Christian Doppler, Penemu ‘Efek Doppler’ yang Lahir 214 Tahun Lalu

Sudah Tahu Belum
Setiap hari banyak tahu.
Konten dari Pengguna
29 November 2017 3:26 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sudah Tahu Belum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
sumber: youtube.com
zoom-in-whitePerbesar
sumber: youtube.com
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Christian Doppler, seorang pakar matematika dan fisika berkebangsaan Austria, lahir tepat pada hari ini 214 tahun yang lalu. Doppler adalah anak dari pebisnis sukses di Salzburg. Bisnis yang dijalani orangtuanya sudah berjalan secara turun menurun. Namun, karena kondisi kesehatan Doppler yang buruk, ia ditempatkan di bagian pembukuan bisnis keluarganya.
ADVERTISEMENT
Sejak duduk di bangku sekolah, Doppler dikenal sebagai anak yang jenius, terutama di mata pelajaran matematika. Seorang guru besar matematika di Salzburg menyarankan kepada orangtua Doppler agar putranya lanjut kuliah di Institut Politeknik Wina.
Mulai berkuliah di Institut Politeknik Wina pada tahun 1822, lulus tahun 1825. Untuk mendalami ilmu matematika tingkat lanjut, ia kemudian lanjut berkuliah di Universitas Wina. Selain matematika, di sana ia juga mempelajari mekanika dan astronomi.
Karirnya sebagai akademisi dimulai saat menjadi asisten Profesor Burg, guru besar matematika dan mekanik di Universitas Wina. Setelah itu ia sempat berganti-ganti tempat mengajar, mulai dari kota Linz hingga ke Praha. Sampai kemudian ia diangkat sebagai guru besar matematika di Institut Politeknik di Wina dan Politeknik di Praha. Ia menikahi wanita asal Strasburg bernama Mathild Sturm pada 1837, dan setelah lima tahun Doppler resmi mendapat gelar profesor.
ADVERTISEMENT
Sebagai pendidik, Doppler telah menghasilkan banyak karya ilmiah. Namun publikasi yang paling terkenal adalah “Uber das farbige Licht der Doppelsterne und einiger andere Gestirne des Himmels” atau “Seputar Pewarnaan Cahaya pada Bintang Biner dan Bintang Lain”. Lewat presentasi Doppler untuk karya ilmiah tersebut, ia mengenalkan kepada khalayak salah satu prinsip fisika: efek Doppler.
Dalam teorinya ini, Doppler memaparkan bahwa frekuensi gelombang tergantung pada gerak relatif sumber dan pengamat. Jika sumber dan pengamat bergerak relatif satu sama lain, menjauhi atau mendekati, maka frekuensi yang diterima pengamat tidak sama dengan frekuensi yang dipancarkan oleh sumber.
Teori temuan Doppler tersebut membawa kemajuan di berbagai bidang, salah satunya penemuan alat ultrasonic yang berlandaskan konsep efek Doppler digunakan dalam bidang kedokteran.
ADVERTISEMENT
Doppler wafat karena penyakit paru-paru pada 18 Maret 1853 di Venesia.