Konten dari Pengguna

Tipologi Belajar Anak Didik dan Perbedaan Individual

Suci Naeni

Suci Naeni

mahasiswa universitas Islam negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, fakultas tarbiyah dan keguruan

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Suci Naeni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memotret sendiri
zoom-in-whitePerbesar
Memotret sendiri

Pengertian Tipologi Belajar

Suparman menyatakan bahwa tipologi belajar merupakan perpaduan dari cara seseorang menyerap, mengelola, dan memproses informasi. Dalam buku Quantum Learning karya Bobby de Potter dkk, disebutkan ada tiga jenis tipologi belajar, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Setiap individu tidak hanya cenderung pada satu jenis modalitas saja, tetapi juga memanfaatkan kombinasi dari berbagai modalitas yang memberikan mereka kelebihan dan kelemahan tertentu.

Teori-Teori Belajar dalam Psikologi

Untuk mendidik siswanya secara efektif, seorang guru perlu memiliki pengetahuan tentang psikologi pembelajaran, agar pendidik dapat mempelajari bagaimana murid-murid mereka belajar. Teori pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok: teoribelajarbehavioristik, kognitif, dan humanistik.

a) Teori Behavioristik

Menurut perspektif behavioristik, belajar didefinisikan sebagai perubahan perilaku yang dapat diamati, yang terjadi melalui hubungan antara stimulus dan respons yang disertai dengan penguatan berdasarkan prinsip-prinsip mekanis.

b) Teori Kognitif

Seperti penganut fungsionalisme, teori Gestalt menolak pendekatan yang memisahkan pengalaman menjadi elemen-elemen terpisah. Namun, berbeda dengan fungsionalis, para psikolog Gestalt lebih fokus pada pengalaman total individu dibandingkan bagian-bagian terpisahnya. Psikologi Gestalt mulai berkembang ketika Max Wertheimer, dalam perjalanan dari Vienna ke Jerman untuk berlibur (Watson, 1963), berhenti di Frankfurt dan membeli mainan stroboskop.

c) Teori Humanistik

Teori pendidikan humanistik sangat menekankan pada proses dan konten yang diarahkan pada siswa sebagai mata pelajaran pembelajaran. Tujuan dari filosofi ini adalah untuk membuat orang lebih relatable sehingga mereka dapat mencapai tujuan mereka dalam hidup dan pekerjaan.

Tipe-Tipe Belajar Menurut Teori Psikologi Pendidikan

Diyakini bahwa gaya belajar memainkan peran penting dalam proses belajar mengajar. Menurut Joko (2006), "Siswa belajar atau memperoleh pengetahuan dengan cara unik mereka." Gaya belajar didefinisikan sebagai proses aktivitas, penghargaan, dan kecenderungan seseorang.

a. Gaya Belajar Visual

Siswa dengan gaya belajar visual memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a) teratur dan rapi, b) berbicara cepat, c) tidak mudah terganggu oleh suara latar saat mengingat visual, d) lebih suka membaca daripada mendengarkan, e) membaca dengan cepat dan teliti, f) sering tahu apa yang ingin diucapkan, meski kesulitan memilih kata, g) mengingat melalui asosiasi visual, h) kesulitan mengingat instruksi verbal kecuali tertulis, dan i) perhatian pada detail. Mereka lebih baik dalam mengingat informasi dengan melihat langsung.

b. Gaya Belajar Auditorial

Gaya belajar auditorial mengandalkan pendengaran. Ciri-ciri siswa auditorial menurut Bobby De Porter dan Mike Hernacki meliputi: a) berbicara pada diri sendiri saat bekerja, b) mudah terganggu oleh kebisingan, c) suka membaca keras dan mendengarkan, d) kesulitan menulis tetapi pandai bercerita, e) belajar dengan mendengarkan dan lebih mengingat diskusi dibandingkan dengan visual, dan f) senang berbicara, berdiskusi, dan menjelaskan.

c. Gaya Belajar Kinestetik

Sementara itu, gaya belajar kinestetik ditandai dengan kemampuan menyerap informasi melalui gerakan dan sentuhan. Ciri-ciri siswa kinestetik menurut Bobby De Porter dan Mike Hernacki adalah: a) berbicara perlahan, b) sulit mengingat peta kecuali pernah berada di lokasi tersebut, c) menghafal sambil bergerak, d) menggunakan jari saat membaca, e) tidak bisa duduk diam lama, f) tulisannya cenderung jelek, g) aktif dan banyak bergerak, serta h) ingin melakukan segala sesuatu.

Perbedaan Individual dalam Belajar

Perbedaan individu di antara peserta didik adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari, karena hampir tidak ada kesamaan yang dimiliki oleh manusia selain perbedaan itu sendiri.

a. Perbedaan Biologis

Perbedaan biologis antar peserta didik tidak bisa diabaikan karena faktor ini mempengaruhi proses belajar. Kesehatan, termasuk kesehatan mata dan telinga, memainkan peran penting dalam penerimaan pelajaran di kelas. Anak yang memiliki gangguan penglihatan atau pendengaran cenderung mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran.

b. Perbedaan Psikologis

Perbedaan psikologis pada siswa meliputi perbedaan minat, motivasi, dan kepribadian. Ketiga faktor ini memiliki hubungan positif dengan hasil belajar yang dicapai. Jika siswa memiliki minat besar terhadap pelajaran, motivasi tinggi untuk belajar, dan daya ingat yang baik, hasil belajar mereka juga akan optimal.

c. Perbedaan Inteligensi

Penelitian mengenai perbedaan individu seringkali menyoroti perbedaan dalam inteligensi dan pengaruhnya terhadap prestasi belajar.

d. Perbedaan Bakat

Meskipun istilah bakat sering disamakan dengan inteligensi, bakat sebenarnya merupakan salah satu aspek dari inteligensi. Menurut Bingham, bakat adalah kondisi atau serangkaian karakteristik yang menunjukkan kemampuan seseorang untuk memperoleh keterampilan atau pengetahuan tertentu melalui latihan, seperti kemampuan berbahasa atau bermusik