Teori Belajar Kognitif, Metakognitif dan Pendekatan Kontruktivisme

mahasiswa universitas Islam negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, fakultas tarbiyah dan keguruan
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Suci Naeni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teori Belajar Kognitif
Kognitif adalah tindakan mengenal atau memikirkan situasi di mana perilaku itu terjadi.
Prinsip Dasar Kognitif
Belajar Aktif
Belajar Lewat Interaksi Sosial
Belajar Lewat Pengalaman Sendiri
Pendekatan Kontruktivisme
Kontruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang budaya modern.
Prinsip Dasar Kontruktivisme
Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri, baik secara individu maupun social.
Pengetahuan tidak daoat dipindahkan dari guru ke murid.
Murid aktif mengkontruksi terus menerus.
Guru sekedar mempersiapkan sarana dan situasi agar proses kontruksi murid berjalan mulus.
Perkembangan kognitif berlangsung sejak bayi, walaupun potensi-potensi terutama secara biologis sudah dimulai semenjak masa prenatal.
Teori belajar kognitif menekankan proses berpikir dan pemahaman dalam pembelajaran. Tokoh-tokoh utama seperti Piaget, Bruner, dan Lewin mengembangkan konsep-konsep penting dalam teori ini.
Perkembangan kognitif adalah proses mental kompleks yang melibatkan penerimaan, pengorganisasian, dan penggunaan informasi untuk memahami dunia dan menyelesaikan masalah.
Penerapan Metakognitif dalam belajar dapat dilakukan melalui tiga tahap utama: perencanaan, pemantauan, dan evaluasi.
