113 Tahun Lalu, 20.000 Orang Tewas Akibat Gempa di India

Setiap hari banyak tahu.
Tulisan dari Sudah Tahu Belum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada 4 April 1905, pukul 06.20, India diguncang gempa dahsyat yang menenggelamkan warganya dalam duka. Gempa tektonik berkekuatan 7,8 magnetudo tersebut meluluhlantakkan Lembah Kangra yang dihuni oleh puluhan ribu jiwa. Gempa tersebut diduga disebabkan oleh pergeseran lempengan bawah laut, di mana lempeng India bertubrukan dengan Eurasia yang kemudian memicu gempa berkekuatan 7,8 magnetudo di barat laut pegunungan Himalaya.
Gempa tersebut meliputi tiga wilayah, yakni Kangra, Mcleodganj, dan Dharamshala. Meski hanya berlangsung 2 menit, namun dampak dari guncangan gempa dahsyatnya bukan main . Ratusan ribu bangunan porak-poranda, 20.000 jiwa melayang, warga yang selamat harus menelan pil pahit akibat kehilangan orang tercinta maupun tempat tinggal. Mereka tak menyangka bahwa pagi yang biasanya tenang, kala itu berubah menjadi mimpi buruk yang tak terlupakan.
Kerusakan bukan hanya terjadi pada bangunan warga saja, namun juga menghancurkan benteng kuno yang dibangun pada 470 Masehi. Tak hanya itu, sekitar 53 ribu ternak milik warga mati. Kondisi serupa menimpa daerah Dehradun, Amritsar, Lahore, Jullunder, dan Ludhiana, tanah longsor memperparah proses evakuasi. Situasi menjadi kacau-balau, suara teriakan minta tolong menjadi riuh yang tak berkesudahan, hela nafas regu penyelamat menjadi harapan bagi mereka yang terjebak.
Gempa tersebut menjadi sejarah kelam bagi warga India. Gempa Kangra masuk dalam peringkat 8 dari 10 besar gempa paling dashyat yang pernah terjadi sepanjang sejarah manusia.
