Stasiun Cibatu, Pilihan Alternatif untuk Perjalanan dengan Tiket Sambung

Mahasiswa pendidikan pascasarjana, Universitas Telkom yang kebetulan mempunyai ketertarikan pada dunia elektronika, teknologi, dan sistem udara tanpa awak (drone).
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Suisbiyanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Rutinitas perjalanan tiap minggu menggunakan kereta api selalu memberikan kenangan tersendiri. Perjalanan minggu ini berbeda dengan yang sebelumnya. Saya tidak mendapatkan tiket langsung dari stasiun Kiaracondong ke stasiun tujuan akhir. Solusinya, saya terpaksa membeli tiket kereta sambungan dari Kiaracondong ke Cibatu menggunakan KA Papandayan dengan tiket 50.000. Singkat cerita sampailah di Stasiun Cibatu pukul 11.13. Stasiun yang terletak di Garut, Jawa Barat ini merupakan peninggalan perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS).
Stasiun Cibatu merupakan stasiun yang berada pada ketinggian +612 meter yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung. Selain melayani Kereta Api Jarak Jauh, Cibatu juga melayani perjalanan dengan Commuter Line Garut - Padalarang. Cibatu memberikan kesan berbeda dari stasiun kereta lainnya. Saat turun dari kereta, penumpang langsung disambut dengan pemandangan pengunungan khas Garut.

Masjid Al-Fattah dengan Arsitektur Unik
Sambil menunggu kereta lanjutan yang jadwalnya masih 3 jam, saya memutuskan untuk keluar stasiun. Di dekat stasiun terdapat masjid Al-Fattah yang dibangun oleh KAI November 2019. Masjid ini mempunyai bentuk arsitektur dari gaya Neo-Futuristik Tropis, sebuah konsep modern yang menyesuaikan dengan iklim tropis Indonesia.
Sayangnya saya tidak sempat mendokumentasikan bagian dalam dari Masjid. Hanya ada foto luar masjid yang diambil dari pintu masuk stasiun. Tampak atap mesjid dengan sentuhan atap masjid tradisional Sunda. Desain jendela dan celah bangunannya didesain agar cahaya matahari dapat masuk dengan leluasa dari segala arah. Daya tampung masjid ini ingga 1.150 jemaah. Terdapat menara setinggi sekitar 30 meter yabg menjjadi salah satu icon dari maajid ini.
Fasilitas Stasiun Cibatu
Tidak seperti stasiun besar, stasiun Cibatu sebagai stasiun kelas I belum mempunyai fasilitas layanan Face Recognition Boarding Gate seperti pada beberapa stasiun besar. Tapi jangan kuatir stasiun Cibatu sudah dilengkapi dengan loket tiket online dan mesin cetak tiket mandiri. Stasiun ini mempunyai kesan klasik namun dengan faasilitas modern.
Fasilitas ruang tunggu diluar tersedia satu deret kursi sebelum gate masuk yang disediakan untuk penumpang yang belum bisa boarding. Ruang tunggu di dalam tersedia banyak kursi yang dapat digunakan penumpang menunggu kedatangan kereta. Fasilitas toilet bersih, tempat charge, dan mushola juga tersedia. Jadi sebagai tempat transit stasiun Cibatu cukup nyaman. Apalagi dengan pemandangan perbukitan kota Garut menjadikan pengalaman tersendiri saat berada di stasiun ini.
Alternatif Tiket Sambung dari Bandung
Stasiun ini dapat menjadi alternatif bagi teman-teman yang tidak memperoleh tiket langsungan dari Bandung. Beberapa opsi dari yang murah dengan Commuter Line dengan harga 5 - 7 ribu rupiah atau juga kereta jarak jauh dapat menjadi pilihan tiket sambung. Teman-teman jangan khawatir untuk makan dan minum, karena di depan stasiun terdapat warung yang menyediakan jajanan dan juga makanan. Akhirnya setelah menunggu lama, kereta lanjutan saya tiba. Waktu yang lama namun menjadi pengalaman baru naik kereta.
