Konten dari Pengguna

Berkaca dari Negeri Sakura, Pemberian Edukasi Pemilahan Sampah Ala Jepang!

Suci Nur Aini

Suci Nur Aini

Saya seorang mahasiswa Program Studi Bahasa Asing Terapan, Fakultas Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Suci Nur Aini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Bersama Para Warga - Sumber : Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Foto Bersama Para Warga - Sumber : Dokumentasi Pribadi

Desa Kedungmulyo, 11 Agustus 2024 – Mahasiswa TIM II KKN UNDIP 2023/2024 melaksanakan program kerja edukatif di Desa Kedungmulyo yaitu memperkenalkan sistem pemilahan sampah ala Jepang dengan menerapkan metode 2M 1S.

Negara Jepang dikenal dengan sistem pemilahan sampah yang ketat dan terorganisir. Terdapat berbagai macam kategori sampah dan aturan-aturan klasifikasi pembuangan sampah. Bahkan, jadwal pembuangan sampah pun diatur sedemikian rupa sehingga Masyarakat Jepang sangat tertib dan displin dalam hal pembuangan sampah.

Berbeda dengan Indonesia, khususnya Desa Kedungmulyo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali. Warga Desa Kedungmulyo mayoritas membuang sampah langsung di sekitar area rumah, lalu membakarnya begitu saja tanpa dipilah terlebih dahulu. Akibatnya, beberapa sampah yang tidak dapat terbakar dengan sempurna meninggalkan sisa dan berserakan.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa TIM II KKN UNDIP memperkenalkan sistem pemilahan sampah ala Jepang dengan menerapkan metode 2M 1S. Metode ini meliputi klasifikasi jenis sampah Moeru Gomi (sampah yang dapat dibakar), Moenai Gomi (sampah yang tidak dapat dibakar) dan Shigen Gomi (sampah yang dapat didaur ulang).

Poster Pemilahan Sampah Ala Jepang - Sumber : Dokumentasi Pribadi

Program kerja ini bertujuan untuk mengedukasi warga Desa Kedungmulyo mengenai pentingnya pemilahan sampah dan cara efektif untuk mengelolanya. Dengan mengadaptasi metode pemilahan sampah ala Jepang, diharapkan akan ada peningkatan kesadaran masyarakat dalam hal pemilahan sampah dan daur ulang.

Pelaksanaan program kerja pemilahan sampah ala Jepang ini merupakan sebuah langkah yang positif dalam meningkatkan pengelolaan sampah di tingkat desa. Melalui metode 2M 1S, diharapkan Desa Kedungmulyo dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam hal pemilahan dan pengelolaan sampah yang efektif.

Penulis : Suci Nur Aini - Fakultas Sekolah Vokasi UNDIP

Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Dwi Haryo Ismunarti M.Si.