Taman Seribu Lampu Cepu Makin Memesona
SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

RAMAI PENGUNJUNG : Semakin memesonanya taman seribu lampu Cepu sekarang ini menjadikan pengunjung betah.
Blora - Setelah mendapat sentuhan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, Taman Seribu Lampu (TSL) Cepu, semakin memesona. Berbagai ornamen termasuk hiasan lampu berwarna-warni menambah keindahan taman saat malam hari. Tidak heran jika membuat masyarakat tertarik untuk mengunjunginya.
Sejak selesai renovasi pada awal Desember 2018 lalu, taman yang mengusung konsep tematik itu, menjadi jujugan warga untuk melepas lelah sembari berswafoto untuk mngabadikan moment bersama keluarga dan teman.
Terlebih, dengan tidak adanya Pedagang Kaki Lima (PKL) diatasnya membuat masyarakat bebas mengeksplor setiap sisi taman seribu lampu.
Di ujung timur, berdiri kokoh patung Arjuna Wiwaha yang dibangun pada tahun 2017 lalu. Dengan anggaran Rp1,4 miliar. Membujur ke Barat, hingga simpang tujuh taman itu terdapat beberapa ikon-ikon baru. Air mancur simpang tujuh maupun unit pompa angguk alat menambang minyak.
Tak heran, jika taman itu menjadi pilihan masyarakat saat sore maupun malam hari untuk sekadar bersantai sambil mengobrol.
Faril (34), warga Cepu, mengakui keindahan taman seribu lampu sekarang ini semakin memesona dibandingkan Tahu tahun sebelumnya.
"Sekarang semakin tambah banyak sekali masyarakat yang mengunjungi," kata Fail, kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (23/12/2018).
Dari hasil pengamatannya kalau suasana cerah, saat sore dan malam hari banyak masyarakat yang mengunjungi. Baik dengan rombongan bersama maupun sendirian.
"Saya amati, pengunjung rata-rata rombongan bersama keluarga," ujar pria penghobi Fotografi dan Videografi ini.
Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, Syamsul Arif, melalui Kepala Bidang Kelistrikan dan Pertamanan, Langgeng Warsito, menuturkan, Taman Seribu Lampu Cepu didesain berarsitektur modern termasuk tempat sampah di sekitar tempat duduk taman.
"Kami menyediakan tidak kurang dari 24 tempat sampah portebel di taman," katanya.
Lalu adanya pompa angguk sumur minyak hibah dari Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Cepu.
"Kami juga ingin ada lokomotif kereta api tua di tengah taman. Namun permohonan hibah ke PT Kereta Api Indonesia (KAI) belum disetujui," tandas Langgeng Warsito.
Sebagai ganti lokomotif, pihaknya memajang selender yang sebelumnya terpasang di depan kantor Pekerjaan Umum Cepu. "Kami pindahkan selender itu ke taman," katanya.
Di ketahui perbaikan taman seribu lampu pada taman enam, menelan biaya dari APBD Kabupaten Blora tahun 2018 senilai Rp2.085.789.200. Adapun batas waktu pengerjaan pada 6 Desember 2018. Tapi sampai saat ini, taman yang terletak di tengah kota Cepu tersebut belum diresmikan. (Ams)
