Konten Media Partner

Sebut BBS Belum Sepenuhnya Rangkul Penambang

Suara Banyuurip

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Sebut BBS Belum Sepenuhnya Rangkul Penambang
zoom-in-whitePerbesar

Sumur Tua di Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro, Jawa Timur.

Bojonegoro - Pertamina EP Asset IV Field Cepu menyampaikan selama ini Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Pangan (SP) menerima setoran minyak mentah dari masyarakat yang berasal dari sumur tua di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

"Itu dilakukan supaya minyak mentah tetap disetorkan kepada Pertamina," kata Field Manager Pertamina EP Asset IV Field Cepu, Heru Irianto, saat dihubungi Suarabanyuurip.com, Kamis (7/9/2017).

Padahal, minyak mentah yang disetorkan tersebut bukan dari sumur-sumur yang berkontrak dengan KUD SP.

Menurut Heru, seharusnya sumur-sumur tersebut masuk dalam kontrak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS). Tapi, karena belum semua penambang dirangkul oleh PT BBS akhirnya sebagian besar masih setor kepada KUD SP.

"Pada intinya, kalau turun di lapangan langsung dan ditanyakan kepada penambang sosialisasi itu belum diberikan kepada penambang-penambang di Wonocolo," ujarnya.

Pihaknya mengaku, tidak memahami pernyataan PT BBS yang sudah merangkul semua penambang tapi kenyataannya saat ditanya kepada penambang belum ada sosialisasi.

"Kalau sudah merangkul, tentu produksi minyak mentahnya bisa memenuhi target 500 Bph," tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, dari sumber terpercaya salah satu penambang di Kecamatan Kedewan membenarkan keterangan dari Pertamina EP Asset IV Field Cepu. Bahwa BBS belum sepenuhnya merangkul dan melakukan sosialisasi ke penambang.

"Iya, memang kayaknya begitu," kata sumber yang mewanti-wanti tidak disebutkan namanya.

Sejauh ini, PT BBS hanya melakukan sosialisasi di tingkat kecamatan saja dengan mengundang ketua kelompok penambang dan tokoh masyarakat. Padahal, dibanding dengan sosialisasi yang dilakukan KUD sebelumnya berbeda.

"Kalau dulu, ada KUD Usaha Jaya Bersama itu melakukan sosialisasi ke masing-masing distrik. jadi bisa menyeluruh," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur BUMD PT BBS, Tonny Ade Irawan, mengatakan, bersama Pemkab sudah melakukan sosialisasi di Kecamatan Kedewan beberapa waktu lalu."Dan sudah diberitakan Suarabanyuurip juga," ujarnya.

Seperti diketahui, sejak Agustus 2016 PT BBS telah menandatangani kontrak kerjasama pengelolaan sumur tua dengan Pertamina EP. Perjanjian tersebut untuk wilayah sumur tua di Lapangan Wonocolo, Ndandangilo, dan Ngrayong di Kecamatan Kedewan.(rien)

Sumber Berita Utama :http://www.suarabanyuurip.com/kabar/baca/sebut-bbs-belum-sepenuhnya-rangkul-penambang