Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
28 Ramadhan 1446 HJumat, 28 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten Media Partner
Smart City Harus Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Tuban
22 Agustus 2018 8:10 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:06 WIB
ADVERTISEMENT
SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

BIMTEK : Aparatur Sipil Negara Tuban antusias mengikuti Bimtek Smart City ke dua oleh Kementerian Kominfo.
ADVERTISEMENT
Tuban- Smart city harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempercepat pertumbuhan, dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembangunan daerah. Itulah salah satu kesimpulan yang di dapat dari pelaksaan Bimbingan Teknis kedua Gerakan Menuju 100 Smart City yang dilaksanakan kemarin dan hari ini (20-21/8) di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Bimbingan Teknis (Bimtek) yang disampaikan oleh Fitrah Rachmat Kautsar, Pembimbing Nasional Gerakan Menuju 100 Smart City dari Kementerian Komunikasi dan Informatika tersebut dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan Bupati Tuban, Joko Sarwono dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Herry Prasetyo.
"Program smart city merupakan langkah Pemkab Tuban dalam percepatan pencapaian visi pembangunan Tuban," ujar Joko Sarwono, kepada suarabanyuurip.com setelah acara.
Seluruh pihak harus turut berperan aktif mendukung program. Bukan hanya pemerintah daerah, namun juga komunitas masyarakat, perguruan tinggi dan pihak swasta. Disamping itu, Herry Prasetyo, menyampaikan bahwa smart city merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi dan upaya untuk lebih mendekatkan pemerintaah daerah dengan warga Tuban.
ADVERTISEMENT
Dalam paparannya, Fitrah Rachmat menyampaikan inti dari smart city adalah inovasi, integrasi dan kesinambungan. Teknologi dan infrastruktur merupakan enabler atau faktor pendukung bagi sebuah daerah untuk menjadi smart city.
Smart city tidak harus menggunakan teknologi yang mutakhir, namun inovasi-inovasi yang memanfaatkan teknologi secara tepat guna. Sesuai kondisi daerah adalah yang terpenting dalam program smart city.
Bimtek yang akan dilaksanakan selama empat kali hingga bulan Oktober, merupakan bagian dari pendampingam Kementerian Komunikasi dan Inforrmasi kepada 50 kabupaten dan kota. Mereka terpilih menjadi percontohan penerapan smart city di Indonesia pada tahun 2018, dimana Tuban termasuk salah satu di dalamnya.
Gerakan Menuju 100 Smart City sendiri merupakan kerjasama dari delapan kementerian dan lembaga di tingkat pusat, untuk mendorong adanya praktik inovasi pintar di seluruh daerah secara merata. (aim)
ADVERTISEMENT