Konten Media Partner

Tak dapat KIS, Gunakan SPM untuk Berobat

Suara Banyuurip

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tak dapat KIS, Gunakan SPM untuk Berobat
zoom-in-whitePerbesar

MENAHAN SAKIT : Painah terbaring lemas saat berada di Puskesmas Jatirogo karena tak punya KIS untuk syarat dirujuk ke RSUD.

Tuban - Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 3 November 2014 silam, belum merata dirasakan masyarakat miskin di daerah. Di Tuban Jawa Timur, masih ada warga miskin kesulitan berobat ke rumah sakit karena tidak memiliki KIS.

Painah hanya bisa mengerang menahan sakit di atas tempat tidur Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Jatirogo. Tubuhnya lemas. Kedua kakinya kerap ditekuk. Tangan kanannya menancap jarum infus.

Warga miskin asal Desa Kedungmakam, itu tidak banya berkata.Hanya sesekali terdengar suara rintihan yang keluar dari mulutnya.

Disamping Painah terlihat Maliki (51), suaminya, sabar menunggui. Beberapa kali lelaki kekar itu tampak membelai dahi istrinya ketika  mengeluhkan sakit dibagian perutnya.

“Sakit sekali pak,”rintih Painah.

“Sabar buk, dibuat istigfar ya,” timpal Maliki mencoba menenangkan istrinya.

Painah telah menjalani rawat inap di puskesmas sejak Jumat (30/6/2017) lalu. Selama sebulan itu pula wanita berusia 63 tahun itu bertarung dengan rasa sakit yang memilitnya. Suaminya tidak memiliki biaya untuk merujuk ke sakit umum daerah (RUSD dr. R. Koesma Kabupaten Tuban.

Satu cara untuk memperoleh keringanan, hanya dengan meminta surat keterangan tidak mampu dari Kepala Desa setempat. Sedangkan sampai kini dia belum menerima KIS Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari Pemerintah.

"Belum dapat. Mau berobat sendiri juga tak punya uang," ungkap Maliki sambil matanya berkaca-kaca.

Maliki saban hari hanya bekerja sebagai tukang ojek. Penghasilannya tidak menentu. Jangankan untuk berobat, mencukupi hidup keluarga sehari-hari dengan tiga anaknya masih sering kedodoran.

"Saya juga menjadi tukang pijat. Itupun tidak setiap hari dapat panggilan," ucapnya.

Maliki mengaku dulunya memiliki jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). Namun sejak ada kebijakan penggantian Jaskesmas, keluarganya belum mendapatkan KIS.

"Oleh karena itu saya minta surat keterangan tidak mampu dari desa," pungkasnya.

Tak dapat KIS, Gunakan SPM untuk Berobat (1)
zoom-in-whitePerbesar

Kondisi rumah painan

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Kedungmakam, Rusmi mengaku telah mengusulkan semua warga miskin di desanya mendapat KIS. Kenyataannya belum semua warga kategori miskin mendapatkannya. 

"Surat keterangan tidak mampu dari desa semoga bisa mendapatkan keringanan di RSUD nanti," jelasnya.

Kepala Dinkes Tuban, Saiful Hadi, menghimbau perangkat desa untuk serius mendata warganya yang tidak mampu. Apabila data tersebut valid, otomatis warga miskin akan menerima pengobatan gratis.

"Sudah kita beri himbauan,”sergah Saiful dikonfirmasi terpisah.

Himbauan tersebut sesuai dengan instruksi Bupati Tuban, Fathul Huda yang menginginkan tidak ada lagi masyarakat miskin atau tidak mampu yang tidak mempunyai kartu Penjamin. Baik Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), ataupun Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

"Kalau benar miskin harus segera ditangani," terangnya.

Sambil menunggu Surat Pernyataan Miskin (SPM) dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Painah kini dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R. Koesma Tuban menggunakan ambulan Puskesmas.

Petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Jatirogo, Dwi Padmi Astutik menjelaskan, setelah surat keterangan tidak mampu dari desa jadi dan ditandatangani camat, pihak keluarga bisa membawa surat keterangan tersebut ke Dinas Sosial untuk mendapat rekomendasi SPM. Harapannya agar warga miskin tersebut tetap mendapat fasilitas kesehatan yang memadai.

Pihak keluarga Painah yang menemani di RSUD menyebut, sebelum SPM masuk ke pihak RSUD, warga miskin yang tinggal di rumah bantuan pemerintah itu tetap dikenakan biaya.

"Ibu dirawat di ruang Anggrek untuk kebutuhannya masih bayar karena belum bawa SPM," jelas menantu Painah, Kasnadi.

Sebagian pihak keluarga masih menunggu proses pembuatan SPM. Lainnya menunggu pasien miskin untuk melakukan tranfusi darah, karena kondisinya pucat diduga kekurangan darah.(aim)

Sumber Berita Utama : http://www.suarabanyuurip.com/kabar/baca/tak-dapat-kis-gunakan-spm-untuk-berobat