Mencintai Indonesia untuk Selamanya (2)

Rektor Universitas Harkat Negeri
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Sudirman Said tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap masa ada pemimpinnya, Indonesia Raya adalah himpunan dari karya para pemimpin bangsa. Bung Karno-Bung Hatta, Pak Harto, Pak Habibie, Gus Dur, Ibu Mega, Pak SBY, dan kini Pak Jokowi. Juga ada Bung Sjahrir, Pak Natsir, Pak Sjafruddin Prawiranegara, Buya Hamka, dan lainnya.
Yang sedang kita perjuangkan adalah Indonesia Raya. Bukan Pak Prabowo atau Pak Jokowi. Bukan Kiai Ma’ruf atau Pak Sandi. Seperti dahulu, kita berjuang bukan untuk para pemimpin negeri. Karena tokoh akan datang dan pergi, silih berganti.
Setelah Pemilu 2019 usai, kita harus terus bergerak maju. Yang nanti mengurus pemerintahan, dan yang memilih peran oposisi sama mulianya. Sepanjang hati, pikiran, dan tindakannya hanya untuk kepentingan rakyat semesta.
Tetapi lazimnya dalam setiap pemilu, yang terpilih akan mengurus pemerintahan; yang tidak terpilih sebaiknya menjadi penyeimbang, menjaga jalannya pemerintahan. Bukankah itu indahnya demokrasi?
Karena itu, apapun yang terjadi, mari kita terus bekerja untuk memajukan negeri. Dengan perbuatan, pikiran, dan hati dalam apapun peran dan posisi.
Setiap kita berhak menjadi pendukung para tokoh bangsa, tetapi mencintai Indonesia Raya adalah pengikat persatuan kita semua. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia.
Jakarta, 14 Juli 2019
