Konten dari Pengguna

431 Tahun yang Lalu, Ratu Mary I Dieksekusi Mati oleh Ratu Elizabeth I

Sudah Tahu Belum

Sudah Tahu Belum

Setiap hari banyak tahu.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sudah Tahu Belum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ratu Mary Stuart (Foto: id.Wikipedia.org)
zoom-in-whitePerbesar
Ratu Mary Stuart (Foto: id.Wikipedia.org)

Mary Stuart adalah ratu Skotlandia yang menduduki tahta mulai dari 14 Desember 1542 hingga 24 Juli 1567. Dia lahir pada 8 Desember 1542, enam hari pasca dilahirkan, ayahnya Raja James V, meninggal dunia. Otomatis Mary menjadi pewaris takhta yang sah, dan memimpin Skotlandia.

Namun, semasa kecilnya, kehidupan Mary lebih banyak dihabiskan di negara Perancis dan dibesarkan oleh Raja Henry II, sementara Skotlandia dipimpin oleh seorang 'regans' atau pengawas. Saat umurnya menginjak 16 tahun, Mary menikah dengan Francis, putra dari Raja Henry II yang kemudian menjadi Permaisuri Raja Francis II.

Pada 1560 raja Francis meninggal dunia dan Mary memutuskan untuk kembali ke Skotlandia. Di Skotlandia, sebagai Ratu Katolik yang taat dan berkuasa di tanah Protestan, Mary cukup mendapatkan tekanan dari pada rakyatnya. Hingga pada 1567 Mary I menyerah dan memberikan takhta kepada anaknya. Setelah lengser menjadi Ratu Skotlandia, Mary memutuskan untuk pergi ke Inggris menyambangi sepupunya yang tak lain dan tak bukan adalah Ratu Elizabeth I. Namun, kedatangan Mary I ke Inggris dianggap ingin merebut takhta dari Ratu Elizabeth I, bukan hanya itu Mary juga dikabarkan telah mengklaim takhta Ratu Inggris sebagai takhtanya.

Ia juga diduga telah merencakan pembunuhan terhadap Ratu Inggris Elizabeth I, atas tuduhan tersebut Mary ditangkap dan dikurung hingga 18 tahun penjara. Pada 1 Februari 1587 Ratu Elizabeth I Kerajaan Inggris menandatangani hukuman pancung bagi sepupunya Mary Stuart setelah dia terbukti merencakan pembunuhan dan melakukan kudeta terhadap Ratu Elizabeth I.

Dan pada 8 Februari 1587 Ratu Mary Stuart resmi dieksekusi mati di kastel Fotheringhay, Northamptonshire. Karena kehidupannya yang sangat tragis, Mary Stuart menjadi salah satu bangsawan Skotlandia yang paling terkenal.