Konten dari Pengguna

Pentingnya Pembelajaran Coding dan AI di Tingkat SD

Muh Adnin

Muh Adnin

Alumni Universitas Bhayangkara Jakarta

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muh Adnin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber : istockphoto.com
zoom-in-whitePerbesar
sumber : istockphoto.com

Menyambut ajaran baru tahun 2025, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya menghadirkan perbaikan pelaksanaan pendidikan di Indonesia.

Kini, transformasi dilakukan dengan implementasi pembelajaran coding dan AI mulai dari bangku Sekolah Dasar (SD). Apa pentingnya kebijakan ini ? Bagaimana dampaknya bagi anak-anak sekalian, beberapa paparan coba penulis sampaikan dalam bahasan kali ini.

Jangan Hanya Konsep

Mengenalkan coding dan AI di bangku SD memang memerlukan berbagai persiapan yang matang. Dimulai dari gelontoran alat kelengkapan yang harus merata, kesesuaian kurikulum sampai sumber daya pengajarnya yang mumpuni. Semuanya perlu didetailkan dengan seksama agar nantinya, di lapangan, pembelajaran yang dilakukan bisa bermanfaat dengan maksimal.

Jangan sampai ini hanya konsep ambisius yang akan terkesan mentah. Pelaksanaannya yang semata dipaksakan tidak akan menjadikannya ruang edukasi transformatif. Maka langkahnya perlu dimulai dengan perlahan dan mulai terfokus pada titik kebutuhan sekolah.

Coding dan AI bagi siswa SD adalah langkah yang cukup berani, namun pelaksanaannya juga perlu sekali lagi dikemas dengan pembelajaran yang unik dan menyenangkan. Hal ini dilakukan agar dalam mentransfer pengetahuan, siswa tetap mendapatkan proposi pembelajaran yang tidak hanya sangklek.

sumber : istockphoto-2159361059-612x612

Merupakan Aspek Penting

Pembelajaran coding dan AI di sekolah bukan hanya menjadi penting, ini adalah tonggak yang mampu menumbuhkan semangat generasi muda dalam menyongsong masa depan yang matang. Masa depan dengan segala persaingannya yang begitu pesat tentu harus dihadapi dengan persiapan yang luas. Kesiapan mental dan kompetensi dalam bidang teknologi adalah hal yang harus dipegang erat.

Siswa SD yang rerata umurnya jenjang 7 sampai 12 tahun ini tentu memiliki kepekaan yang tinggi dalam menyerap ilmu pengetahuannya. Dengan mengajarkan coding dan AI di waktu ini, potensi keterserapannya maka akan mampu maksimal.

Zaman kian berubah, kebutuhan akan pendidikan pun kian bergeser. Daripada anak anak hanya menjadi penikmat teknologi, dorongan akan menjadikan mereka sebagai pakar-pakar inovatif perlu disiapkan sedini mungkin.

Penguasaan kompetensi informatika sejak dini penting karena siswa SD berada pada tahap kritis dalam pengembangan kemampuan berpikir logis dan kreatif. Dengan bantuan AI, siswa dapat lebih mudah memahami konsep-konsep abstrak seperti algoritma, logika, dan pemrograman melalui visualisasi dan simulasi.

AI juga mampu menyesuaikan pembelajaran berdasarkan kecepatan dan gaya belajar masing-masing siswa, memberikan bimbingan yang personal, dan menyediakan umpan balik secara langsung (Fitri & Dilia, 2024).

Menghadapi Tantangan

Selain itu, coding dan AI di SD adalah instrument yang akan menopang generasi digital di era modern ini. Sebagaimana tantangan yang di hadapi dunia saat ini. Akibat dari pesatnya perkembangan teknologi adalah munculnya berbagai kejahatan baru dan dampak buruk salah kaprah penggunaannya. Dengan membekali Pelajaran coding dan AI sedini mungkin, anak-anak akan lebih terarah untuk bukan hanya memanfaatkannya tapi juga mencegah penggunaanya untuk hal yang buruk sebagai langkah preventif.

Bagi sekolah, yang sedikit menjadi perhatian mungkin adalah bagaimana menjadikan pembelajarannya ini agar diminati dan dikemas dengan sebaik mungkin. Dari sini, kebutuhan atas peraturan turunan yang lebih teknis tentu menjadi penting juga.

Selanjutnya, pelatihan untuk guru juga harus didahulukan agar mereka bisa paham pemanfaataanya sebelum mengajarnya ke para siswa. Kesesuaian tingkatannya dari SD sampai SMA juga jangan sampai salah penempatan dan dianggap remeh, karena ini bisa menjadi beban belajar yang berlebih yang justru hasilnya kurang maksimal.

Kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan komunitas juga diperlukan untuk mendukung keberhasilan integrasi pembelajaran coding dan AI di sekolah dasar. Integrasi Koding dan AI dalam pendidikan makin meningkat seiring dengan perkembangan ndustri 4.0 dan 5.0, yang menuntut sumber daya manusia unggul dengan pemahaman dan keterampilan digital yang kuat. (Saqjuddin, dkk, 2025)

Mari kita terus berdoa dan berperan di masing-masing konsentrasinya agar nantinya, mewujudkan generasi yang cerdas, tangkas dan kehidupan yang Sejahtera mampu digapai dengan maksimal. Setiap kebijakan yang ada, mari kita kawal dan sama sama evaluasi jika pelaksanaannya belum mampu seperti seharusnya. Aaminn