementara sapi Rp15 juta sampai Rp18 juta per ekornya.
"Alhamdulillah tiap tahun stok hewan kurban kita meningkat," pungkasnya.(Aim)
