Konten dari Pengguna

Masa Depan Cerah Melalui Revitalisasi Sekolah

Muh Adnin

Muh Adnin

Alumni Universitas Bhayangkara Jakarta

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muh Adnin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berbicara pembangunan sumber daya manusia, pendidikan menjadi pilar yang begitu penting di dalamnya. Selain menyediakan ekosistem penempaan kapasitas dan kompetensi generasi muda bangsa. Pendidikan mampu memacu aktivitas ekonomi serta sosial kian dinamis.

Pendidikan dalam konsepsi yang lebih luas juga mampu menggambarkan bagaimana kehidupan negara. Bahasa sederhana yang populer, semakin baik pendidikannya, maka semakin baik pula kehidupan bangsa dan negaranya.

sumber : Kemendikdasmen
zoom-in-whitePerbesar
sumber : Kemendikdasmen

Di negara-negara maju, salah satu kesamaan yang dimilikinya adalah dimana penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) canggih menjadi bagian kehidupannya. Selain itu, tingkat pendidikan masyarakat, ekonomi dan pendapatanya reratanya pun tinggi. Kemudian, perbedaan negara yang terbelakang dan yang sedang berkembang bukan pada tinggi rendahnya martabat manusia, namun lebih kepada ketika sumber daya manusianya mampu menguasai dan menerapkan IPTEK menuju kesejahteraan hidup. (Aminah Yulianti dkk, 2023)

Namun, ketika ingin mencapai pendidikan yang unggul dan berkualitas, suatu negara harus menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari menciptakan sistem yang baik, urgensi kompetensi, kesejahteraan tenaga pendidik, relevansi kurikulum sampai aksesibilitas sarana pendidikan menjadi pekerjaan utama.

Pun di Indonesia, langkah perbaikan pendidikan, yang idealnya termaktub dalam cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi ikhtiar yang tak berhenti.

Wujudnya bisa dengan implementasi kebijakan, Revitalisasi Sekolah sebagai program yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Kemendikdasmen) menjadi salah satunya. Program perbaikan bangunan satuan pendidikan di berbagai wilayah ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masalah akses pendidikan.

Sekilas, program ini tentu menjadi begitu strategis, apalagi karena merupakan kebutuhan dasar manusia modern yang wajib terpenuhi, pendidikan yang memadai dan terjangkau oleh semua kalangan tentu barang yang tak boleh ditawar sedikitpun.

sumber: Kemendikdasmen

Beberapa Aspek Urgensi

Revitalisasi sekolah menjadi jembatan yang menghubungkan harapan akan cita-cita masa depan generasi bangsa dengan upaya perbaikan kualitas sumber daya muda bangsa menjadi begitu konstruktif. Kompleksitas antara harapan dan langkah konkret yang seringkali tersendat akibat adanya akar masalah di lapangan adalah hal yang kerap muncul. Maka dengan penuh kecermatan pelaksanaannya, revitalisasi sekolah yang menyediakan keterjangkauan akses pendidikan menjadi begitu relevan.

Revitalisasi sekolah juga membuka jalan satuan pendidikan menempatkan posisinya pada menejemen pola penyelenggaraan organisasi yang baik dan tersistemasi. Adanya konsep swakelola di program revitalisasi sekolah ini, memberikan kesempatan satuan pendidikan leluasa untuk memenuhi segala kesesuaian antara kebutuhan dan pembangunan rillnya.

Dalam konsep ini, sekolah sebagai objek penerima bantuan langsung tidak akan hanya pasif, tapi juga aktif dalam menerapkan berbagai prinsip-prinsip pengelolaan organisasi yang baik seperti integritas, transparantif, kolaboratif, akuntabilitas dan utamanya rasa penuh tanggung jawab

Dalam swakelola, pekerjaan yang direncanakan, dikerjakan dan diawasi sendiri oleh pelaksana pelaksana. Swakelola mengoptimalkan tenaga sendiri dari dan atau tenaga luar baik tenaga ahli maupun tenaga upah borongan. Prinsip pengadaan dengan swakelola ini mewujudkan pengelolaan secara mandiri atas berbagai potensi sumber daya yang ada, misalnya adalah tenaga, pikiran dan ketrampilan masyarakat serta kearifan lokal. (Putri Indah Ika; 2023)

Karena modelnya yang swakelola, berbagai kebutuhan prioritas yang memang menyangkut keperluan sekolah tentu bisa langsung dipenuhi program revitalisasi sekolah. Hal ini tentu jauh berbeda jika dibandingkan dengan pengelolanya pihak ke-3 misalnya, yang harus melakukan langkah verifikasi dan pencermatan kondisi lapangan. Belum lagi jika menyangkut birokrasi yang cenderung pekat pada celah pengkongkalikongan yang seringkali muncul.

Dengan swakelola, sudah semestinya detail implementasi revitalisasi bangunan pendidikan yang dilakukan juga langsung bisa dikerjakan tanpa harus dihantui oleh urusan administratif birokrasi yang seringkali berkelit dan memakan waktu.

sumber: Kemendikdasmen

Menyongsong Masa Depan

Dalam Pendidikan, tujuan mendasarnya adalah guna menggali dan memanfaatkan segala potensi keunikan setiap pribadi dan menjadikannya berguna bagi diri sendiri dan lingkungannya. Artinya, pendidikan membantu manusia dalam menemukan potensi dan bakatnya yang bisa ia gunakan untuk melanjutkan kehidupannya dengan sebaik-baiknya.

Sistem pendidikan tidak hanya eksis dalam bentuk formal belaka, namun juga ada pada kultur sosial yang tumbuh berkembang dalam masyarakat. Baik sesi formal dan kultural, keduanya sama-sama saling memberikan pengaruhnya pada proses pendidikan itu sendiri.

Pendidikan tidak hanya sebatas belajar di sekolah. Demikian pula sistem pendidikan tidak hanya eksis dalam bentuk formal yang dikenal dan berkembang di masyarakat. Artikel ini akan membahas mengenai pentingnya pendidikan dalam membentuk masyarakat yang cerdas, produktif, dan berdaya saing, serta peranannya dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Pentingnya pendidikan juga ada pada konsepsi dimana pendidikan merupakan investasi masa depan bangsa. Pendidikan yang mampu membentuk masyarakat yang cerdas, produktif, dan berdaya saing menggambarkan betul bagaimana posisi pendidikan menjadi pilar utama dalam menciptakan kehidupan negara dan bangsa yang maju yang diisi oleh generasi unggul. Dengan keterampilan dan kompetensi tiap generasi unggul ini, yang didapatnya dari akses pendidikan, secara kolektif pendidikan secara langsung akan menjadi fondasi yang kuat bagi pembangunan ekonomi, sosial dan budaya suatu bangsa. (Ringgana Wandy; tt)

Dengan revitalisasi sekolah, investasi masa depan negara dan bangsa melalui pendidikan mampu semakin massif dilakukan, dengan memadainya penyelenggaraan pendidikan bermutu untuk semua yang jangkauannya meluas, pengawasan yang melibatkan partisipasi lembaga dan masyarakat juga menjadi hal yang tak boleh terlewat. Jangan sampai nantinya, upaya investasi masa depan ini justru berbalik menjadi permulaan adanya keterpurukan negara dan bangsa karena adanya penyelewengan tanggung jawab. Kita tentu juga perlu terus mengawal dan berharap, semoga ikhtiar menyongsong masa depan cerah terus menjadi nafas dan ruh yang melandasi setiap pemangku kebijakan dan kepemimpinan dalam melakukan tugas pengabdiannya pada negara dan bangsa Indonesia.