Pasca Panen, Gagas Pengolahan Jeruk Tanggel

PANEN RAYA JERUK : Wakil Bupati Blora, Arief Rohman saat ikut Penen Jeruk di Desa Tanggel.
SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno
Blora - Desa Tanggel,.Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, merupakan salah satu desa selama ini terkenal miliki potensi hortikultura yang luar biasa di wilayah Blora. Khususnya perkebunan buah jeruk.
Belum lama ini, puluhan hektar perkebunan jeruk di Desa Tanggel memasuki masa panen. Wakil Bupati Blora, Arief Rohman menyempatkan diri datang untuk memetik langsung buah jeruk bersama para petani di Dukuh Gumeng, Desa Tanggel.
Meskipun cuaca terik, tidak mengurangi semangat para petani untuk memanen jeruk yang sudah ia tanam sejak puluhan tahun lalu secara turun temurun. Salah satunya adalah Mujiyat, petani jeruk sekaligus Ketua Kelompok Tani “Tani Makmur”.
Rata-rata, satu pohon bisa menghasilkan jeruk sebanyak 10 kilogram (kg) sampai 15 kg. Panen itu dibagi jadi dua grade. Grade A saat ini harganya Rp8.000/kg, sedangkan grade terendah diharga Rp4.000/kg.
"Banyak tengkulak yang datang membeli langsung ke petani,” kata Mujiyat, kepada Suarabanyuurip.com.
Mujiyat mengaku, jika pada musim panen kali ini jeruknya tidak sebesar tahun lalu karena minimnya air. Meskipun ukurannya lebih kecil, rasa manisnya tetap terjaga.
Wakil Bupati Blora, Arief Rohman mengaku, senang melihat perkebunan jeruk tersebut. Menurutnya, hasil jeruk organik yang luar biasa ini kalau bisa jangan hanya dijual begitu saja. Misalnya yang bagus silakan dijual, dan yang kualitas menengah ke bawah nanti bisa diolah menjadi bentuk lain agar bisa meningkatkan nilai ekonominya.
"Pasca panen nanti kita carikan solusi untuk pengolahannya," kata dia.
Dia meminta agar Kepala Desa Tanggel bisa mengumpulkan ibu-ibu yang memiliki ketertarikan dan semangat melakukan pengolahan pasca panen. (ams)
