Konten Media Partner

Menikmati Kuliner Khas Sambil Melihat Pemboran Migas

Suara Banyuurip

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Menikmati Kuliner Khas Sambil Melihat Pemboran Migas
zoom-in-whitePerbesar

MANJAKAN PENGUNJUNG : Di Resto Omah Tepi Sawah Sukowati pengunjung bisa menikmati kuliner sambil melihat pemboran migas.

Konsep tradisional modern ditawarkan Resto Omah Tepi Sawah Sukowowati. Di tempat ini pengunjung bisa menikmati kuliner khas sambil melihat pemandangan aktivitas pemboran migas.

Sesuai namanya, rumah makan tersebut berada di tepi sawah. Tepatnya berada sekitar 300 meter dari pemboran migas PAD B Sukowati, Blok Tuban, di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. 

Kesan tradisional akan langsung terlihat saat memasuki pelataran Resto Omah Tepi Sawah. Alat-alat pertanian tradisional dijadikan interior. Semua dipajang dan ditata indah. 

Seperti daru (alat membajak sawah yang menggunakan sapi atau kerbau), doran (gagang) cangkul, dan capil. Untuk jumlah daru (luku) ada 150 buah, 50 doran yang dijadikan interior.

Hiasan lampu petromak dari kayu jati bergelantungan di sudut ruangan. Meja, kursi dan dinding kayu jati mengelilingi bangunan menjadikan rumah makan berlantai dua itu tampak eksotik.

"Kesan tempo dulunya sangat kuat. Ingatan saya langsung melayang ke zaman dulu saat petani membajak sawahnya dengan alat-alat pertanian tradisional," ucap Sunandar HP salah satu pengunjung.

Sekalipun konsep bangunannya tradisional, namun menu makanan yang disuguhkan tidak kalah dengan resto-resto ternama di Bumi Angling Dharma-sebutan lain Bojonegoro. Sejumlah menu andalan dimiliki Resto Omah Tepi Sawah Sukowati. Diantaranya, garang asem ayam, garang asem iga, sop iga, gurami asam manis, gurami bakar.

Selain menu khusus, Resto Omah Tepi Sawah juga memiliki menu lain seperti ayam geprek, iga bakar dan lainnya.

"Iga garam asemnya lezat. Aromanya sedap. Dagingnya empuk dan rasanya kerasa banget," tutur Sunandar sambil menikmati semangkuk garang asem iga.

Menikmati Kuliner Khas Sambil Melihat Pemboran Migas (1)
zoom-in-whitePerbesar

Sidik Riyanto, pemilik Resto Omah Tepi Sawah Sukowati

Resto Omah Tepi Sawah Sukowati menjadi pilihan baru di Bojonegoro bagi keluarga maupun pasangan yang ingin bersantai sambil menikmati kuliner dengan suasana beda. Sejumlah gazebo disediakan baik di depan resto, maupun di belakang yang dikelilingi area persawahan. Pengunjung tinggal memilih sesuai selera.

Tak hanya itu, Resto Omah Tepi Sawah Sukowati yang berdiri di atas lahan seluas 3.500 meter persegi juga menyediakan meeting room (ruang rapat) ber AC dengan kapasitas 20 orang. Juga tempat parkir luas yang semakin membuat pengunjung merasa lebih nyaman. 

"Kalau resto-resto lain kesannya formal, tapi di sini kita buat suasananya santai dan nyaman," timpal Sidik Riyanto, pemilik Resto Omah Tepi Sawah Sukowati kepada suarabanyuurip.com di sela-sela ngopi bareng wartawan dengan Ndoro Kakung yang dilkasanakan ExxonMobil Cepu Ltd beberapa waktu lalu.

"Kalau malam view bagus. Dari atas kita bisa menikmati makanan sambil melihat aktivitas pemboran migas," lanjut Guru Olahraga SMPN 1 Bojonegoro itu.

Resto Omah Tepi Sawah Sukowati baru satu bulan dibuka-sejak dibuka pada 24 November 2018. Namun sudah ramai diserbu pengunjung. Rata-rata sehari ada 36 pengunjung. Baik perorangan, keluarga, hingga rombongan acara kedinasan, perusahaan migas maupun arisan. 

"Ramainya hari Sabtu dan Minggu," ucap anak penjual Sate di Pertigaan Pasar Dander itu.

Fasilitas Resto Omah Tepi Sawah Sukowati terus dilengkapi untuk semkian memanjakan pengunjung. Diantaranya bangunan Joglo berkapasitas 500-600 orang untuk resepsi pernikahan home stay, dan outbond kid. 

"Di belakan nanti kita buat hutan Pule lengkap dengan gazebo dan bawahnya kolamnya ikan," tuturnya sambil menunjuk lokasi hamparan sawah yang sebagian sudah dibangun gazebo.

Bapak dua anak yang tinggal di Sawunggaling, Kelurahan Ngrowo, itu menambahkan, semua resep dan menu makan yang disajikan di Resto Omah Tepi Sawah Sukowati ini tidak lepas dari sentuhan putrinya, Adinda Kusuma Dewa. Adinda adalah mahasiswi semester VII Universitas Ciputra jurusan bisnis kuliner. 

"Usaha ini memang untuk anak saya. Setelah lulus kuliah dia yang mengelolaanya. sesuai jurusannya," pungkas Sidik yang juga memiliki usaha perlengkapan olahraga, dan bordir komputer.(suko)